11 Cerita Lucu Tentang Tangan Yang Lucu Abis

Kumpulan Cerita Lucu Tentang Tangan – Cerpen lucu atau cerita pendek lucu berikut ini dijamin membuat Anda tertawa. Silahkan disimak, dibaca lalu kemudian tertawa ngakak. Cerita lucu ini merupakan kumpulan cerpen lucu terbaru bertema Tangan yang disarikan dari berbagai sumber yang sudah diuji kelucuannya.

Artikel cerita humor terbaru ini didalamnya terdiri dari cerita2, kisah2, kalimat2 dan kata2 lucu berkaitan dengan Tangan yang disatukan menjadi sebuah kumpulan humor lucu dan cerita lucu yg bikin ngakak terpingkal-pingkal. Semoga Anda menikmati, terhibur dan menangis tertawa setelah membaca cerita lucu singkat, ataupun cerita lucu panjang yang kami sajikan berikut ini.

11 Kumpulan Cerita Lucu Tentang Tangan Yang Lucu Abis

1. Cerita Lucu Tangan: Jumlahkan Apel Ini

Guru: “Mono, jika saya memiliki delapan apel di tangan kanan saya dan sepuluh apel di tangan kiri saya, berapa apel saya punya?”

Mono: “Nggak tahu pak. Yang pasti, bapak punya tangan yang sangat besar.”


2. Cerita Lucu Gara-gara Acungkan Tangan

Ateng diminta ibunya agar lebih aktif di sekolah dengan mengacungkan tangannya setiap ada pertanyaan dari gurunya.

Ibu: “Teng, kamu harus aktif di sekolah. Apapun pertanyaan guru, pokoknya acungin tangan kamu.”

Ateng: “Apapun, Bu?”

Ibu: “Ya. Setidaknya guru kamu akan melihat usaha kamu.”

(Keesokan harinya, sepulangnya dari sekolah Ateng ditanyai oleh ibunya).

Ibu: “Gimana, Nak?”

Ateng: “Ateng sudah coba bu tapi yang ada tadi Ateng dihukum berdiri di depan kelas dari pelajaran pertama sampai terakhir.”

Ibu: “Loh emangnya guru kamu tanya apa?”

Ateng: “Siapa yang ambil uang yang ada di meja. Ingat kata Ibu, Ateng acungin tangan. Ehh, tahunya Ateng malah dihukum.”

Ibu: “??”


3. Cerita Lucu Tangan Penuh Tattoo

Suatu hari Ayah Gareng mengundang teman masa SMA untuk makan malam. Temannya itu adalah bekas preman dan seluruh tubuhnya dipenuhi dengan tattoo. Gareng, yang masih kelas 5 SD, beserta ayah ibunya duduk satu meja makan saat itu.

Sejak tamu datang, Gareng tidak pernah melepaskan pandangannya dari tangan teman ayahnya yang penuh tato itu. Dari matanya terlihat seakan-akan dia menyimpan tanda tanya besar.

Ateng: (Dengan penuh kesopanan) “Maaf ya, Om. Apakah ibunya Om nggak pernah memberi kertas untuk menulis dan menggambar?”


4. Cerita Lucu Cara Membuat Sarung Tangan Karet

Seorang dokter gigi sedang memasang gigi pada seorang wanita tua dengan menggunakan sarung tangan karet.

Dokter: “Tahu nggak bagaimana cara orang membuat sarung tangan karet?”

Wanita Tua: “Tidak.”

Dokter: “Begini caranya, Di suatu desa terpencil ada sebuah bangunan yang berisi sebuah tangki besar berisi karet cair. Lalu penduduk desa itu berbaris menuju tangki dan mencelupkan tangan mereka ke dalam tangki itu. Setelah kering, mereka mengeletek karet itu dari tangan mereka dan memasukkan sarung tangan karet itu ke dalam sebuah kantong besar. Kemudian mereka kembali berbaris ke tangki itu seperti semula.”

Wanita Tua: (Tidak bereaksi. Namun beberapa saat kemudian, tertawa terbahak-bahak, sehingga proses pemasangan gigi dihentikan).

Dokter: “Kenapa?”

Wanita Tua: “Tiba-tiba terpikir oleh saya cara pembuatan kondom!”


5. Cerita Lucu Lupa Rem Tangan

Petruk, yang sedang dimabuk asmara dengan pacarnya RatmiB29, mengebut mobilnya di suatu jalan bebas hambatan. Kedua tangan mereka bergenggaman erat.

Petruk: “Kita indehoy yuk!”

