10 Cerita Lucu Dompet Yang Bikin Ngakak

Kumpulan Cerita Lucu Tentang Dompet – Cerpen lucu atau cerita pendek lucu berikut ini dijamin membuat Anda tertawa. Silahkan disimak, dibaca lalu kemudian tertawa ngakak. Cerita lucu ini merupakan kumpulan cerpen lucu terbaru bertema Dompet yang disarikan dari berbagai sumber yang sudah diuji kelucuannya.

Artikel cerita humor terbaru ini didalamnya terdiri dari cerita2, kisah2, kalimat2 dan kata2 lucu berkaitan dengan Dompet yang disatukan menjadi sebuah kumpulan humor lucu dan cerita lucu yg bikin ngakak terpingkal-pingkal. Semoga Anda menikmati, terhibur dan menangis tertawa setelah membaca cerita lucu singkat, ataupun cerita lucu panjang yang kami sajikan berikut ini.

10 Kumpulan Cerita Lucu Tentang Dompet Yang Bikin Ngakak

1. Cerita Lucu Dompet Hilang Dukun Bertindak

Ada seorang pemuda yang kehilangan dompetnya yang berisi uang, SIM, kartu debet, kartu kredit dan surat penting lainnya. Pemuda ini kemudian meminta bantuan kepada seorang dukun agar dompetnya bisa kembali lagi.

Pemuda: “Mbah tolong bantu untuk menemukan dompet saya yang hilang tadi siang,

Mbah Dukun: “Tunggu sampai besok,”

Pemuda: “Tunggu gimana nih mbah, isi dompet saya itu ada uang, SIM, kartu kredit, dan surat-surat penting lainnya!”

Mbah Dukun: (Kesal) “Saya tidak bisa menemukan dompet sampean sebelum menemukan kunci kamar praktek saya yang hilang sejak kemarin.”


2. Cerita Lucu Beli Dompet Kulit

Gareng: “Mas, dompet ini harganya berapa?”

Penjual: “Rp.250.000.”

Gareng: “Dari kulit apa?”

Penjual: “Kulit ular.”

Gareng: “Kalo yg ini harganya barapa?”

Penjual: “Oh kalo yg itu harganya Rp.400.000..”

Gareng: “Mahalnya! Mang dari kulit apa?M

Penjual: “Kulit buaya.”

Gareng: “Mas, kalo dompet yg harga Rp15.000 ada ga Penjual?”

Penjual: “Ada..”

Gareng: (dengan senang hati) “Dari kulit apa?”

Penjual: “Dari kulit Pisang!”


3. Cerita Lucu Dompet Pengemis

Hari Minggu adalah hari yang tepat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, pacar, teman, atau orang tersayang. Dan hari Minggu ini Mono akan menghabiskan waktu liburannya dengan berjalan-jalan bersama temannya ke Monas. Karena Mono warga baru di kota Jakarta, maka ia terlihat begitu kagum saat pertama kali menginjakkan kaki di Monumen Nasional itu. Pulang dari Monas, tak disangka-sangka Mono bertemu dengan seorang pengemis.

Pengemis: “Pak, minta uang pak, 100 ribu aja.”

Mono: (Dalam hati) “Buset, ini pengemis minta duitnya gak kira-kira, ya.” (sambil menolak) “Maaf pak, tidak ada.”

Pengemis: “Kalo gitu 50 ribu aja, pak. 50 Ribu.”

Mono: (Sambil menggelengkan kepala). “10 ribu deh, pak. Buat makan saya nanti malem.”(terdiam, antara ingin memberi atau tidak ia bingung).

Pengemis: “Yaudah deh pak, seribu aja. Saya minta seribu doang lho, pak.”

Mono pun hendak memberinya uang selembar pecahan seribu rupiah. Namun sayang, saat itu Mono tidak punya uang recehan di dompetnya.

Pengemis: “Ah, si Bapak, saya minta duit seribu gak dikasih, 10 ribu gak dikasih juga, apalagi 100 ribu. Ternyata dompet Bapak lebih tipis dari dompet saya.”


4. Cerita Lucu Dompet Kakek

Suatu hari si Kakek Semar sedang menghadiri cucu nya yang sedang melakukan acara pernikahan. Kakek Semar ini sebenernya udah semingguan berada dirumah cucunya untuk membantu segala keperluan hajatan. Maklum rumah Kakek Semar berada jauh diluar kota jadi mau gak mau demi cucu nya dia harus jauh hari sebelum hari H sudah ada di TKP.

Hari pernikahan pun tiba, Kakek Semar nampak begitu sibuk menjamu semua tamu-tamu undangan yang datang. Mempersiapkan segala penyambutan, makanan dan lain sebagainya. menjelang sore, Kakek Semar merasa dirinya sangat lelah. Ya wajarlah lelah dia walaupun udah abah-abah tapi semangatnya membantu Cucunya hajatan sangatlah tinggi.

