10 Cerita Lucu Humor Jawa Yang Kocak Banget

Kumpulan Cerita Lucu Tentang Jawa Terbaru – Anda penggemar cerita lucu? Ingin membaca cerita pendek paling lucu yang konyol, gokil, dan kocak? riajenaka.com tempatnya. Koleksi cerita humor disini terdiri dari beragam topik yang bisa membuat Anda tertawa lebih ngakak dari sebelumnya. Setiap terbitan artikel cerita lucu humor hanya disajikan dalam satu tema supaya Anda lebih puas dan terhibur.

Posting terbaru kali ini mengupas cerita lucu Jawa. Silahkan disimak dengan baik dan siapkan ekstra energi untuk tertawa setengah mati. Kumpulan cerita lucu banget tentang Jawa dikumpulkan dari berbagai sumber gokil cerita pendek lucu. Tentunya cerita humor Jawa paling lucu yang dipilih sudah lulus uji standar kelayakan ngakak dan konyol minimum yang disyaratkan oleh pemerintah. Akhir kata, selamat menikmati cerita lucu gokil bikin ngakak dibawah ini.

10 Cerita Lucu Humor Jawa Yang Kocak Banget

1. Cerita Lucu Jawa Vs Sunda

Pada hari minggu si Bagong pergi ke jakarta. Dia naik bis dan dia pun duduk di belakang.

(Pas keluar pintu TOL Ada pedagang masuk).

Pedagang pertama: “Yang haus yang haus aqua2, mezon2.”

Bagong: “Ora mas aku wis gawa banyu dewe.”

Pedagang kedua: “Nangkana2, nangkana.”

(Pedagang nangka itu menawarkan ke pada Bagong).

(Bagong pindah tempat duduk dengan expresi muka yang bingung dan pindah ke tengah).

Pedagang kedua: “Ayo nangkana2, nangkana.”

(Bagong pun pindah lagi).

Bagong: (Dengan muka yang sangat kesal, pindah ke depan).

Pedagang kedua: “Nangkana mas ayo nangkana.”

Bagong: (Dengan muka yang sangat kesal) “Mas sampean iki kepie toh! Aku ini naik mobil bayar mas! Sebenerne sampean iki sopo? Aku duduk nang guri sampean ngomong NANGKANA-NANGKANA! AKU pindah ke tengah, sampean bilang NANGKANA-NANGKANA! Aku pindah ke depan sampean bilang lagi Nangkana-nangkana! Aku iki cape mas di suruh pindah-pindah terus! Sebenerne sampean iki garep duduk ora!

Pedagang: (Kebingungan) Akang teh kunaon marah2 teu aya sebab na?”

Ternyata Bagong kira pedagang itu menyuruh Bagong pindah-pindah dan pindah.


2. Cerita Lucu Bahasa Jawa Lebih Tinggi dari Bahasa Inggris

Ada orang bule Australia datang ke pondok pesantren,

Bule: “Kenapa kiai kalau mengajar, kitabnya masih menggunakan bahasa Jawa? Di zaman globalisasi ini kenapa tidak ditingkatkan dengan menggunakan bahasa Inggris?”

Kiai: “Karena kalau diajarkan dalam bahasa Inggris, tidak akan mampu menafsirkan semua kosakata dalam Alquran maupun hadis, lha bahasa Inggris itu sangat sederhana. bahasa Jawa itu bahasa yang sangat kaya dan sangat kompleks.”

Rupanya si bule tadi merasa tersinggung mendengar penjelasan sang kiai yang mengatakan bahasa Inggris tidak mampu menafsirkan dan kalah dengan bahasa Jawa.

Bule: “Bagaimana anda bisa mengatakan bahasa Jawa itu bahasa yang sangat kaya dan sangat kompleks, serta bisa menjadi bahasa pengetahuan? Padahal faktanya selama ini, bahasa Inggris lah yang paling kompleks!”

Kiai: “Tidak! Bahasa Inggris itu memang sangat-sangat sederhana. Saya kasih contoh, coba anda lihat! Itu yang berwarna kuning keemasan yang ada di sawah. Orang Inggris menyebutnya apa?”

