14 Cerita Hantu Lucu Yang Bikin Ketawa

11. Cerita Lucu Hantu Buto Ijo Pemarah

Saat saya kemah bersama teman-teman di sebuah hutan yang entah apa namanya, yang mungkin termasuk kedalam salah satu hutan paling indah dan sejuk dari desaku, dan paling menakutkan dari semua hutan di seluruh desa. Kita pergi kemah ke sana dengan tujuan untuk menikmati hari libur sekolah, tetapi berakhir mengerikan, karena ada banyak keganjilan-keganjilan yang aneh dan misterius.

Jam 12.30 Siang, saat kami bersiap-siap memulai pejalanan. Kami semua menyiapkan makanan, pakaian, minuman dan terutama celana dalam biggrin, dan bermodal sebuah mobil bus. Sayapun memperlihatkan foto-foto tempat kita kemah ke semua teman-teman yang berjumlah 15 orang.

Petruk: “Eh bro kita bener mau kemah di tempat serem kayak gini?”

Aku: “Ya iyalah?”

Gareng: “Tapi inikan tempatnya serem banget, gue aja jadi merinding hebat kalo begini!”

Aku: “Tapi, cewek-cewek di desa ini hampir cakep-cakep semua loh..”

Ateng: “Ah masa, di tempat serem kayak gini mana ada cewek cakep? paling juga ada kunti doang.”

Aku: “Yang jomblo dengerin aje deh..

Karena sudah siap semua kamipun langsung berangkat. Jam 14.29, perjalanan emang cukup jauh, dan kayaknya kita juga nyasar. Akupun nyuruh si Bagong untuk bertanya kepada orang tua yang sedang duduk di perempatan jalan, karena kita tidak tau jalan menuju hutan tempat kita kemah.

Bagong: “Numpang tanya kek.. kalo jalan menuju hutan tempat kemah kayak gini di mana ya?” (sambil memperliatkan foto tempat kemah).

Kakek: “Ehh.. Kalo itu tidak kenal!”

Bagong: “Ehhh maaf, itu foto pacar saya, maksudnya yang foto yang ini.” (tukar foto).

Kakek: “Oh itu saya tau.. Tapi apakah kamu yakin akan kemah disini?” (dengan serius).

Bagong: “Kita serius kek!”

Kakek: “Saran saya sebaiknya kalian jangan menggoda perempuan disana apa lagi sampai jadi pacar.. nantimalah berakibat fatal?”

Bagong: “Ba.. baik ke, tapi jalan ke hutan itu bisa di jelasin.” (sambil nelan ludah).

Kakek itupun memberi tahu jalan ke hutan tempat kita kemah. aku dan semua teman-teman ku tak percaya dengan saran si kakek, karena menurut saya tahayul. jam 17.58, kitapun sampai disana, dan di lanjut sholat maghrib dan yang jadi imam si Gareng. Jam 19.13, suasana di tengah hutan sangat sepi di tambah angin yang sangat dingin, tetapi kami sama sekali tidak merasa takut karena ditemani api unggun dan bernyanyi bersama-sama, kayak orang gile.

Aku: “Petruk, nanti pagi kita liat-liat cewek disini sekalian kita godain..”

Kamipun sepakat untuk lihat cewek-cewek di desa ini nanti pagi. tiba-tiba ada angin kencang yang menyambar tidak seperti biasanya, si Ateng kayak melihat hantu dan katanya ada bayangan hijo, besar dari kejauhan, dan kamipun masuk kedalam tenda masing-masing dan tidur. Malam berikutnya, sesudah mereka godain cewek-cewek di sana, merekapun menceritakannya..

Ateng: “Gile gue dapat 2 kenalan cewek baru coy.”

Gareng: “Gue langsung dapat pacar baru.”

Petruk: “Gue langsung dapat 2 pacar.”

Bagong: “Gue sih malah dapat janda tua.”

