29 Cerita Lucu Singkat Mukidi Yang Bikin Ngakak Banget

26. Mukidi Senggolan Dengan Bule

Mukidi: “I’m sorry, Sir.”

Bule: (Yang juga merasa bersalah) “I’m sorry, too.”

Mukidi: (Gak mau kalah) “I’m sorry, Three.”

Bule: (Bingung) “Sorry For?”

Mukidi: “Sorry Five!”

Bule: (Makin bingung) “Are you Sick?”

Mukidi: “No Sir, I’m Seven.”


27. Mukidi: Dikantor Juga Ada

Mukidi berangkat kerja terburu-buru, oleh Markonahnya diperingatkan agar tidak melupakan sesuatu.

Markonah: “Pak, kok buru-buru sekali, minum kopinya dulu!”

Mukidi: “Buru-buru Ma, minum kopinya nanti saja di kantor sudah ada.

Markonah: “Pak, koran paginya gak dibawa.”

Mukidi: “Tidak usah Ma, di kantor juga ada.”

Markonah: “Ya sudah deh, kalau gitu cium Mama aja dulu..”

Mukidi: “Tidak usah Ma, dikantor juga ada…”

(Gubrak, prang, bruk, plak)


28. Mukidi Tidak Pakai Bra

Sule dan Andre pergi ke apotek untuk membeli obat.

Sule: “Lu aja yang masuk, gua nungguin di luar aja.”

Andre: “Ya udah, tapi jangan lu tinggalin gua ya.”

Sule: “Iye, buruan sono, nanti keburu tutup.”

Keluar dari apotek,

Andre: (Berbisik) “Sule, lu tau gak? Penjaga apoteknya gak pakai bra.”

Sule: “Ah, serius lo?”

Andre: “Ya iyalah, masa ya iya dong. Salah sendri tadi ga ikutan masuk.”

Sule: “Wuih, tadi lu ajakin kenalan, gak?”

Andre: “Otomatis, donk. Foto bareng, malah.”

Sule: “Asyik bener lu ya? Namanya siapa?”

Andre: “Namanya Mukidi.”


29. Mukidi Giring Kepiting

Gara2 Markonahnya ngidam kepiting, Mukidi rela berangkat ke pasar untuk membelikannya. Tanpa diduga, di angkot Mukidi ketemu mantan pacarnya saat masih SMP, akhirnya dia lupa tujuan semula dan menghabiskan waktu seharian dengan sang mantan.

Waktu sudah sore ketika dia ingat harus membeli kepiting. Bergegas dia pergi ke pasar lalu membeli 5 kg kepiting. Untuk mengelabui sang Markonah. Sesampe di halaman rumah segera kepiting2 itu dilepas ikatannya lalu disebarkan ke tanah. Dengan sebatang tongkat, digiringnya kepiting2 tersebut.

Mukidi: (Sambil ber-teriak2) “Ayo cepetan jalan, sebentar lagi sudah nyampe rumah.”

Sang Markonah yang mendengar teriakan Mukidi segera keluar rumah. Melihat ulah suaminya,

Markonah: (Tertawa ter-bahak2). “Weleh, weleh.. Mas Mukidi bawa kepiting kok digiring kayak giring bebek aja, pantesan jam segini baru nyampe rumah.”


loading...