Bule: “Rice!”

Kiai: “Orang di sini menyebutnya Pari atau Pantun (Padi). Padi itu kalau dipanen namanya Gabah, sedangkan Inggris menyebutnya Rice. Gabah itu kalau diambil satu biji, namanya Las, tapi orang Inggris tetap menyebutnya Rice. Gabah kalau sudah terkelupas kulitnya, dinamakan Wos/Beras, orang Inggris tetap menyebut Rice. Beras padi kalau patah 2 atau 3, namanya Menir, orang Inggris tetap menyebutnya Rice. Beras kalau sudah dimasak namanya Sego atau Sekul (Nasi), orang Inggris masih saja menyebutnya Rice. Nasi kalau cuma 1 butir, namanya UPO, lagi-lagi orang Inggris menyebutnya RICE. NASI yang dimasak sedikit lebih lama, bagian bawahnya dinamakan Iintip atau Kerak, Inggris masih menyebut Rice. Nasi yang sudah kering namanya Karak, Inggris tetap menyebutnya Rice. Dari 1 kosakata saja, penafsiran namanya bisa bermacam-macam, sedangkan bahasa Inggris tidak bisa menafsirkan tersebut. Apa bahasa Jawa ini tidak lebih tinggi dan sangat-sangat kompleks dibandingkan bahasa Inggris yang sederhana tersebut?

Si Bule: “Iyes.”

Akhirnya Si Bule jadi pengikut NU paling setia.


3. Cerita Lucu Guru Jawa Ngajar Di Papua

Seorang guru transmigran dari Jawa yang mengajar di Papua bertanya kepada muridnya.

Bu Guru: “Gareng, siapakah Suharto?”

Gareng: “Tra tau ibu.”

Bu Guru: “Kalau Megawati Soekarno Putri?”

Gareng: “Sa tra kenal juga ibu.”

Bu Guru: “Bagaimana ini. Kau tidak pernah belajar kah!”

Gareng: “Belajar lah Bu. Sekarang saya tanya ibu. Ibu kenal Dominggus Pigome kah?

Bu Guru: “Tidaak!”

Gareng: “Zakharias Kayame!”

Bu Guru: “Tidak tau juga. Memang mereka siapa?”

Gareng: “Ya itulah Ibu. Kita ini kan punya kenalan sendiri-sendiri. Jadi jangan paksa saya tau kenalan Ibu.”


4. Kisah Lucu Nama Orang Jawa

Bagi orang Jawa, kalimat Shakespeare tidak berlaku, karena dibalik nama-nama
Jawa ada makna dan harapan dari orang tuanya, agar anaknya kelak bisa sesuai yang diharapkan.

Pandai menanam bunga, diberi nama Rosman.

Pandai memperbaiki mobil, diberi nama Karman.

Pandai dalam korespondensi, diberi nama Suratman.

Gagah perkasa, diberi nama Suparman.

Kuat dalam berjalan, diberi nama Wakiman.

Ganteng dan manis, diberi nama Legiman.

Ahli membuat kue, diberi nama Paiman.

Pandai berdagang, diberi nama Salman.

Pandai melukis, diberi nama Saniman.


5. Cerita Lucu Orang Jawa Ditilang

Seorang polisi Batak menilang seorang pengemudi dari jawa karena tidak berhenti saat lampu merah.

Polisi Batak: “Kutilang kau!”

Tadinya si pengemudi mau minta maaf, tapi tiba2 marah

Pengemudi Jawa: “Perkutut kau!”


6. Cerita Lucu Jawa Vs Betawi

Seorang Haji dari Betawi mengirimkan anak gadisnya ke Jogja untuk sekolah di Jogja dengan harapan anaknya menjadi sarjana dan jauh dari pergaulan liar di Jakarta. Setelah menitipkan ke Ibu kost yang dia percayai, pulanglah dia ke Jakarta. 3 bulan kemudian, si anak

Gadis: (Menelepon ke Bapaknya).

(Memberitahu bahwa dia hamil 2 bulan).

Marahlah si Pak Haji dan mendatangi si Ibu Kost.