RatmiB29: “Kau gila! Tapi dimana?”

Petruk: “Kita menepi saja dan parkir.”

RatmiB29: “Di jalan ini kan tidak boleh parkir.”

Petruk: “Gampang! Aku ada akal. Kita pacaran di bawah mobil. Kakiku akan kukeluarkan sehingga orang menyangka aku sedang memperbaiki mobil yang rusak. Okey!”

RatmiB29: (Tersenyum sambil mengangguk setuju).

Lalu bercintalah mereka dengan seru di bawah mobil, sampai seorang polisi menendang-nendang kaki Petruk.

Polisi: “Apa yang sedang kau lakukan?”

Petruk: “Mobilku rusak, nih!”

Polisi: “Ehm! Kau seharusnya memasang rem tangan dulu. Mobilmu baru saja meluncur ke jurang di depan sana..”


6. Cerita Lucu Tulisan Tangan Sang Ayah

Guru: “Mono mengapa pekerjaan rumah kamu mirip dengan tulisan tangan ayahmu?”

Mono: “Saya menggunakan pena ayah saya.”


7. Cerita Lucu Tangan Salah Nurunin Resleting

Nunung seorang wanita dewasa pegawai sebuah kantor swasta asing pagi itu mau berangkat kerja dan lagi menunggu bus kota di mulut gang rumahnya. Seperti biasa pakaian yang dikenakan cukup ketat, roknya semi-mini, sehingga bodinya yang seksi semakin kelihatan lekuk likunya.

Bus kota datang, Nunung berusaha naik lewat pintu belakang, tapi kakinya kok tidak sampai di tangga bus. Menyadari keketatan roknya, tangan kiri menjulur ke belakang untuk menurunkan sedikit resleting roknya supaya agak longgar.

Tapi, ouhh, masih juga belum bisa naik. Ia mengulangi untuk menurunkan lagi resleting roknya. Belum bisa naik juga ke tangga bus. Untuk usaha yang ketiga kalinya, belum sampai dia menurunkan lagi resleting roknya, tiba-tiba ada tangan kuat mendorong pantatnya dari belakang sampai Nunung terloncat dan masuk ke dalam bus. Lalu Nunung melihat ke belakang ingin tahu siapa yang mendorongnya, ternyata ada pemuda gondrong yang cengar-cengir melihat Nunung.

Nunung: “Hei, kurang ajar kau. Berani-beraninya nggak sopan pegang-pegang pantat orang!”

Pemuda: “Yang nggak sopan itu situ, Mbak. Masak belum kenal aja berani-beraninya nurunin resleting celana gue.”


8. Cerita Lucu Tangan: Preman Dan Ustad

Satu ketika preman (Bagong) yang paling di takuti di kampung datang ke seorang ustad.

Bagong: “Pak Ustad, saya mau toba, gimana caranya?”

Ustad: “Alhamdulillah, akhirnya lu tobat juga gong. Ya udah lu tinggalin semua kemaksiatan, ikuti perintah Nya dan jauhkan semua larangan Nya.”

Bagong: “Tapi pak ustad, ada satu orang yg ingin dia bener bener maafkan saya, yaitu ibu saya. Saya telah banyak menyakiti ibu saya. Tolong kasih tahu saya pak ustad.”

Ustad: “Ya udah, gini aje. Ntar kan lu pulang tuh, sampe di rumah lu cuci tuh kaki ibu lu, trus air bekas cuciannye lu minum. Kebanyakan orang orang dulu begitu.”

Bagong: “Makasih pak ustad!” (sambil mencium tangan).

Seminggu kemudian pak ustad ketemu lagi sama Bagong. Mereka berjalan barengan menuju ke masjid yg sama untuk sholat isya.

Ustad: “Gimane udah lu laksanain apa yg gue kasih tau?”

Bagong: “Udah pak ustad.”

Ustad: “Terus gimana hati lu, lebih tenangkan?”

Bagong: “Hati saya lebih tenang pak ustad, cuma saya di opname 3 hari di RS.”

Ustad: “Kok bisa gitu?”

Bagong: “Gini ceritanye, seminggu setelah saya bertemu pak ustad saya langsung pulang kerumah untuk bertemu ibu saya, namun ibu saya ternyata gak ada dirumah jadi saya tunggu aja beliau di depan rumah sambil meletakkan baskom berisi air di samping saya.”

Ustad: “Terus?”

