4 Cerita Lucu Humor Kebun Gokil Abis

Kumpulan Cerita Lucu Tentang Kebun Terbaru – Anda penggemar cerita lucu? Ingin membaca cerita pendek paling lucu yang konyol, gokil, dan kocak? riajenaka.com tempatnya. Koleksi cerita humor disini terdiri dari beragam topik yang bisa membuat Anda tertawa lebih ngakak dari sebelumnya. Setiap terbitan artikel cerita lucu humor hanya disajikan dalam satu tema supaya Anda lebih puas dan terhibur.

Posting terbaru kali ini mengupas cerita lucu Kebun. Silahkan disimak dengan baik dan siapkan ekstra energi untuk tertawa setengah mati. Kumpulan cerita lucu banget tentang Kebun dikumpulkan dari berbagai sumber gokil cerita pendek lucu. Tentunya cerita humor Kebun paling lucu yang dipilih sudah lulus uji standar kelayakan ngakak dan konyol minimum yang disyaratkan oleh pemerintah. Akhir kata, selamat menikmati cerita lucu gokil bikin ngakak dibawah ini.

4 Cerita Lucu Humor Kebun Gokil Abis

1. Cerita Lucu Mencangkul Kebun Untuk Menanam Jagung

Seorang Bapak menulis surat ke anaknya yang menjadi terpidana kasus terorisme.

Bapak: “Nak, bapakmu ini sudah tua. Sekarang sedang musim tanam jagung. Kamu malah ditahan di penjara. Lantas siapa yang akan membantu bapak mencangkul kebun jagung yang luas itu? Bapak nggak kuat kalau mengerjakannya sendirian, Nak.”

Anak: (Membalas surat) “Bapak, saya mohon jangan mencangkul kebun itu sekarang. Sebab, saya sudah tanam banyak bom dan senjata di sana.”

Nah, rupanya surat itu oleh pihak Rumah Tahanan disensor. Hanya selang sehari setelah bapak menerima surat anaknya, datang satu peleton Satuan Anti Teror Densus 88. Tanpa banyak bicara semua semua petugas segera ke kebun jagung dan sibuk seharian mencangkul tanah di kebun tersebut. Tak ada yang terlewatkan sesenti pun.
Setelah seharian mencangkul kebun, Satuan Anti Teror itu pun pergi.

Bapak: (Menulis surat kembali) “Nak, setelah bapak terima suratmu, esoknya datang satu peleton petugas mencari senjata di kebun jagung kita. Mereka mencangkul seluruh kebun, namun tanpa hasil. Apa yang harus bapak lakukan sekarang?”

Anak itu pun membalas surat bapaknya tersebut: “Nah, sekarang Bapak mulai tanam jagung saja. Kan sudah dicangkul sama petugas Densus 88. Jangan lupa, kalau ketemu para petugas itu, ucapkan terima kasih kepada mereka. Jangan lupa juga sampaikan salam dari saya.”


2. Cerita Lucu Kebun Warisan

Mono adalah pengusaha yang melarat. Dia gagal dalam berbisnis karena uang modal yang dikasih sama kakeknya dibuat untuk main judi. Hasilnya, uang tersebut langsung habis dalam sekejap karena saat bermain judi dia juga sering banget kalah. Suatu hari dia mendapatkan telepon dari adiknya dari Amerika.

Adik: “Kakak ada berita buruk kakak!”

Mono: “Berita buruk apa dik?”

Adik: “Kakek kita meninggal kak! Hikz hikz, kakak sebaiknya segera mampir ke rumah, disini beliau udah sekarat dan ingin bertemu dengan kakak langsung katanya. Soalnya kakak kan cucu pertama dari kakek.”

Mono: (Wah mantap banget nih, jangan-jangan si kakek mau bagi-bagi warisan) “Oke dik sekarang juga kakak kesana ya!”

Akhirnya Mono langsung tancap gas naik angkot menuju ke rumah sang kakek, sesampainya disana ternyata semua keluarga sudah pulang dan hanya tinggal dia saja yang belum menjenguk si kakek. Saat masuk ke kamar dia melihat kondisi sang kakek sudah lemas tak berdaya.

Kakek: “Cu akhirnya kamu datang juga. Aku dengar kamu sekarang jadi pengusaha ya Cu.”

Mono: “Iya kek, syukurlah bisnis saya sekarang lancar semua.” (berbohong).

Kakek: “Jadi gini cu, kamu tau gak mengapa kok kakek memanggil kamu?”

Mono: “Gak tau kek, memangnya ada apa kek?”

Kakek: “Karena kamu cucu pertama kakek dan kamu adalah saudara yang paling tertua maka kakek hendak mewariskan sebuah perkebunan yang luas buat kamu. Kakek harap kamu mau memanfaatkannya dengan baik dan benar.”

