5 Cerita Lucu Penggaris Yang Lulus SNI

Kumpulan Cerita Lucu Tentang Penggaris – Cerpen lucu atau cerita pendek lucu berikut ini dijamin membuat Anda tertawa. Silahkan disimak, dibaca lalu kemudian tertawa ngakak. Cerita lucu ini merupakan kumpulan cerpen lucu terbaru bertema Penggaris yang disarikan dari berbagai sumber yang sudah diuji kelucuannya.

Artikel cerita humor terbaru ini didalamnya terdiri dari cerita2, kisah2, kalimat2 dan kata2 lucu berkaitan dengan Pipa yang disatukan menjadi sebuah kumpulan humor lucu dan cerita lucu yg bikin ngakak terpingkal-pingkal. Semoga Anda menikmati, terhibur dan menangis tertawa setelah membaca cerita lucu singkat, ataupun cerita lucu panjang yang kami sajikan berikut ini.

5 Kumpulan Cerita Lucu Tentang Penggaris Yang Lulus SNI

1. Cerita Lucu Pinjam Penggaris

Bu guru: “Ateng kamu bawa penggaris gak? Ibu pinjem donk!”

Ateng: “Enggak bawa bu!”

Bu guru: “Duh gimana sih? Terus pake apa dong mengukur kedalaman cinta kita?”

Ateng: “Aiihmaak?” (mimisan).

Gareng: “Tak pernahkah kau sadari akulah yang kau sakiti hiks..” (cemburu berat)


2. Cerita Lucu Penggaris: Gak Pake Celana Dalam

Ada seorang Guru SMA. Pulang ngajar, dia langsung ngadu ke suaminya.

Bu RatmiB29: “Pa, tadi dikelas tumben-tembennya, Rudy, Khrisna, Ilham, Hendra bolak-balik jatuhkan barangnya didepan aku duduk. Ya pensil, ya penggaris lah, ya buku juga. Terus-terusan dijatuhin, lalu diambil lagi..”

Suami: “Hati-hati Ma.. Itu pasti akal-akalan aja, mereka mau liat celana dalammu.”

Bu RatmiB29: “Tuuhh kan.. aku juga berpikiran begitu pak.. Untung deh hari ini aku gak pakai celana dalam! Sukurin mereka gak bisa liat celana dalamku.”

Suami: ”Mamaaaah!!”


3. Cerita Lucu Ngukur Pake Penggaris

Mono seorang mahasiswa salah satu Perguruan Tinggi Teknik ternama di Jakarta yang berasal dari Desa Bojong Enyod, suatu daerah di pinggiran Bandung. Dan pada suatu kesempatan liburan panjang kuliah, pulanglah ia ke desanya.. Keesokan pagi setelah ia sampai di rumahnya dan beristirahat malamnya, sang ayah, Pak Semar memanggil Mono yang baru saja mandi dan membersihkan diri.

Pak Semar: “Mono! Sini sebentar, bantu Bapakmu ya!”

Mono: “Baik, Pak! Apa yang bisa saya lakukan?” (Sambil mendekati Bapaknya dengan penuh hikmat dan patuh).

Pak Semar: “Bapak minta tolong ambilkan penggaris dan tangga bambu di samping rumah kita ya, Mon!”

Mono: “Baik, Pak!” (Sambil berlari bergegas mengambil dua peralatan yang diminta Bapaknya itu).

Setelah mendapatkan apa yang ia cari, penggaris kayu dan tangga bambu ia serahkan kepada Bapaknya. Kemudian berjongkok di tempat Bapaknya sedang bekerja, bersiap menunggu perintah selanjutnya dari Sang Bapak. Sambil menunggu, Mono memperhatikan gerak-gerik Bapaknya yang sedang memegang-megang sebatang bambu ‘gombong’ yang lumayan panjang dan berusaha memberdirikannya. Selanjutnya, setelah bambu berdiri tegak,

Pak Semar: “Mono! Tolong pegang tangganya kuat-kuat jangan sampe oleng, nanti Bapakmu jatuh! Dan sekalian bawa sini penggaris kayunya!”

Mono: “Memangnya Bapak mau apa, memberdirikan bambu, terus naik tangga sambil bawa-bawa penggaris segala?” (agak heran).

Pak Semar: (Dengan suara bijaksana) “Kalo Bapak bawa penggaris untuk apa coba? Ya pasti buat ngukur dong! Bapak mau ukur tinggi bambu ini, Mono si pinter anakku sayang!”

Mono: “Ng, ng, ng, gini, Pak! Bukannya Mono mau bantah ya! Bukannya lebih gampang ngukurnya kalo bambu itu ditidurkan saja, Pak?”

Pak Semar: (Dengan senyum ala seorang Bapak yang bijaksana hanya berujar pelan dengan ‘sedikit menyindir’) Monooo, anak Bapak! 3 tahun kuliah di Jakarta masiiih juga belum dapet ilmunya! Bapak itu mau ngukur TINGGI bambunya, bukan mau ngukur PANJANG bambunya, Onyoood!”

Mono: (Nelen air liur sampe 3 glekan, nggak bisa ngebantah, hanya bisa diem seribu satu bahasa).


4. Cerita Lucu Penggaris: Anak Pelupa

Seperti biasanya, Ateng yang duduk di kelas 5 SD minta izin kepada ayahnya untuk pergi ke sekolah.

Ateng: “Pak, saya ke sekolah dulu ya?”

Bapak: “Iya, berangkat sana! jangan ada yang lupa! Eh,, celana kamu mana? kenapa nggak dipakai?”

Ateng: “Oh iya! pak, saya lupa pakai celana..”

Bapak: “Dasar pelupa!” (sambil marah-marah).

Keesokan harinya Ateng mau berangkat ke sekolah, seperti biasa ia minta izin.

Ateng: “Pak, saya mau ke sekolah dan hari ini sudah tidak ada lagi yang ketinggalan.”

Bapak: “Yakin? Lalu buku gambarmu mana?”

Ateng: “Oh iya! saya lupa pak!”

Bapak: “Kamu ini! masih kecil saja sudah pikun, bagaimana kalau gede nanti?” (sewot).

Keesokan harinya Ateng minta izin lagi pada bapaknya.

Ateng: “Pak, hari ini saya mau berangkat ke sekolah dan semuanya sudah komplit, mulai seragam sekolah, tas, sepatu, buku gambar dan penggaris semuanya udah oke pak.. Tidak ada yang lupa lagi.”n(dengan nada yakin dan penuh percaya diri).

Bapak: (Dengan iba-tiba ‘PLAKK!!!’ memukul ateng dari belakang). “Dasar pelupa! ini hari minggu tahu!”


5. Gombalan Lucu Tentang Penggaris

Cowok: “Sayang ,kamu punya penggaris gak?”

Cewek: “Ada, emang buat apa sayang?”

Cowok: “Buat menggariskan cinta aku di hati kamu sayang.”

Cewek: “Hahahaha..”