Menjelang sore, Kakek Semar ingin sekali merebahkan badannya dan beristirahat, namun segala tempat yang tersedia sudah penuh di isi sama kerabat yang lainnya. Dia pun mencari tempat hingga terbersit dipikirannya untuk beristirahat sejenak dikamar Pengantin. akhirnya Kakek Semar pun masuk ke Kamar Pengantin. Ternyata kamar pengantin sangat nyaman, berbeda dengan kamar pengantin saat dulu Kakek Semar menikah. Kasurnya empuk, seprei nya harum. Kakek Semar langsung merebahkan di kasur Pengantin.

Kakek Semar: “Ahhh, Istirahat sebentar.”

Saat dia merebahkan badannya, terasa ada yang mengganjal di bagian pantat, ternyata dompetnya, sia pun langsung melepaskan Dompetnya dan ditaruh di samping. Gak lama kemudian terdengar suara pasangan pengantin baru dari luar. Kakek Semar pun langsung kaget dan langsung menuju bawah ranjang untuk bersembunyi. Penganten pun masuk ke kamar dan mengunci pintu agar aman.

Pria: “Neng sayang, silahkan duluan ke kasur.”

Wanita: “Ahh enggak aa, Aa aja duluan ke kasur.”

Pria: “Kan eneng pengantin wanitanya, jadi duluan aja sok.”

Wanita: “Aa aja atuh, kan aa prianya.”

Akhirnya pengantin wanitanya dipangku oleh pengantin pria nya ke atas kasur tempat tidur. Romantis banget. Mereka pun melanjutkan sisi keromantisan pengantin baru dikamar pengantin.

Pria: “Neng, A Boleh nanya gak?”

Wanita: “Apa aa?”

Pria: “Hidungmu yang mancung itu punya siapa?”

Wanita: “Punya Eneng..”

Pria: “Boleh Gak idungna buat Aa.” (sambil mencubit hidungnya).

Wanita: “Iya boleh deh hihii..”

Pria: “Kalau Bibirnya yang merah, itu boleh juga gak buat aa?”

Wanita: “Iya aa, sekarang semuanya buat aa, boleh semuanya ko hhiihi..”

Pria: “Kalau begitu,, hihi, anu, anunya, anu..”

Wanita: “Anu apa aa??”

Pria: “Anu, Neng.. Anunya.. Anu.. Dompet boleh gak buat Aa?”

(Belum juga si pengantin wanita menjawab langsung terdengan dari bawah Ranjang).

Kakek Semar: “JANGAN! ITU DOMPET KAKEK!”


5. Cerita Lucu Si Penemu Dompet

Suatu hari, seorang pemuda (Petruk) berjalan di salah satu Mall di Makassar. Setelah berjalan memasuki pintu Mall tersebut, ia melihat dompet seorang ibu yang jatuh dari saku jaketnya.. Kemudian ia berjalan ke arah dompet tersebut, mengambilnya lalu mencari ibu si pemilik dompet itu.. Sesampainya di tempat ibu itu berada,

Petruk: (menjulurkan tangan) “Bu, ini dompet ibu. Saya melihatnya jatuh di dekat pintu masuk dan saya mengambilnya lalu ingin mengembalikannya kepada ibu.”

Ibu: (Ssambil membuka dompet) “Kenapa uangnya cuman Rp.500.000? Tadi waktu saya kesini uangnya ada sejuta. Saya isi di kantongan dalamnya. Kamu mengambilnya?”

Petruk: “Astagfirullah! Bu, kalau saya mengambilnya, tidak mungkin saya mengembalikan dompet ibu. Coba ibu cari dulu.”

Ibu: (Sambil mencari) “Tidak ada. Ini kantong dalamnya kosong..”

Setelah mencari berulang-ulang kali didalam dompet dan tidak menemukan uang itu, si Ibu pun memanggil suaminya.

Suami: (Sambil melihat si Petruk) “Kamu mengambil uangnya? Jujur saja. Mana ada maling mau ngaku..”

Petruk: “Ya ampun.. Pak, untuk apa saya mengambil uang itu. Kalau memang uangnya saya ambil, saya tidak mungkin mengembalikan dompet ini lagi. Coba dicari dulu baik-baik. Siapa tau istri bapak simpannya ditempat lain, bukan didalam dompet.

(Si Ibu dan Suaminya mencari kembali uang itu. Dan ternyata mereka menemukannya didalam kantong jaket si Ibu).

Ibu: “Eh, ini uangnya.. Ternyata saya menyimpannya didalam kantong jaket, Bukan didalam dompet. Maaf ya nak, Saya sudah menuduhmu mengambil uang saya.

Petruk: “Tidak apa-apa bu. Lain kali jangan asal nuduh lagi.”

Suami: “Maaf ya nak, saya hampir memukulmu gara-gara uang itu. Sebagai rasa bersalah, saya akan memberikan uang ini kepada kamu. Ini ambil.” (sambil menjulurkan tangan).

Petruk: “Tidak usah pak.”

Suami: “Kalau begitu saya tambah lagi Rp.500.000 jadinya Rp.1.000.000. Diambil saja.”

Ibu: “Iya, diambil saja nak.”

