6 Cerita Lucu Humor Si Kabayan Yang Keren Abis

Kumpulan Cerita Lucu Tentang Si Kabayan Terbaru – Anda penggemar cerita lucu? Ingin membaca cerita pendek paling lucu yang konyol, gokil, dan kocak? riajenaka.com tempatnya. Koleksi cerita humor disini terdiri dari beragam topik yang bisa membuat Anda tertawa lebih ngakak dari sebelumnya. Setiap terbitan artikel cerita lucu humor hanya disajikan dalam satu tema supaya Anda lebih puas dan terhibur.

Posting terbaru kali ini mengupas cerita lucu Si Kabayan. Silahkan disimak dengan baik dan siapkan ekstra energi untuk tertawa setengah mati. Kumpulan cerita lucu banget tentang Si Kabayan dikumpulkan dari berbagai sumber gokil cerita pendek lucu. Tentunya cerita humor Si Kabayan paling lucu yang dipilih sudah lulus uji standar kelayakan ngakak dan konyol minimum yang disyaratkan oleh pemerintah. Akhir kata, selamat menikmati cerita lucu gokil bikin ngakak dibawah ini.

6 Cerita Lucu Humor Si Kabayan Yang Keren Abis

1. Cerita Lucu Kabayan: Ngga Tau Jalan Pulang

Si Kabayan di suruh mengambil nangka oleh mertuanaya.

Mertua: “Yang tua ngambil nangkanya yah, Kabayan!”

Pergilah si Kabayan ke kebun dengan membawa golok untuk mengambil nangka. Setelah sampai di kebun, si Kabayan tengak-tengok kanan-kiri mencari buah nangka yang besar. Akhirnya ia menemukan nangka yang sudah tua dan besar sekali. Diambillah buah nangka tersebut, setelah diangkat beratnya ngga ketulungan.

Kabayan: “Wah ngga bakalan ke angkat nih buah nangkanya.” (Pikirnya).

Akhirnya si Kabayan menghanyutkan buah nangka tersebut ke sungai.

Kabayan: “Hei, nangka, kamu pulang duluan yah!”

Setelah sampai dirumah,

Mertua: “Kabayan, dapat ngga buah nangkanya?”

Kabayan: “Ya dapat lah, sudah tua besar lagi buahnya.”

Mertua: “Sekarang mana atuh buah nangkanya?”

Kabayan: “Aih, belum datang yah? Kan tadi teh di hanyutkan ke sungai, disuruh pulang duluan.”

Mertua: “Ari kamu teh jadi orang bodo pisan Kabayan. Masa ada buah nangka bisa pulang sendirian!” (Sewot).

Kabayan: “Wah, yang bodo mah buah nangkanya atuh, sudah tua ngga tahu jalan pulang.” (Sambil ngeloyor pergi).


2. Cerita Lucu Kabayan: Kocok Dulu Sebelum Minum

Kabayan sedang menderita pilek dan batuk. Malam sebelumnya Kabayan memang terkena hujan ketika pulang dari rumah Pak RT.

Kabayan pun dianter Nyi Iteung pergi ke Puskesmas. Pulang dari Puskesmas, Kabayan merasa yakin bahwa sakitnya akan segera sembuh. Pak Dokter yang sangat baik itu, memberinya 2 macam obat yang harus diminum.

(Sore hari ketika Kabayan harus minum obat, Nyi Iteung tidak nampak).

Kabayan: “Lagi ke rumah Abah kali ya.”

(Kabayan pun meminum obat yang didapatnya dari Puskesmas).

(Tak lama kemudian Nyi Iteung datang, dan dengan terheran-heran dia menyaksikan Kabayan sedang meloncat-loncat).

Nyi Iteung: “Kang Kabayan, udah sembuh? Baru minum obat kok sudah langsung olah raga?”

Kabayan: “Akang bukan sedang, olah, raga Nyi (Sambil terengah-engah) Tapi tadi Akang lupa membaca label di botol obat batuk. Disitu ditulis, kocok dahulu sebelum diminum.”

Rupanya Kabayan meloncat-loncat supaya obatnya bisa dikocok di dalam perut.

Nyi Iteung: (Bingung dengan penjelasan Kabayan).


3. Cerita Lucu Kabayan: Cinta Musik

Suatu hari Nyi Iteung lagi datang manjanya, dia pengen makan buah Nangka. Maka dia panggil sang suami tercinta, Si Kabayan.

Nyi Iteung: “Kang, Iteung teh pengen makan Nangka, tolong atuh Kang di ambilin di pohon kan udah ada yang mateng.” (Dengan manjanya).

Kabayan: (Langsung menimpali) “Eh Nyi jangankan cuman naik pohon nangka, naik kapal aja akang mau demi Nyai mah.”

Kabayan pun dengan golok dipinggang, sigap naik pohon nangka yang banyak cabangnya, walaupun lumayan tinggi.

