6 Cerita Lucu Makelar Terbaru

riajenaka – Obat stres tidak harus mahal, membaca cerita lucu singkat contohnya, dijamin bisa menghidupkan kembali gairah hidup. Karena kalimat lucu dibawah ini singkat dan pendek, jadi Anda tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk membaca cerita lucu pendek.

Kumpulan cerita lucu yang ada di artikel ini adalah cerita lucu terbaru yang dikumpulkan dari berbagai sumber. Tentunya kami hanya memilih cerita pendek yg lucu abis, gokil, yang bisa membuat Anda ‘ngakak’ tertawa terbahak-bahak.

Topik cerita lucu kali ini membahas tentang profesi makelar. Semoga kumpulan cerita lucu makelar di bawah ini dapat menceriakan hari Anda.

6 Kumpulan Cerita Lucu Makelar Terbaru

1. Cerita Lucu Nasib Si Makelar Handphone

Suatu hari Mono si makelar Handphone menawarkan berbagai HP ke teman-temannya

Ateng: “Woi..!! Gua ada stok HP baru nie.. ada yg minat ga?”

Petruk: “Ah, pasti loe gak bisa nyediain HP yg gua cari!”

Ateng: “Uppps.. apa sih yg ga bisa dicariin ama gua??”

Petruk: “Beneran nih?”

Ateng: “Iya, loe tinggal bilang aja, ntar gua cariin.”

Petruk: “Yakin loe?”

Ateng: “Tinggal bilang aja koq ribet amat!!”

Petruk: “Ok, gua mau loe nyari HP yg murah-murah aja.”

Ateng: “Oh, mau yang tipe gimana?”

Petruk: “Nah, itu dia masalahnya..gua mau cari HP yg baterainya pake baterai ABC, loe bisa cari gak?”

Ateng: “#!#!#!#!#!%^”


2. Cerita Lucu Makelar Motor

Seorang makelar bertamu ke rumah Semar menawarkan sepeda motor karena dia dengar Semar sedang mencarimotor bekas.

Makelar: “Saya dengar Pace cari motor bekas ka”

Semar: “Betul sekali, memangnya ada??”

Makelar: “I ..yo.. ada yang mau jual, kayaknya cocok buat pace.”

Semar : ”Ko stop pintar ambil hati dasar makelar!!”

Si makelar lantas cerita panjang lebar deng dia pu bahasa makelar soal motor yang mau dijual oleh pemiliknya padahal baru dipakai dua bulan dan sekali jatuh dengan tawaran harga dibawah harga pasaran.

Makelar: “Tapi jatuhnya itu Pace”.

Semar: “Maksud Ko?”

Makelar: “Motornya jatuh dari helikopter.”

Semar: “Ahhhh!!??”


3. Cerita Lucu Makelar: Baju dan Mobil

Omas: “Maaf ya, eike datengnya telat. Maklum, habis gurah miss V, biar suami makin lengket.”

Tetangga: “Pantesan dimanja suami, tiap hari diantar jemput suami pake mobil baru terus.”

Omas: “Suami saya itu terlalu fashionable. Dia hanya mau pake mobil yang sewarna dengan bajunya.”

Bulan berikutnya, dua ibu muda ini kembali ketemu di acara arisan yang sama. Bedanya, kali ini mobil
dagangan suami Nyonya Omas gak laku-laku sehingga dia diantar dengan mobil yang sama seperti bulan
kemarin. Sang temanpun menyindirnya.

Tetangga: “Aku lihat dalam sebulan ini suami Jeng Omas gak pernah ganti baju ya?”

Tak mau kehilangan muka, si Nyonya Omas dengan sombongnya berkilah,

Omas: “Justru sejak saya gurah miss V itu, suami saya gak pernah pake baju!”


4. Cerita Lucu Gabungan Makelar Asal Untung

Sebagai salah seorang dedengkot GAMAWATI (Gabungan Makelar Waton Bathi = Gabungan Makelar Asalm Untung) Gareng sangat getol memanfaatkan suasana apapun menjadi peluang bisnis. Saat nongkrong di teras rumah sambil mengisap rokok kretek kesukaan yang tinggal satu-satunya, Petruk, yang kebingungan cari pinjeman motor untuk beli nasi goreng di depan gang datang menghampiri Gareng.

