12 Cerita Lucu Humor Razia Yang Ngakak Abis

Kumpulan Cerita Lucu Tentang Razia Terbaru – Anda penggemar cerita lucu? Ingin membaca cerita pendek paling lucu yang konyol, gokil, dan kocak? riajenaka.com tempatnya. Koleksi cerita humor disini terdiri dari beragam topik yang bisa membuat Anda tertawa lebih ngakak dari sebelumnya. Setiap terbitan artikel cerita lucu humor hanya disajikan dalam satu tema supaya Anda lebih puas dan terhibur.

Posting terbaru kali ini mengupas cerita lucu Razia. Silahkan disimak dengan baik dan siapkan ekstra energi untuk tertawa setengah mati. Kumpulan cerita lucu banget tentang Razia dikumpulkan dari berbagai sumber gokil cerita pendek lucu. Tentunya cerita humor Razia paling lucu yang dipilih sudah lulus uji standar kelayakan ngakak dan konyol minimum yang disyaratkan oleh pemerintah. Akhir kata, selamat menikmati cerita lucu gokil bikin ngakak dibawah ini.

12 Cerita Lucu Humor Razia Yang Ngakak Abis

1. Cerita Lucu Razia: Nomor Telepon Saudara Saya

Polisi: “Selamat siang, pak Ada SIM atau STNK ?!!”

Ateng: “Aduh saya lupa bawa, pak.”

Polisi: (Langsung membuat surat tilang).

Ateng: “Jangan tilang saya pak, saya mau telpon saudara saya di kantor Ditlantas POLDA sebentar pak.”

Polisi: (Kaget) “Bener itu saudara kamu kerja di Ditlantas Polda?”

Ateng: “Bener pak, klo bapak gak percaya telpon aja” (sambil memberikan secarik kertas berisi no HP saudaranya).

Polisi: “Ya udah pergi sana.”

Ateng: “Makasih Pak.”

Polisi: (Penasaran kemudian menelpon no HP tersebut). “Selamat siang, benar nomor ini di Ditlantas Polda?”

Suara telpon: “Benar, pak!”

Polisi: “Kalo boleh tau, ini di bagian apa?”

Suara telpon: “Ini di KANTIN, pak. Bapak mau pesan apa?”

Polisi: “^%$!#$@$%!#”


2. Cerita Lucu Razia: Polisi Dibohongin

Petruk dengan tergesa gesa cepat mengambil motor untuk menjemput sang istri, karena takut telat dan takut di marahi sang istri, Petruk pun lupa tidak memakai helm. Tanpa di duga, di tengah jalan Petruk di stop oleh polisi yang memang sedang melakukan razia. Dengan hati berdebar-debar Petruk menepi dan menyandarkan motornya. Saat itu Petruk tidak membawa uang sepeser pun.

Polisi: “Selamat siang pak, bisa tunjukan surat suratnya.”

Petruk: “Siang pak.” (sambil menyerahkan SIM dan STNK).

Polisi: “Kenapa bapak tdk memakai helm?”

Petruk: “Aduh maaf pak, saya lupa, tadi saya terburu-buru takut telat jemput istri.”

Polisi: “Kalo begitu, bapak saya tilang ya.”

Petruk: “Aduh jangan dong pak.” (sambil terus memelas kepada polisi berharap dikasihani).

Akhirnya Pak polisi pun luluh hatinya melihat ekspresi Petruk yang yang terus memelas dan minta maaf karena ia tadi lupa tidak pake helm karena tergesa gesa dan takut di marahi istrinya.

Polisi: “Ya udah kalo gitu, kali ini saya maafkan, tapi tolong jangan di ulangi lagi ya.”

Petruk: “Aduh makasih banyak ya pak. Saya janji tidak akan lupa lagi.”

Petruk pun pergi menuju motornya, tapi dasar si Petruk, dia orang nya memang usil. Tiba-tiba dia menghampiri polisi itu lagi.

Petruk: “Maaf pak, bapa merokok tidak.”

Polisi: “Iya, memang kenapa? mau ngasih?”

Petruk: “Iya pak, itu pun kalo bapa berkenan.”

Polisi: “Ya kalo mau ngasih pasti saya terima.”

(Petruk lalu pergi menuju warung yang jaraknya tidak begitu jauh dari tempat razia).

Ibu warung: “Mau beli apa pak?”

Petruk: “Ini bu, saya disuruh pak polisi ngambil dulu rokok 2 bungkus, nanti beres razia katanya dibayar sama pak polisi itu (sambil menunjuk polisi yang merazia nya).

(Petruk pun lalu menghampiri polisi itu lagi).

Petruk: “Ini pak rokoknya” (sambil memberikan rokok 1 bungkus, yang 1 bungkusnya lagi dimasukin kantong).

Polisi: “Makasih banyak pak.”

