29 Cerita Lucu Singkat Mukidi Yang Bikin Ngakak Banget

21. Cerita Humor MUKIDI Dan Rapotnya

Ini cerita Mukidi saat menerima rapot,

Mukidi: “Pak, nanti libur terima rapot beliin saya sepada ya..”

Bapak Mukidi: “Oke, tapi rapot sekolahmu harus ada angka 9 nya. Ga usah semua, cukup tiga saja..”

(Setelah menerima rapot).

Mukidi: “Pak, rapot saya angka 9 nya ada tiga.. Sepedanya mana Pak!!”

Bapak Mukidi: “Nahh gitu dong, itu baru namanya anak bapak. Tuh, sepedanya sudah bapak beli.. Rapotnya mana??”

Mukidi: “Saya taro diatas TV pak..” (Sambil mengayuhkan sepeda barunya).

Isi Raport Mukidi:

-Matematika = 3
-IPA = 4
-Penjas = 4
-IPS = 4
-Bhs Indonesia = 3
-Sakit = 9
-Ijin = 9
-Alpa = 9


22. Cerita Mukidi Kehilangan Dompet

Kali ini Mukidi kehilangan dompetnya yang berisi uang, SIM, kartu debet, kartu kredit dan surat penting lainnya. Mukidi kemudian meminta bantuan kepada seorang dukun agar dompetnya bisa kembali lagi.

Mukidi: “Mbah tolong bantu untuk menemukan dompet saya yang hilang tadi
siang..”

Mbah Dukun: “Tunggu sampai besok.”

Mukidi “Tunggu gimana nih mbah, isi dompet saya itu ada uang, SIM, kartu kredit, dan surat-surat penting lainnya!”

Mbah Dukun: (Kesal) “Saya tidak bisa menemukan dompet sampean sebelum menemukan kunci kamar praktek saya yang hilang sejak kemarin.”


23. Cerita Humor Lucu Mukidi Jadi Mahasiswa S2

Mukidi ditanya profesor pembimbing mengenai hasil penelitiannya.

Prof: “Bagaimana hasil risetmu?”

Mukidi: “Wah sukses prof. Dengan bimbingan profesor, saya bisa mengkawinkan 2 tanaman yang berbeda jenis, tanaman singkong dan kelapa..”

Prof: “Wah bagus sekali. Jadi antara tanaman singkong dan kelapa bisa kamu kawinkan??”

Mukidi: “Bisa prof..”

Prof: “Wah, mantab banget penemuanmu itu..”

Mukidi: “Iya prof..”

Prof: “Trus hasilnya jadi apa???”

Mukidi: “Gethuk prof..”

Prof: (Tepuk jidat)


24. Mantra Penyembuh Mukidi

Mukijan meminta Pak mukidi untuk mengobati anjingnya yang sekarat. Pak Mukidi tersenyum dan mengiyakan. Mereka berdua menuju rumah Mukijan.

Melihat anjing tersebut sekarat, Mukidi yang asli Solo itu menempelkan telapak tangannya ke jidat anjing,

Mukidi: “Su, asu (Njing, anjing) nek kowe arep mati, yo mati-ò (Kalau kamu mau mati, ya mati aja). Nek arep urip, yo waras-ò (Kalau mau hidup, sembuhlah).”

(Mukijan berpikir Pak Mukidi menggunakan bahasa Latin).

Diam2 Mukijan menghafalkan kata2 yang dia kira mantra / doa itu. Setelah itu Pak Mukidi langsung pulang.

Beberapa hari kemudian, Mukijan lari2 ke rumah Pak mukidi bermaksud melaporkan kalau anjingnya sudah sembuh. Namun ternyata, Pak mukidi sedang sakit.

Mukijan yang kaget mengetahui Pak Mukidi sakit, langsung menuju ke kamar Pak mukidi dan menempelkan telapak tangannya ke dahi Pak mukidi. Selanjutnya Mukijan membaca mantra.

Mukijan: “Su, asu, nek kowe arep mati, yo mati o. Nek arep urip, yo waras o.”


25. Mukidi Ngajarin Kambing Berenang

Dokter: “Jaga kolesterol ya Pak, hindari makan daging berlemak & jeroan, terutama Kambing!”

Mukidi: “Wah kambing itu kesukaan saya. Jadi saya mesti makan apa dok?”

Dokter: “Pokoknya segala macam yang berenang di air tawar aman untuk dimakan.”

Seminggu kemudian dokter mampir di rumah Mukidi.

Dokter: “Bapak Mukidi ada?”

Pembantu: “Ada dok, Pak Mukidi sejak pagi berenang, tuh di kolam renang.”

Dokter: “Wah, rajin olah raga ya?”

Pembantu: “Bukan dok, Bapak lagi ngajarin kambing berenang, biar aman dimakan, kata Bapak.”


loading...