Mono: “Gue dapat yang wajahnya mirip syahrini” (dan lain-lain).

Tiba-tiba terdengar suara geraman yang keras yang sangat jelas dan menakutkan yang membuat suasana menjadi hening dan menakutan. Suaranya semakin lama semakin dekat dan semakin jelas. suasana berubah menjadi sepi, hening, dan menakutkan. Suara geraman menakutkan itu semakin keras saja dan tiba-tiba!! “AAA.. AAA..!!” Ada sesosok manusia tinggi yang bergigi tajam, bertanduk, berkulit hijau, yang sering di namakan Buto ijo. Serentak kami ketakutan dan berkumpul di satu titik.

Buto Ijo: “KALIAN TAU, BAHWA DI DAERAH INI TIDAK BOLEH ADA ORANG YANG MENGGODA PEREMPUAN DI SINI!! HEHH..”

Aku: (Kamipun menyesal tidak mendengar kata kakek tua waktu itu) “Ma.. Ma.. Maafkan kami.”

Buto Ijo: “KALIAN TAU KENAPA TIDAK BOLEH ADA YANG MEMGGODA PEREMPUAN DI SINI?”

Aku: “Sungguh kami tidak tau apa-apa? Aku mohon maafkan kami.”

Buto Ijo: “BAIKLAH, PERMINTAAN MAAF KALIAN AKU TERIMA.. TAPI DENGAN 1 SYARAT?”

Aku: “Syarat apapun akan kami lakukan, asal lepaskan kami..”

Buto Ijo: “SYARATNYA ADALAH; Ajari aku cara menggoda perempuan dong, aku bosen ngegalau terus nih!”

Aku dan teman-teman terkejut, dan bilang WOW sambil koprol.. gitu!!


12. Cerita Lucu Diatas Hantu Masih Ada Hantu

Siapapun yang berjalan melintasi kuburan di malam buta pasti merinding dan was-was, takut diganggu hantu. Kecuali wanita cantik ini. Berpakaian rok mini dan T-shirt ketat, ia malah berjalan melenggak-lenggok sambil bersenandung. Mendadak, sesosok makhluk muncul di hadapannya. Tubuh makhluk itu terbungkus kain kafan putih dari ujung kepala sampai ujung kaki yaitu Pocong.

Pocong: (Dengan wajah busuknya mendekat, disusul raungan paraunya) “GWRAAAH!!”

Wanita: (Dengan ekspresi wajah yang tak berubah sama sekali) “Aah, biasaa!” (sambil manja).

Pocong: (Melongo) “Kok bisaa?”

Wanita: “Ya, tentu saja! Karena aku.. bukan manusia.”

Tiba-tiba asap tebal melingkupi tubuh wanita itu. Saat asap hilang, tampaklah sosok wanita yang tengkurap di tanah, berkulit pucat kebiruan dengan rambut hitam melingkupi wajahnya. Si pocong mengenali pakaian putih yang dikenakan wanita itu seketika.

Pocong: “Suster Ngesot..”

Suster Ngesot: “Tebakan tepat. Selain bisa meluncur di tanah seperti belut, aku juga bisa memberimu kejutan… BHAAAAHH!!” (Secepat kilat Suster Ngesot melontarkan diri dari tanah, berteriak tepat di wajah “korban”-nya. Ekspresi wajahnya tak kalah menyeramkan dari si pocong).

Pocong: (Terlontar dan jatuh berguling-guling seperti bantal guling).

Suster Ngesot: (Dengan pongahnya dan bertolak pinggang) “Bagaimana? Jelas aku lebih menyeramkan darimu, bukan?”

Pocong: (Dengan susah payah merayap seperti ulat dan mendekat) “Oh, mau main kejutan? Kalau begitu aku juga bisa.”

