3 Cerita Lucu Humor Upacara Yang Keren Abis

Kumpulan Cerita Lucu Tentang Upacara Terbaru – Anda penggemar cerita lucu? Ingin membaca cerita pendek paling lucu yang konyol, gokil, dan kocak? riajenaka.com tempatnya. Koleksi cerita humor disini terdiri dari beragam topik yang bisa membuat Anda tertawa lebih ngakak dari sebelumnya. Setiap terbitan artikel cerita lucu humor hanya disajikan dalam satu tema supaya Anda lebih puas dan terhibur.

Posting terbaru kali ini mengupas cerita lucu Upacara. Silahkan disimak dengan baik dan siapkan ekstra energi untuk tertawa setengah mati. Kumpulan cerita lucu banget tentang Upacara dikumpulkan dari berbagai sumber gokil cerita pendek lucu. Tentunya cerita humor Upacara paling lucu yang dipilih sudah lulus uji standar kelayakan ngakak dan konyol minimum yang disyaratkan oleh pemerintah. Akhir kata, selamat menikmati cerita lucu gokil bikin ngakak dibawah ini.

3 Cerita Lucu Humor Upacara Yang Keren Abis

1. Cerita Lucu Saat Upacara Bendera

Dihari senin seperti biasanya salah satu sekolah mengadakan upacara bendera. Meskipun hujan mengguyur, mereka tetap melaksanakan upacara bendera. Setelah tiba tugas sang pemimpin upacara untuk melapor ke pembina, pemimpin upacara pun melapor.

Pemimpin: “Lapor upacara hari ini segera dilaksanakan. Laporan selesai!”

Pembina: “Kembali ketempat!”

Pemimpin: “Disini saja pak!!”

Pembina: “Kembali ketempat!”

Pemimpin: “Disini saja pak!!”

Pembina: (Bingung dengan jawaban sang pemimpin) “Kenapa tidak mau kembali ketempat?”

Pemimpin: “Maaf pak!! dibelakang becek.”

Pembina: “!$@#%..”


2. Kisah Lucu Upacara: Tidak Hafal Pancasila

Bagong mendapat tugas membacakan Teks Pancasila saat upacara Hari Kemerdekaan 17 Agustus. Saat map dibuka ternyata bukan Teks Pancasila melainkan Teks Proklamasi. Mencoba mengatasi situasi, Bagong mulai melafalkan butir-butir Pancasila di luar kepala.

Satu, Ketuhanan yang Maha Esa.

Dua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

Tiga, Persatuan Indonesia.

Empat, (lupa)

dan 5 tidak ada perubahaan.


3. Kisah Lucu Upacara: Mantan Jawara

Setahun sekali, di desa itu berlangsung upacara Hari Kemerdekaan, tepat di setiap 17 Agustus. Kali ini, pemimpin upacara adalah Pak Lurah yang baru dilantik. Sebelumnya, ia dikenal sebagai jagoan kampung, yang meskipun matanya melotot, tetapi tak bisa membaca.

Namun sebagai pejabat baru, tentu Pak Lurah kita ini tetap jaim (jaga image). Dengan percaya diri, ia menyampaikan pidato pengantar kemerdekaan untuk mengheningkan cipta (baca doa). Begini pidatonya:

“Para hadirin sekaligus! Mari kita membacakan mantra-mantra… Untuk mengenang para pahlawan yang mampus melawan Belanda. Seperti si pitung, Jaka Sembung, dan si Hantu Dari Goa Buta.”

loading...