Petruk: Ada sepeda motor Reng..?

Gareng: Ada dong.. Warna hitam, keluaran tahun 2003 tapi barangnya istimewa, mintanya 7,5 juta nego.
bagaimana, minat?

Petruk: Ah nggak kok , Cuma mau minjam buat beli nasi goreng di gang depan..

Gareng: “@$$%@&..!!”


5. Cerita Lucu Menipu Para Makelar

Hari tersebut adalah hari pertama sejak Ateng sembuh dari sakit. Dia sedang berpikir keras karena pada saat sakit dia pernah berjanji pada tuhan jika dia sembuh dia akan menjual keledainya seharga 200 dinar. Pada saat itu harga keledai sangat tinggi berkisar diharga 1000 dinar. Tapi karena ketaatannya pada tuhan dia segera pergi ke pasar sambil berteriak.

Ateng: “Siapa yang mau beli. Aku jual keledaiku seharga 200 dinar.”

Para makelar pun berdatangan. Beberapa dari mereka bahkan langsung mengeluarkan uang 200 dinar.

Ateng: “Tunggu dulu, jika ingin membeli keledai ini kalian juga harus membeli kucing diatas nya
seharga 800 dinar”


6. Cerita Lucu Kesuksesan Makelar

Hari ini Pak Semar dan ketiga rekan kerjanya, Pak Petruk, Pak Gareng dan Pak Mono serta masing-masingn keluarga mereka, datang ke sebuah restauran ternama untuk makan malam dalam rangka merayakann keberhasilan project terbaru di perusahaan Pak Semar.

Namun sebelum acara makan malam dimulai, mereka sengaja berbincang-bincang dan mengambil waktu santai sejenak. Mereka pun membicarakan banyak hal mulai dari dunia bisnis hingga kehidupan anak-anak mereka. Dan begitu obrolan berpindah membicarakan anak mereka masing-masing, suasana menjadi cukup serius.

Pak Semar: “Anak saya, Ken, dulu ia hanyalah seorang asisten dosen yang cenderung kuper dan tidak terkenal di kampus. Namun sekarang saya bangga karena kini ia dapat membangun sebuah universitas bertaraf Internasional.”

Pak Petruk: “Bapak-bapak sekalian tahu? Anak saya yang bernama Dani itu dulunya seorang sales mobil. Tapi sekarang ia sudah berhasil mempunyai lebih dari 10 showroom mobil di Jakarta. Dan semua itu belum terhitung dari cabang-cabang yang ada di daerah lain. Bahkan ia memberikan tiga buah mobil kepada teman dekatnya.”

Pak Gareng: “Saya bangga mempunyai anak seperti Edi. Perjuangannya meniti karier benar-benar patut dicontoh untuk siapapun! Tujuh tahun yang lalu Edi bekerja sebagai makelar rumah, tapi sekarang ia sudah mempunyai tiga buah rumah besar di bilangan Pondok Indah dan memberikan satu rumah besar untuk teman dekatnya.”

Tak lama setelah Pak Gareng selesai bercerita, suasana menjadi sepi. Pak Semar dan yang lainnya pun
memanggil Pak Mono karena sedari tadi ia hanya diam.

Pak Semar: “Kenapa Anda tidak ceritakan kesuksesan anak Anda?”

Pak Mono: “Saya sebenarnya malu menceritakan tentang anak lelaki saya satu-satunya itu. Ya, bapak- bapak semua tahu bahwa pekerjaan anak saya hanyalah seorang pegawai salon yang terlihat cenderung feminin. Saya juga tidak bangga untuk menceritakan kepada bapak-bapak sekalian bahwa ternyata anak saya penyuka sesama jenis. Tapi biarpun begitu, saya bangga karena ketiga pacarnya telah memberikan dia satu buah mobil, satu buah rumah sekaligus membiayainya kembali menimba ilmu disebuah universitas bertaraf internasional.”

Kemudian Pak Semar, Pak Petruk dan Pak Gareng saling diam bertatap-tatapan

Tinggalkan Balasan