Razia telah beres, Petruk pun telah pergi menghilang dan polisi pun bersiap siap utk pergi, tapi,

Ibu warung: “Pak polisi.” (sambil berteriak).

Polisi: “Ada apa bu?” (kaget).

Ibu warung: “Ini pak, saya mau nagih uang rokok yang di ambil bapak yang tadi, katanya suruhan bapak.

Polisi: “Apaaa? (kaget campur marah) dasar kurang ajar, sudah dikasihani malah menipu. Awas ya kalo ketemu lagi tu orang.”

Dengan terpaksa pak polisi pun membayar tagihan rokok 2 bungkus kepada ibu warung, meski yg didapat cuma 1 bungkus karena yang 1 bungkusnya diambil Petruk.


3. Cerita Lucu Razia: Akibat Buru-Buru

Seorang pegawai terlambat pergi ke kantor, ia tergesa-gesa dengan motornya. Sialnya ditengah jalan terjadi razia dadakan oleh polisi.

Polisi: “Prriiittt, Mana surat-suratnya?”
(Sialnya ternyata si pengendara motor itu nggak bawa SIM).

Polisi: “Kamu saya tilang!”

Pengendara: “wah, jangan pak, damai saja ya pak.” (sambil memberi uang 20 ribuan). “Ya sudah, kamu pulang lagi, ambil dulu surat kelengkapan yang kurang!”

Si pengendara akhirnya pulang untuk mengambil SIM dan kembali berangkat ke kantor untuk bekerja.

Polisi: “Priiitttt..”
Pengendara: “Ada apa lagi sih pak?”

Polisi: “Anda tidak pakai helm!”

Pengendara: “Sial banget, gara-gara pulang mengambil SIM malah kelupaan helm.”

(Akhirnya si pengendara pulang mengambil helmnya setelah terkuras 20 ribu lagi. Lalu Di tengah jalan saat kembali ke kantor).

Polisi: “Priiittttt!”

Pengendara: “Nih, surat-surat lengkap, helm udah bawa, serakah amat, ada apa lagi sih pak?”

Polisi: “Surat lengkap, helm sudah dipakai. Sekarang motornya mana!?”


4. Cerita Lucu Ketika Ada Razia

Ada razia, seorang banci sembunyi lalu berdoa: “Ya tuhan, titus ampe akikah metong takaran nyebur ke kali kayak kawasaki akikah disandro. Mending akikah metong di mekong uler, amin.” (Artinya: Ya Tuhan, jangan sampai eke mati ketakutan nyebur ke kali kayak temen eke yang klelep waktu itu. Lebih baik eke mati di mulut uler, amin).

Begitu dia melek, tiba-tiba ada ular mendesis di atas kepalanya, langsung si banci berkata:

“Ih, Tuhan rumpi deh, gitu aja dimasukin dalam hati.”


5. Cerita Lucu Razia Psk

Polisi merazia para PSK dan menggiring mereka ke kantor polisi untuk diinterogasi satu per satu. Saking banyaknya PSK yang terjaring razia, antrian sampai keluar pagar kantor Polisi. Tidak lama kemudian, lewatlah seorang nenek yang hendak membeli minyak tanah. Karena melihat keramaian, Nenek bertanya pada PSK yang berdiri pada antrian paling belakang.

Nenek: “Cu, lagi antri apaan?”

PSK: (Karena malu berterus terang, sekenanya) “Lagi ngantri permen, Nek.” (Betapa kagetnya si PSK ternyata nenek itu ikut antri).”Lagi ngapain, Nek?”

Nenek: “Nenek juga mau permen, Cu.”

Singkat cerita sampailah giliran si nenek untuk diinterogasi. Betapa kaget sang Polisi melihat nenek yang sudah renta itu termasuk dalam antrian PSK.

Polisi: (Dengan sangat hati-hati) “Apa nenek masih sanggup?”

Nenek: (Dengan suara bergetar karena usia yang sudah sepuh) “Kaaaloo cuma isep-isep sih nenek masih oke, Cu.”


6. Cerita Lucu Razia Pedagang Kaki Lima

Suatu hari seorang Polisi sedang pergi Patroli dan bertemu dengan tukang duku untuk melakukan razia pedagang kaki lima.

Polisi: “Selamat siang Pak, bapak tau nggak daerah ini dilarang untuk berjualan!”

Tukang Duku: “Maaf Pak saya tidak tahu.”

Polisi: “Kalau begitu hukumannya masukin tuh buah duku ke pantat kamu!! cepat!!”
Tukang duku: “Ya bapak” (dengan nada sedih) (Sambil memasukan ke lubang pantatnya, Selang beberapa saat kemudian ketawa lebar).

Polisi: “Kamu Melecehkan saya ya?!”

Tukang Duku: “Ti, tidak pak, saya tidak melecehkan Bapak.”