Tiba-tiba si pocong melontarkan tubuh ke arah Suster Ngesot. Tiba-tiba kain kafannya tercabik-cabik dan tercerai-berai di udara. Lalu sosok asli si pocong, makhluk merah kurus bertanduk satu muncul yaitu Dedemit.
Dedemit: (Dengan rahang yang menganga, menampilkan deretan taring yang panjang. Ia menerkam dan meraung tepat di depan wajah Suster Ngesot). “WHREEAAHH!”

Suster Ngesot: “Aack!” (Tubuhnya terlontar lalu meluncur di tanah. Ini jelas lebih mengerikan ketimbang saat bokongnya ditendang satpam apartemen. Sesaat kemudian Suster Ngesot bangkit dan terhuyung, pusing tujuh keliling). “Aku belum kalah! Berubah!” (Ia kini tampak mengenakan baju putih yang memanjang sampai ke tumit, dengan rambut terurai berantakan. Inilah hantu wanita yaitu kuntilanak).

Kuntilanak: (Dengan rahang memanjang sampai selutut, wajahnya seakan turut meleleh ke bawah. Ia tertawa cekikikan), “WHUHIHIHI!”

Dedemit: (Terpaku, seakan membeku. Di bawah tatapan gaib kuntilanak, ia bergeming, tak mampu bergerak).

Kuntilanak: “Bagaimana, siap menyerah?”

Dedemit: “Belum.. aku.. belum habis! OUAGGH!” (Mengerahkan daya gaib terkuatnya, tubuh si dedemit meraksasa. Sepasang tanduk dan rambut yang sangat panjang mencuat di kepalanya. Deretan taring di mulutnya membesar jadi masing-masing sebesar kepalan tangan). “Inilah hantu raksasa yang melegenda yaitu genderuwo.”

Genderuwo: (Membuka mulutnya lebar-lebar di depan wajah si kuntilanak sambil meraung), “GGRRAAAHHH!!” (Begitu dahsyatnya angin dari raungan itu, semua rambut kuntilanak tanggal hingga kepalanya plontos total).

Kuntilanak: (Karena Tak tahan lagi, langsung lari terbirit-birit, berteriak-teriak gila).

Genderuwo: (Dengan puas, tertawa terbahak-bahak hingga perut buncitnya bergoyang-goyang). “Hahaha, rasakan! Jangan sombong, karena di atas hantu ada hantu!”

Tiba-tiba si genderuwo terkesiap dan lari tergopoh-gopoh. Rupanya ia baru saja melihat makhluk amat kecil yang berwujud seperti bayi, yaitu tuyul. Konon, hantu nakal itu bisa saja keluar-masuk tubuh genderuwo dan menggelitiki raksasa itu sampai puas. Tinggallah si tuyul sendirian, tertawa geli di tengah kuburan.


13. Cerita Lucu Buku Hantu Gentayangan di Bis Malam

Ateng sedang menempuh perjalanan dari Surabaya ke Jakarta dengan menggunakan bis malam. Di tengah perjalanan, saat bis tersebut berhenti di sebuah terminal, seorang kakek tua naik dan menawarkan buku-buku bacaan pada semua penumpang. Sesampainya di kursi Ateng.

Kakek: “Bukunya nak? Ada macam-macam nih. Buku silat, cinta-cintaan, agama, dan lain-lain”.

Ateng: “Ada buku misteri atau horor gak kek?”

Kakek: “Oh suka cerita horor yah? Kebetulan sisa satu. Pas lagi ceritanya. Tentang bis yang ditinggali banyak arwah penasaran. Judulnya ‘Hantu Gentayangan di Bis Malam’. Serem banget pokoknya.”

Ateng: “Boleh juga tuh. Berapa harganya?”

Kakek: “Seratus lima puluh ribu, nak.”

Ateng: “Walah, mahal bener harganya, kek.”

Kakek: “Ya namanya juga buku bagus. Best seller. Semua yang baca buku ini kabarnya sampe syok loh waktu baca endingnya.” (sambil berpromosi ala sales panci).