Pak Haji: “Bagaimana ente, saya beri tangung jawab anak gadis saya, kok bisa kejadian kayak gini?”

Ibu Kost: “Aduh Pak, kulo mboten mangertos, seng kulo ngertos, anak ipun Pak Haji mandine dhewe, tiduri pun dhewe, belajar nang kamar dhewe.”

Sebelum si Ibu kost menyelesaikan kalimatnya,

Pak Haji: (Marah sejadi jadinya) “Pegimana kagak hamil, anak gue mandi di-ewe, tidur di-ewe, sampai belajar aja di-ewe!”


7. Cerita Lucu Orang Jawa, Arab dan Amerika

Ada orang jawa (Petruk), orang arab (Semar), dan orang amerika (Gareng). Mereka bertiga naik pesawat bersama-sama. Pada saat setelah makan siang,

Gareng: (Mengeluarkan uang 100 US dollar, digunakan untuk membersihkan mulut, lalu dibuang).

Petruk: (Kaget bukan main) “Kenapa kamu buang duit 100 dollarmu itu?”

Gareng: “Amerika kan kaya, masih banyak dollar.”

Petruk: (Melirik ke Semar).

Semar: (Mengeluarkan minyak wangi yang masih baru dan penuh, menyemprotkanya ke dada sedikit, lalu dilempar ke luar pesawat).

Petruk: (Kaget lagi) “Lho? Kenapa kamu buang tuh minyak? Kan isinya masih banyak?”

Semar: “Arab kan kaya, masih banyak minyak! malah bagi orang2 sana, air lebih berharga dari minyak!”

Petruk: (Tak mau kalah. Dia lempar orang keturunan Betawi disampingnya ke luar pesawat).

Kali ini Semar dan Gareng: (Jantungnya nyaris copot)

Semar: “Lho? Kenapa kamu buang orang betawi tadi? Kan kasihan?”

Petruk: “Tenang aja! Indonesia kaya banget kok! Masih banyak, orang betawi yang hidup disana.”


8. Cerita Lucu Orang Jawa Vs Orang Madura

Pagi hari seorang dari jawa berwisata ke madura karena kelezatan satenya yang terkenal sampe ke pelosok negri bahkan ke manca negara.

(Tok tok tok tok).

(Seorang dari jawa itu pun menghampiri penjual sate).

Orang jawa: “Satenya ada pak?”

Orang Madura: “Ye banyak. Masak tak nangaleh tak iye.”

Orang jawa: “Kalau begitu saya beli satenya 1000 tusuk yah.”

Orang Madura: “Oh iya dek, pedes apa enggak?” (Dalam hati, wuah pesenah banyak reh).

Orang jawa: “Sing ora pedas 529 tusuk, sing sedeng 321 tusuk, sisanya yg pedes. Terus, sing ora pedes 117 tusuk bumbune kecap ora pake bawang, 204 tusuk pake ati ora pake bawang, 52 tusuk yg bumbu kecap tadi ora pake lontong, sisane bumbu kacang ae. Sing sedeng 124 tusuk pake kecap, 161 tusuk ora pake lontong, 21 ora pake ati, 23 tusuknya setengah mateng, yang pake lontong 15 tusuk gak pake bawang. Yang pedes 14 tusuknya gak pake lontong, bawangnya dibanyakin dan 28 tusuk setengah mateng, pake lontong, terus.”

Orang Madura: ?%^$#@& (Marah, ambil clurit) “ACAROK BEIH LAH.”

Orang jawa: “AMPUN.” (KABURR).


9. Cerita Lucu Orang Jawa Vs Orang Sunda

Alkisah pada suatu hari ada 2 makhluk beda daerah, yang 1 orang Jawa dan 1 nya lagi orang Sunda lagi asyik2 nya nikmatin makan di Warteg.

Jawa: “Buk. Pesen nasi, sayur asem, ayam sama sambelnya yang pedes ya. Tapi ayamnya jangan dijadiin satu sama nasinya.”

Bu Warteg: “Lho emang kenapa mas, nggak dijadiin satu? (Pasang muka serius penuh tanda tanya dan penuh hutang).