Polisi: “Lantas Kenapa kamu ketawa?”

Tukang Duku: “Itu pak, seberang saya tukang duren.”


7. Cerita Lucu Banci Ketangkap Razia

Alkisah, distasiun ada razia banci yang lagi mangkal nunggu pelanggan. Sontak banyak banci yang lari kalang kabut. Karna para banci memakai rok dan sepatu hak tinggi, para banci tidak bisa lari kencang dan dengan mudah ditangkap aparat. Kemudian di introgasi.

Polisi: “Tempat tinggal kamu dimana?”

Banci: “Dihatimu om.”

Polisi: “Kamu laki apa perempuan?”

Banci: “Perempuan om.”

Polisi: (Memasukkan tangannya ke dalam rok banci) ini apa?”

Banci: “Itu GANTUNGAN KUNCI om.”


8. Cerita Lucu Razia: Ngabisin Bensin

Waktu malem mingguan si Bagong yang baru saja beli motor Honda CBR 250 kebut-kebutan di jalan By Pass Jakarta Timur sama teman-temannya. Sialnya pada waktu itu jalan itu sedang di razia. Sialnya lagi si Bagong sendiri yang tertangkap Polisi, teman-teman yang lainnya pada lolos semua.

Polisi: “Maaf, di jalan ini batas kecepatan hanya 60km/jam kok saudara melewati sampe 120km/jam?”

Bagong: “Yahhh, saya sekedar ngabisin bensin aja pak!”

Polisi: “Oh begitu, kalo begitu saudara saya tilang, karena ngebut melewati batas kecepatan.”

(Setelah selesai menulis di buku tilang polisi menyerahkan kertas tilang pada Bagong).”

Bagong: “Loh pak kok tilangnya mahal amatt?”

Polisi: “Yahhhh, saya hanya menghabiskan tinta pena saja!”


9. Cerita Lucu Malu-Maluin Saat Terkena Razia

Polisi: “Kalian lagi?! STNK yang kemarin udah diperpanjang belum?”

Mono: “Mau diperpanjang berapa lagi, Pak? Dompet saya kecil nih ntar gak muat!”

Nunung: “Jangan bikin malu, Mas. Yang diperpanjang tuh masa berlakunya!”

Mono: “Tapi ini bukan motor yang kemarin, Pak. Ini punya Nunung.”

Polisi: “Oh ini motor kamu?”

Nunung: “Iya, Pak. Salah saya apa ya?”

Polisi: “Emm, Itu pentilnya ga ada?”

Nunung: “Iih, Bapaaak?” (sambil tutupin dada).

Mono: Tuh kan. Pacar gue malu-maluin deh.


10. Cerita Lucu Waria Terjaring Razia

Serperti biasa layaknya kota besar, baik siang atau pun malam tidak pernah ada sepi dari keramaian, khususnya di kawasan-kawasan ‘tertentu’. Sampai pada suatu malam SATPOL PP mengadakan razia besar di kawasan yang di sinyalir tempat berkumpulnya para Waria / Banci / Bencong menjajakan dirinya.

Di tempat itu terjadi kerusuhan dan kejar2an antara para waria dan petugas. Beberapa waria berhasil kabur dan tidak sedikit pula yang tertangkap oleh petugas, bahkan ada yang tertangkap sedang bernegosiasi dengan para pengguna mereka.

Lalu para waria yang tertangkap di bawa ke markas SATPOL PP untuk di mintai keterangan, data diri sebelum mereka di bawa ke pusat penampungan. Saat di tanyai oleh para petugas para waria biasanya menjawab sekenanya. Bukan waria namanya kalo tidak asal jeplak kalo berbicara.

Satpol PP: “Nama?”

Waria: “Kalo siang Ateng om kalo malam Atalia.”

Satpol PP: “Ngapain tadi kamu nongkrong di situ?”

Waria: “Idiiihhh si Om kaya gak tau aja. Ya mejeng Om, menjajakan diri gitu om, mencari sesuap nasi, dan sekarung berlian. hihihih.”

Satpol PP: “Woi kalo di tanyain tu jawab yang serius jangan asal cetak aja (petugas mulai marah).

Waria: “Aduuuhhh kaget, jangan di bentak2 om, sama wanita harus lemah lembut,lemah gemulai, gegap gempita om.”

Satpol PP: “Ngeledek kamu yaaaaa. Jawab yg serius, biar saya ga marah.”

Waria: “Iya Om Baiklaaahh.”

Satpol PP: “Nah sekarang jawab yang serius ya ngapain nonkrong dipinggir jalan? Gak ada kerjaan lain apa?”

Waria: “Cari nafkah om. Aduh udah kodrat kali om. Bukan banci namanya kalo ga cari nakah di pinggir jalan. Masa om ga tau sih ciiiinnn.”