Ateng pun akhirnya mengalah. Uang seratus lima puluh ribu berpindah tangan. Entah kenapa, tepat pada saat ia menyerahkan uang tersebut ke kakek tua, tiba-tiba terdengar suara petir menggelegar. Angin pun terasa mulaibertiup kencang. Si kakek buru-buru melangkah turun ke bis, namun tiba-tiba berhenti dan menolehkan wajahnya pelan-pelan ke arah Ateng.

Kakek: “Nak, apa pun yang terjadi, harap jangan buka halaman terakhir ya. Ingat, apapun yang terjadi. Kalau tidak nanti kamu akan menyesal dan saya tidak mau bertanggung jawab.”

Jantung Ateng berdegup kencang. Saking takutnya, ia sampai tidak mampu menganggukkan kepala hingga akhirnya si kakek turun dari bis dan menghilang ditelan kegelapan. Singkat cerita, dua jam kemudian, sekitar pukul satu malam, Ateng selesai membaca seluruh buku tersebut. Kecuali halaman terakhir tentunya.

Dan memang benar seperti yang dikatakan si kakek penjual, buku itu benar-benar menegangkan dan menyeramkan. Di luar bis yang melaju kencang, hujan turun dengan derasnya. Kilat menyambar bergantian dan terkadang terdengar suara guruh yang menggelegar. Sejenak Ateng melihat berkeliling dan ternyata semua penumpang sudah terlelap. Bulu kuduknya terasa merinding.

Ateng: “Baca halaman terakhirnya gak yah?”, (pikirnya bimbang. Antara penasaran dengan rasa takut berbaur menjadi satu. Di luar jendela malam tampak makin gelap). “Ah sudahlah, sekalian aja. Nanggung!”

Dengan tangan gemetar ia pun membuka halaman terakhir dari buku tersebut secara perlahan.. Dan akhirnya tampak sebuah lembaran kosong dengan sepotong label di bagian pojok kanan atas. Sambil menelan ludah, Ateng membacahuruf demi huruf yang tertulis dengan ukuran huruf sangat kecil:

Hantu Gentayangan di Bis Malam

Terbitan CV. Buku Horror Garing

Harga Eceran Tertinggi: Rp 15.000,-

Ateng: “Kamfrettt..”


14. Cerita Lucu Hantu Waria

Pada suatu malam di pucuk pohon beringin ada setan waria anjrit bernama RatmiB29. Nama aslinya juga sebenarnya Gareng Syaifudin.

RatmiB29: “Eke ni bo dulu mati gara gara hal yang aneh bo..”

Omas: “Ah bener jeng?”

RatmiB29: “Iya bo, eke dulu waktu hidup masih laki, tapi setelah ketemu temen ane yg banci, ana jadi bencong bo.”

Omas: “Tragis banget sih kamu jeng?”

RatmiB29: “Iya nih bo, eke dulu setelah itu. Eke jadi pengamen bo. Nah terus eke muter muter lalu eke mau nyebrang jalan tol pas ada bis ngenabrak eke dikit.”

Omas: “Jadi gara gara itu kamu mati?”

RatmiB29: “Belum bo, gara gara ketabrak, ganjelan payudara eke lepas dan ilang deh bo. Untung aja supirnya bertanggung jawab, dia ncari sampe 2 hari dan gak ketemu. Lalu dia suruh eke pake ganjelan bola sepak plastik bo.”

Omas: “Wah saya ganjelan nya buah kelapa jeng.” (dengan bangga).

RatmiB29: “Biarin, emang gue pikirin? Eh setelah itu ane ketabrak orang marathon lalu eke mati bo.” (dengan sedih).

Omas: “Sadis kamu ya, eh mbak kuntilanak sama pocong mana?”

RatmiB29: “Gak tau eke bo, eh kita jadi hantu kok ngegosip ya? Kampret kita ya?”

mereka pun ngegosip dimalam jumat dengan bahagia.

loading...