Dalam hatinya, si Mono berteriak dengan sangat kegirangan. Pada akhirnya dia bisa punya modal lagi nantinya dari warisan kebun yang diberikan oleh sang kakek yang sudah sekarat itu.

Mono: “Jadi mana kek bolpennya? Mana kontrak yang harus saya tanda tangani?” (sudah gak sabar).

Kakek: “Sebentar cu, sebelumnya kakek mau pesan dulu. Di kebun itu kakek sudah punya 10 sapi dan 6 kambing. Terus kakek juga punya 20 babi. Di kolam belakang ada 50 bebek dan tolong semua itu kamu rawat dengan baik ya.”

Mono semakin tambah kegirangan lagi. Sudah dapat tanah perkebunan, dia juga dapat ternak yang ada didalamnya pula. Ini semakin membuat si Mono kegirangan tak terkirakan.

Kakek: “Ada lagi Mon, kakek juga punya ayam di kandang depan kebun, ada 40 ayam kalau gak salah. Tolong semua itu kamu pelihara dengan baik ya. Kalau bisa dikembangbiakan.

Mono: “Beres nek, jadi apa yang harus saya lakukan sekarang? Mana surat tanahnya?”

Kakek: “Ini Mon.” (sambil menyodorkan kertas berisikan ID dan Password).

Mono: “Hah? Apa ini kek?”

Kakek: “Itu kebun FARMVILLE milik kakek yang diwariskan ke kamu. Itu ID dan Password Facebooknya kakek. Tolong kamu lanjutkan perkebunan kakek itu ya Mon.” (kemudian meninggal).

Mono: “HAAAAHHHHH!”


3. Cerita Lucu Percakapan Sayuran Di Kebun

Suatu hari ada 5 tanaman sedang berbincang-bincang di kebun. Mereka berbincang sangat serius di kebun.

Brokoli: “Aku mirip pohon.” (Sambil wajah gembira).

Jamur: “Aku Mirip Payung.”

Bunga matahari: “Aku mirip matahari.”

Pohon semangka: “Aku mirip bola sepak.”

(Karena brokoli gak mau kalah dia menunjukan kemiripan diri dia yang lain).

Brokoli: “Daunku juga mirip awan.” (wajah sombong).

(Kemudian datang si tanaman terong mulai merasa tersinggung).

Terong: “Teman-teman, bisa gak ganti pembicaraan yang lain?” (muka kesal).


4. Cerita Lucu Kerja Dari Kebon Ke Kebon

Suatu hari, Ateng Dulandeh yang baru saja bekerja di Jakarta bercakap-cakap dengan Emaknya di Kampung melalui HP:

Emak: “Helow.ini Ateng, anak Emak?”

Ateng: “Iya, ini Ateng anak Emak tea.”

Emak: “Ateng, kamu sudah kerja kan?”

Ateng: “Alhamdulillah Mak, Ateng udah kerja lagi di Jakarta.”

Emak: “Alhamdulillah, syukurlah kalo anak Emak udah kerja. Ateng kerja dimana sekarang?”

Ateng: “Ateng kerja di KEBON JERUK, Mak, tapi baru satu bulan. Sebelumnya Ateng kerja di KEBON KACANG, pernah juga Kerja Di KEBON NANAS. Malah Ateng sebelum di Jakarta pernah juga kerja di KEBON PEDES di Daerah Bogor, Mak.”

Emak: “Waduuuuh! Ternyata anak Emak kerja selalu di daerah-daerah kebon ya? Seperti Abah kamu aja yang dulu kerja di onderneming perkebunan!”

Ateng: “Ih si Emak mah ada-ada aja! Eh Mak, malahan sebelum di Jakarta, Ateng pernah kerja di Bandung, di KEBON KALAPA.”

Emak: “Euleuh-euleh eta anak Emak si Ateng. Nggak bilang-bilang sama Emak kerjanya pindah-pindahan?”

Ateng: “Iya Mak, takut Emak sedih karena Ateng pindah-pindah terus kerjanya. Ateng masih cari tempat kerja pas dan bikin Ateng betah, Mak. Barusan juga ada temen Ateng yang nawarin kerja, katanya sih di di TAMAN LAWANG, Mak.”

Emak: “Ampuuuun, Ateng. Percuma atuh Ateng Emak sekolahin tinggi-tinggi sampe SMA kalo KERJA-nya cuma dari KEBON ke KEBON. Jadi menurut Emak sih, mendingan juga kamu ambil tawaran kerja temen kamu tadi yang di TAMAN LAWANG. Kedengarannya rada mendingan kerja di TAMAN daripada di KEBON, Ateng!”

Ateng: “Halaaaaah Emak, Emak!”

loading...