Satpol PP: “Kodrat pala lu bau menyan.” (petugas mulai hilang kesabaran).

Waria: “Aaw jangan marah2 dunk om, tar eke cium ni.”

Satpol PP: (Mulai murka) “Dasar banci ga bisa diajak bicara yang bener. Gua sodok juga lu.”

Waria: “Adaaw, itu yg eke suka. Tau aja sih Om. Yukk mari om kita main sodok2kan.

Satpol PP: “&%)@*$)@*$)*$)@&$%@&


11. Cerita Lucu Pak Haji Terkena Razia

Suatu ketika Pak haji terkena razia lalu lintas.

Polisi: “PRiiiiiT.. Selamat sore pak.”

Pak haji: “Sore juga pak.”

Polisi: “Kenapa pak haji tidak pake helm?”

Pak haji: “Saya kan sudah pake peci pak.”

Polisi: “Tapi aturannya harus pakai helm pak.”

Pak haji: “Ah, saya kagak setuju sama aturan itu.”

Polisi: “Memangnya kenapa pak?”

Pak haji: “Coba deh saya tanya, helm sama peci lebih kuat mana?”

Polisi: “Helm dong pak.”

Pak haji: “Bapak salah, coba nih saya banting helm bapak ke aspal ya. (BRAKK! Helm pak polisi pecah) Tuh kan pecah.”

Polisi: “??#$%^@%#$”

Pak haji: “Coba sekarang pak polisi banting peci saya ke aspal, pecah kagak? Hayooo.” (sambil nyerahin peci ke polisi).

Polisi: “Dasar Haji gendeng.”


12. Cerita Lucu Razia: PSK Vs Polisi

Suatu hari ada sebuah razia oleh polisi di beberapa tempat karaoke dan wisma. Malam itu, tidak banyak yg tertangkap oleh polisi. Satu diantaranya diintrogasi oleh seorang polisi.

Polisi: “Sebutkan nama jelas dan umur Anda!”

Nunung: “Nunung (nama hanya fiktif, maaf kalo sama), saya 36 tahun”

Polisi: “Masya Allah, di umur seperti ini ibu masih melakukan hal seperti ini? Kenapa ibu masih melakukannya?”

Nunung: “Ya mau gimana lagi pak, saya punya anak, saya tidak tahu bapaknya siapa. Anak saya dan saya harus makan. Sedangkan saya tidak punya keahlian apa-apa untuk melamar pekerjaan!”

Polisi: “Oke bu, kalau begitu ibu bisa ikut dengan program kami!”

Kebetulan, di kantor kepolisian tersebut. ada program rehabilitas. Semua PSK yang tertangkap, diberikan keahlian berupa pelatihan dan kursus dengan harapan agar mereka berhenti menjadi PSK dan mencari nafkah dengan halal dan wanita tsb, mengambil program kursus menjahit. Setelah 3 bulan berlalu, polisi mengadakan razia kembali. Dan apa yang terjadi? Wanita tadi tertangkap kembali.

Polisi: “Loh, kok ibu ada lagi disini? Bukannya sudah ikut program kursus menjahit? tapi kenapa masih jadi PSK, kayak yang gak tau agama ajah!”

Nunung: “Iya pak betul.. Saya sudah ikut program itu, tapi kan pak kalo cuma menjahit penghasilan gak tetap, order juga jarang, cuma sminggu skali.. Jadi kepaksa, saya begini lagi!”

Polisi: “Ya ampun, ya udah sekarang ibu masuk pesantren aja melalui program kami!”

Akhirnya, wanita itu masuk psantren 6 bulan, dan memang luar biasa hasilnya. Dia menjadi sangat muslimah dan rajin beribadah. 3 bulan setelah lulus pesantren, polisi mengadakan razia kembali. Dan luar biasa mengejutkan! Wanita tadi tertangkap kembali. Bahkan yang lebih mencengangkan, dia tertangkap dan membawa kitab suci serta baju ibadah..

Polisi: “Ya ampun! tobat bu! Bukannya ibu udah masuk pesantren dan udah rajin ibadah, tapi kenapa masih melakukan pekrjaan ini?”

Nunung: “Iya memang betul, terus kenapa kalo saya begini?”

Polisi: “ingat umur bu! Ibu gak mau kan masuk neraka?”

Nunung: “Sudahlah pak! Gak usah ceramah! Sekarang saya tanya, apa pekerjaan bapak?”

Polisi: “Ya jelas, saya polisi!”

Nunung: “Lalu apa bapak suka sembahyang?”

Polisi: “Tentu! Karena itu kewajiban!”

Nunung: “Nah saya juga sama pak, setiap hari saya sembahyang juga seperti bapak. Tapi ini pekerjaan saya (PSK), jadi apa bedanya dengan bapak?”

Polisi: “!?@#*%£!>”

loading...