47 Cerita Mukidi Terbaru Untuk WhatsApp BBM Ala Riajenaka.com

36. Cerita Lucu Mukidi: Pengusaha Susu Bagi-bagi Warisan

Mukidi sedang kritis di ruang ICU, dikelilingi oleh dua putra (Mukiran dan Mukijo), satu putri (Mukirin) dan istrinya, Markonah.

Mukidi berkata pada Mukiran: “Mukiran, kamu putra tertuaku mewarisi Apartemen Menteng.”

Mukidi berkata pada Mukirin: “Mukirin, kamu perumahan Kelapa Gading Indah.”

Mukidi berkata pada Mukijo: “Mukijo, kamu perkantoran di Mulia Tower Lantai 4 s/d 15.”

Tak ketinggalan kepada istrinya: “Kamu istriku yang baik mendapatkan tiga komplek perumahan mewah di Pantai Indah Kapuk.”

Suster perawat yang mendengar itu jadi takjub dan berkata kepada istrinya,

Suster: “Wow Bu, Ibu sungguh beruntung! Walaupun Bapak cuma pengusaha susu tetapi sangat kaya, bisa mewariskan semua hartanya untuk keluarganya.”

Markonah: “Kaya apaan… Yang diwariskan itu adalah rute ngantar susunya!!!”


37. Cerita Lucu Mukidi Jadi Penganten

Setelah selesai mandi Markonah istri Mukidi keluar kamar mandi dengan menggunakan handuk..

Mukidi: “Kok masih pake handuk sih? Kan kita udah married..”

Sambil tersipu si istri menjawab,

Markonah: “Oh iya lupa…”

(Lalu dia melepas handuknya)

Mukidi terpesona menatap tubuh istrinya dan berkata,

Mukidi: “Woow !!! Indah sekali… Kamu cantik banget! Bolehkah aku memotretnya?”

Markonah kaget dan bertanya: “Apa? memotret!?”

Mukidi: “Iya… Biar kecantikanmu selalu bisa kubawa didekatku selamanya..”

(Markonah pun tersenyum dan membiarkan Mukidi memotret)

Kemudian si Mukidi gantian mandi dan setelah selesai dia keluar kamar mandi dengan tetap memakai handuk.

Markonah: “Lho koq masih pake handuk sih? Kan kita udah nikah!”

(Mukidi langsung membuka handuknya)

Si istri terkejut lalu bertanya,

Markonah: “Bolehkah aku memotretnya?”

Sambil tersenyum Mukidi bertanya,

Mukidi: “Untuk apa??”

Markonah menjawab: “Kalo dipotret kan bisa diperbesar! Abis kecil banget sih…”


38. Cerita Lucu Mukidi ketemu SPG

SPG: “Mas mau nyubit gak??”

Mukidi: “Mau dong….”

SPG: “15 juta Mas..”

Mukidi: “Hah… Nyubit doang 15 jt..???”

SPG: “New Beat….Mas, Honda New Beat…..”

Mukidi: (tersenyum sambil malu nutup muka)


39. Cerita Lucu Mukidi: Cita-cita

Bu Guru bertanya pada murid-muridnya…

Guru: “Rini, apa cita- citamu??”

Rini: “Saya mau jadi dokter, punya rumah sakit sendiri, rumah besar, mobil mewah, ingin membahagiakan kedua orang tua dan suami!!!”

Guru: “Bagus dan mulia sekali cita-cita kamu!!! Dan kalau Mukidi apa cita-citamu???”

Mukidi: “Menikah dengan Rini bu guru!!!”

Guru: “Bagus….”


40. Cerita Lucu Mukidi: Naek Onta

Mukidi lagi melancong ke Arab, seperti orang Indonesia yang lainnya ia juga ikut tour naik onta. Tapi onta di Arab tidak seperti onta di Indonesia, ketika dibilang “Duduk onta”, si onta langsung duduk.

Namun lain kejadiannya, onta di Arab. Walaupun Mukidi sudah bilang “duduk, sit..sit, jongkok, diuk, lungguh”, sang onta tetap berdiri, dan akibatnya mukidi tidak bisa naik.

Pawang Onta: “Bilang Assalamualaikum, baru onta duduk..”

Mukidi: “Asalamualaikum..”

(Langsung onta duduk, Mukidi naik, onta langsung berdiri lagi..)

Mukidi: “Jalan..jalan.., walk, leumpang, mlaku, huss..huss”

(Onta tetap diam. Dipukul pukul punggungnya, onta tetap tidak mau jalan)

Pawang Onta: “Bilang Bismillah..”

Mukidi: “Bismillah..”

(Onta pun jalan..)

Mukidi senang jalan naik onta dengan Pawang Onta berjalan di sampingnya. Tak lama kemudian Mukidi bertanya,

Mukidi: “Pawang.. gimana cara nyuruh ontanya lari ya?”

Pawang Onta: “Bilang aja Alhamdulilah..”

Mukidi: “Alhamdulilah!”

(Si onta pun berlari)

Mukidi senang sekali, saking senangnya Mukidi bilang lagi “Alhamdulilah..”, dan si onta berlari tambah kencang, dan si Pawang Onta makin ketinggalan.

Ketika Mukidi sudah jauh si Pawang Onta baru ingat, belum memberi tahu caranya onta berhenti. Dari jauh Pawang Onta berteriak,

Pawang Onta: “Kalo mau berhenti, bilang Innalillahi!!!”

Karena sudah jauh Mukidi tidak mendengar.. Dan si onta terus berlari dengan kencang… sampai akhirnya dikejauhan Mukidi melihat di depan ada jurang yg sangat dalam. Mukidi ketakutan, dan mencoba menghentikan onta,

Mukidi: “Stop, stop, stoooop, stooop, oop, oop, ereun, ereun, heup..!!”

Onta tetap berlari dan jurang pun sudah terpampang di depan mata.

Mukidi: “Mati gue!”

Tahu dia akan jatuh kejurang & mati, dalam kepanikannya dia berteriak sambil memejamkan mata pasrah,

Mukidi: “Innalillahi..!!”

(Ziuuuuut.. onta berhenti,,,)

Ketika Mukidi membuka mata, dia melihat persis di tepi jurang. Saking senangnya tidak jadi mati dia berteriak: “Alhamdullilah!”

PLUNG!!! …..


loading...