Jawa: “Takut ntar nasinya dipatok sama ayamnya Buk. Hehehehe.” (Ketawa tanpa muka berdosa).

Bu Warteg: “Mas ini bisa aja becandanya.” (Sambil lempar panci ke muka orang jawa).

Sunda: “Saya pesen Nasi, tempe sama sambel aja buk.”

Bu Warteg: “Lho kok nggak pake sayur Kang?”

Sunda: “Enggak buk. Lagi pengen diet aja.” (Pasang muka nyengir kuda).

Jawa: (Emang dasarnya aja suka nerocos, langsung aja nyambet omongan si orang sunda) “Halah, lagi nggak punya duit kali. Pake bilang mau diet segala.”

Sunda: “Punya kok mas. Ini ATM saya aja punya banyak. Tapi nggak ada saldonya. Hehehehehehe.”

Jawa: “Tuh artinya sama aja nggak punya duit. Wedhus!”

Bu Warteg: “Udah, udah, jangan berkelamin, eh maksud saya jangan berkelahi dong.. Mau makan enggak sih?”

Selang beberapa saat, tiba tiba si orang Jawa mules perutnya dan minta ijin untuk ke WC sama yang punya warteg.

Jawa: “Aduh buk, saya nimbrung ke WC dong. Mules nih.”

Bu Warteg: “Silahkan mas. Langsung aja kebelakang. Entar ada belokan pertama ke kiri, teruuuus aja lurus. Ada perempatan ambil yang kanan. Lurus aja sampe ada jembatan belok ke kiri. Naaah disitu.”

Jawa: “WC nya ya buk?”

Bu Warteg: “Bukan. Tapi rumahnya pak RW. Hehehehehehehehe.”

Jawa: “Busyet dah, masih aja becanda nih si Ibu.”

Bu Warteg: “Ya maaf deh, kalau mau ke Wc tinggal kebelakang aja kok mas.”

Jawa: (Langsung ngeluyur ke belakang untuk menuntaskan hasrat terpendamnya)
“Ahhh mak nyos.”

Sunda: (Tiba tiba perutnya pun ikutan mules) “Aduh buk perut saya juga mules neh. Nimbrung ke WC juga ya?”

Bu Warteg: “Mangga atuh Kang.”

(Dia pun berjalan menuju TKP. Karena masih ada orang jawa disitu).

Sunda: (Sambil sedikit ngeden) “Atos Kang?”

Jawa: (Dengan reflek) “Atos gundulmu itu. Mencret gini.”


10. Cerita Lucu Nama Yang Aneh Buat Orang Jawa

Oneng adalah seorang guru di SD Bojong Enyod, sebuah sekolah dasar yang berada di pinggiran kota Bandung.

Pagi itu ia memulai perkenalan dengan murid-muridnya dengan mengamat-amati daftar absensi murid-muridnya, dan ia agak terdiam lama memandang sebuah nama yang dirasanya agak aneh: Smary Majuklitinov.

Bu Guru Oneng: “Anak-anak, siapa diantara kalian yang bernama Smary Majuklitinov? Silakan ke depan sebentar!”

Seorang anak: (Mengangkat tangan kanannya) “Saya, Bu!”

Bu Guru Oneng: “Ibu tebak ya? Mungkin kamu masih keturunan keluarga Eropa Timur kah, seperti Bosnia-Herzegovina?”

Smary Majuklitinov: “Bukan, Bu!”

Bu Guru Oneng: “Chechnya atau Slovakia, barangkali?”

Smary Majuklitinov: “Bukan juga, Bu!”

Bu Guru Oneng: “Tapiii, namamu seperti nama-nama orang yang berasal dari Eropa Timur lho!”

Smary Majuklitinov: “Itu sebenernya cuma singkatan, Bu! Karena nama Bapak saya Surtono dan nama ibu saya MARYati.”

Guru: “Oh begitu toh! Lalu nama belakangmu Majuklitinov singkatan dari apa?”

Smary Majuklitinov: “Itu singkatan dari hari dan tanggal lahir saya, Bu. MAlam JUmat KLIwon TIga NOVember!”

loading...