Bagong: “Nah, setelah saya tunggu beberapa lama, akhirnya ibu saya pulang. Langsung saya sambut dan saya cium tangannya. Saya dudukan ibu saya di kursi yg telah saya persiapkan. Awalnya saya ragu untuk melakukan apa yg ustad suruh, tapi karena tekad sudah bulat saya tetap laksanakan walaupun akhirnya ibu saya marah marah.”

Ustad: “Kenapa ibu kamu marah?”

Bagong: “Ternyata saat itu ibu pulang dari sawah dan ibu mampir dulu ke pasar ikan yang becek karena habis hujan, terus kaki ibu juga sempat masuk got karena licin. Nah, saat menuju kerumah ibu gak sengaja nginjek tai kebo yang masih anget. Makanya awalnya saya ragu karena air bekas cuciannya hitam dan banyak serabutnya. Tapi karena udah niat yaa saya minum aja.”

Ustad: (Tertawa terpingkal pingkal hingga wudhunya batal karena yang bawah ikut tertawa (kentut)) “Kenapa lu gak cuci dulu tuh kaki ibu? Kalo udah bersih baru dah.”

Bagong: “Ahh! Ustad nya gak ngomong! (sambil berjalan lebih cepat kearah masjid).


9. Cerita Lucu Jam Tangan Baru

Mono baru saja menerima gaji pertamanya dari tempat dia bekerja dan dia baru saja membelanjakannya dengan membeli sebuah jam tangan bermerek tapi malang belum ada seminggu dia memakainya jam tangan tersebut rusak. Kemudian dia pergi ke toko jam untuk memperbaiki jam tangannya. Setelah melihat tingkat kerusakannya, si pemilik toko menanyakan tentang harga jam itu.

Pemilik Toko: “Berapa kau beli jam tangan ini?”

Mono: “Satu.”

Pemilik Toko: “Maksud saya berapa harganya?”

Mono: “4 juta rupiah.“

Pemilik Toko: “Berarti kau telah ditipu, ini jam tangan palsu, bukan asli. Di mana kau beli?”

Mono: (Dengan perasaan marah) “Di sinilah!“


10. Cerita Lucu Tepuk Tangan

Seorang pejabat pusat saat datang ke daerah disuguhi hiburan musik. Artis pertama muncul, cantik tp suaranya pas2an. 50% hadirin tepuk tangan. Artis ke 2 naik, wajahnya jelek, tapi suaranya bagus. 65 % hadirin tepuk tangan. Artis 3 muncul, suaranya jelek, wajah pun gak cantik 100% hadirin tepuk tangan.

Pejabat Pusat: (Bingung) “Aneh yah suara jelek, wajah gak cantik, mana badannya gembrot, tp hadirin tepuk tangan semua.”

Bupati: “Ya pak, dia istri saya.”


11. Cerita Lucu Tangan: Pamer Teknologi

3 Orang tengah terdiam menikmati kehangatan sauna, yaitu orang dari Amerika, Jepang dan Indonesia. Keheningan didalam ruangan sauna dipecahkan oleh bunyi, bip, bip, bip.. Orang Amerika membuka telapak tangan kirinya, dan membaca tulisan yang tertulis ditelapak tangannya itu. Dua rekan se ‘sauna’ nya dengan kagum melihat tulisan yang muncul ditelapak tangan orang Amerika tersebut.

Orang Amerika: “Oh, telapak tangan saya telah ditanamkan chips, saya dapat langsung menerima pesan SMS tanpa alat, SMS nya langung tampil ditelapak tangan saya.”

Ketika melihat kedua rekannya bengong. Sesaat kemudian terdengar dering telepon, orang Jepang mengangkat tangan kanannya, jempol didekatkan ke telinga sedangkan jari kelingking kebibirnya,

Orang Jepang: “Oh maaf, saya terima telepon dulu, tangan saya sudah berisi chips, saya dapat menerima dan berbicara melalui 2 jari saya tanpa menggunakan HP.”

Melihat semua itu, orang Indonesia mulai gugup, Apa yang bisa saya tunjukkan untuk mengalahkan orang orang ini? pikirnya. Karena stress, keinginannya untuk buang air besar tidak tertahankan lagi. Usai buang air, dia kembali lagi ke ruang sauna, tetapi karena tidak biasa membasuh bokongnya dengan kertas toilet, seuntai kertas toilet masih berjuntai di belahan bokongnya. Dengan keheranan orang Jepang dan orang Amerika menunjuk ke untaian kertas ‘sisa’.

Orang Jepang dan Amerika: “Kertas apa itu yang tergantung dibokong anda?”

Orang Indonesia: “Oh maaf, saya baru terima Fax.”