Begitu sampai diatas, Kabayan segera menebas buah Nangka dengan goloknya, maka bag, big, bug, bag, big, bug, beg, begitu suara buah Nangka jatuh yang terkena dahan-dahan sebelum sampai di tanah dan mengeluarkan suara musik yang merdu bagi Kabayan.

Kabayan: “Wah enak euy suaranya, merdu sekali. Bagaimana kalo golok saya jatuhin? lebih enak kali.”

(Kemudian Kabayan menjatuhkan goloknya).

Tang, ting, tung, tang, ting, tung, teng begitu suara golok menimpa dahan.

Kabayan: “Waduh enak juga ya, yang ini pasti lebih enak suaranya.”

(Maka).

Kabyaan: “Hek! wadauw! hek! aawww!, hek! aduh! buk! Iteung! Tulungin akang Teung, Aduh” (Teriaknya sambil kesakitan).

(Ternyata si Kabayan menjatuhkan badannya).


4. Cerita Lucu Kabayan: Baju Hitam

Suatu ketika Kabayan kehilangan baju hitam kesayangannya. Sehingga kesehariannya kini ia sering memakai baju putih. Yang anehnya kini ia sering mengucapkan alhamdulillah berkali-kali. Teman Kabayan bernama Ujang penasaran atas tingkah laku Kabayan akhir2 ini.

Ujang: “Kang Kabayan, kenapa sekarang sering pakai baju putih?”

Kabayan: “Karena baju hitam saya hilang.”

Ujang: “Baju hilang namun kenapa sering mengucapkan kalimat alhamdulillah berkali-kali?”

Kabayan: “Karena saya harus banyak bersyukur.”

Ujang: “Banyak bersyukur karena apa?”

Kabayan: “Karena saat ini saya sedang tidak pakai baju hitam yang hilang. Jika saya sedang memakainya, tentu saya pun ikut hilang bersama baju hitam tersebut.”

Ujang: (Hening).


5. Cerita Lucu Kabayan Vs Alim Ulama

Suatu hari para alim ulama sepakat, mengundang Kabayan dalam suatu acara di kampung mereka. Para alim ulama senang menyambut datang nya Kabayan yang di undang. tiba lah acara tersebut dimulai, dan Kabayan dipersilahkan untuk tampil ceramah.

Kabayan: (Selasai memberi salam) “Tahu kah saudara, apa yang akan saya sampaikan?”

Para undangan & alim ulama: “TIDAK TAHU.”

Kabayan: “Kalau demikian untuk apa saya berdiri disini, sebab materi yang akan saya sampaikan sangat lah sulit.” (Langsung turun dan pulang).

(Setelah kejadian kemaren para alim ulama pun sepakat kembali mengundang Kabayan).

Para undangan & alim ulama: “SUDAH TAHU”.

Tibalah hari undangan tersebut, seperti biasa Kabayan dipersilahkan maju ke altar.

Kabayan: (Ucap salam) “Tahu kah saudara, apa yang akan saya sampaikan?”

Alim Ulama: “SUDAH TAHU!”

Kabayan: “Kalau demikian untuk apa lagi saya berdiri disini, kalau kalian
semua sudah tahu!” (Melangkah turun dan pulang).

Para alim ulama semakin penasaran dan kembali mereka mengundang Kabayan.
Kali ini mereka akan mengatur stragegi untuk menjebak Kabayan.

Alim Ulama: “Kita terbagi atas 2 (dua) bagian.”

(Dengan demikian masing-masing).

Para Undangan: “TIDAK TAHU.”

Alim Ulama: “SUDAH TAHU.”

Hari ini para undangan pun tiba termasuk Kabayan.

Kabayan: (Selesai sampaikan salam) “Sudah tahu kah saudara apa yang akan saya sampaikan?”

Kelompok pertama: “TIDAK TAHU.”

Kelompok kedua: “SUDAH TAHU.”

Kabayan: “Baik lah jika demikian, bagi kelompok yang sudah tahu, beritahu lah
kelompok yang tidak tahu. Buang-buang waktu saja.” (Meninggalkan altar dan pulang).

Alim Ulama: $%^&


6. Cerita Lucu Kabayan: Tulang Telunjuk yang Retak

Suatu ketika si Kabayan memeriksakan diri ke dokter. Ia mengeluhkan badannya
sakit semua.

Dokter: “Di mana yang terasa sakit?”

Kabayan: “Semua sakit, Dok.”

Dokter: “Coba yang lebih jelas, di mana tepatnya?”

Kabayan: “Semuanya! (Keukeuh, lalu menyentuh lutut dengan telunjuk kanannya) Auww, sakit!”

(Kemudian menyentuh pipi, jidat, bahkan perutnya, semuanya diiringi teriakan kesakitan).

Kabayan: “Tuh kan Dok, semuanya sakit!”

Dokter: (Memeriksa dengan teliti) “Ini mah bukan semuanya sakit, Kabayan, tapi tulang telunjuk kamu yang retak!”