Petruk: “Jangan pak, bu. Tidak usah. Makasih sudah ingin memberi.”

Suami: “Hmmm.. Nih saya nambah lagi Rp.500.000. Jadinya Rp.1.500.000. Diambil saja, sebagai rasa bersalah saya ke kamu..”

Petruk: “Tidak usah pak, saya ikhlas kok. Saya mengembalikannya bukan untuk mendapatkan imbalan..”

Suami: “Saya tambah lagi deh Rp.500.000. jadinya Rp.2.000.000. Ambilah nak. Saya ikhlas kok memberikan uang ini ke kamu. Hitung-hitung sebagai rasa bersalah saya ke kamu.”

Petruk: “Hmmmm..” (sambil berpikir).

Tante: (Berteriak) “Hey, Petruk! Banguuuun, sudah pagi. Kok masih ngorok aja sih.”


6. Cerita Lucu Foto Lelaki di Dompet Istri

Suatu hari ada seorang pria yang sudah menikah menemukan foto laki-laki di dompet istri yang telah dinikahinya selama 2 tahun. Maka terjadilah pertengkaran hebat.

Suami: “Aku tidak menyangka ternyata selama ini kamu telah berselingkuh dariku!”

Istri: “Maafkan aku mas, tapi itu tidak seperti yang kau kira.” (sambil menangis)

Suami: (Dengan sangat marah) “Lalu siapa foto laki-laki itu kalo bukan selingkuhanmu, dan kenapa ada di dompetmu? Kamu kan juga tidak memiliki saudara laki-laki! Ayo jawab!”

Istri: “Bukan siapa-siapa mas.”

Suami: “Lantas, ini foto siapa?!”

Istri: (Dengan terisak-isak) “Itu aku mas, waktu dulu sebelum operasi.”


7. Cerita Lucu Membuka Dompet di Depan Dokter Gigi

Begitu dokter gigi mempersilakan pasien untuk duduk, si pasien segera mengeluarkan dompetnya.

Dokter Gigi: “Tolong jangan, anda belum perlu membayar saya sekarang.”

Pasien: “Bayar anda apanya? Saya hanya ingin menghitung uang saya sebelum saya dibius!”


8. Cerita Lucu Dompet Hilang

Mono kehilangan dompetnya pada suatu pesta keponakannya.

Mono: “Hadirin, saya mohon maaf karena mengganggu perayaan ini sebentar, Saya baru saja kehilangan dompet berisi uang 500 dollar. Bagi siapa saja yg menemukan, saya tawarkan hadiah 50 dollar.”

Dari arah belakang terdengar suara: “Saya menawarkan 75 dollar.”


9. Cerita Lucu Dompet Kejebur

Terdengar suara ibu-ibu minta tolong.

Ibu: “Tolong Toloong, dompet saya kejebur!”

Bagong: “Ada apa ya bu?”

Ibu: “Tolong ambilkan dompet saya mas, dompet saya jatuh di kolam itu.”

Pemuda: “Wah, kalau saya mau ngambilkan, ibu mau kasih saya apa?” (nada belagu).

Ibu: “Saya kasih uang 50ribu deh.”

Bagong: “Bener nih?”

Ibu: “Iya mas, tolong ambilkan! Kemudian pemuda itu masuk ke dalam kolam dan mengambil dompet itu sampai basah kuyup.”

Bagong: “Nih bu, dompetnyee. Sesuai janjinya, ibu itu mengambil uang dari dalam dompetnya.”

Ibu: “Wah, saya ga punya uang 50 ribuan, adanya 100 ribuan. Nanti saya minta kembalianya ya.”

Bagong: “Waduh, saya juga gak bawa uang nih.”

Ibu: “Haduh, gimana yaa!?”

Bagong: “Gini aja bu, dompetnye dijeburin lagi. terus saya ambilkan lagi. Jadinya kan pas 100 ribu buat saya.”

Ibu: “@*#&~€$%¥”


10. Cerita Lucu Dompet: Lihat Foto Istri

Suatu malam, ada seorang pria berjalan ke bar. Di sana dia duduk dan meminta bartender agar membawakannya sebotol bir. Bartender meluluskan permintaannya dan pria itu menghabiskan birnya dengan cepat, kemudian melihat dompetnya, mengeluh, dan meminta bir lainnya. Setiap kali dia menerima bir, pria itu meminumnya kembali, melihat dompetnya, mengeluh, dan memesan bir lainnya.

Bartender: (curiga) “Hei, kamu. Mengapa setiap kali kamu menghabiskan bir lalu buru-buru membuka dompet, kamu takut uangmu tidak mencukupi?”

Pria: “Bukan itu masalahnya. Saya menaruh foto istri saya dalam dompet. Saya akan minum terus sampai dia berubah menjadi cantik. Kemudian saya baru pulang ke rumah.”

Bartender: “?!@#$%^&**&^%$#@”

loading...

7 Cerita Lucu Tas Yang Bikin Ketawa

Kumpulan Cerita Lucu Tentang Tas – Cerpen lucu atau cerita pendek lucu berikut ini dijamin membuat Anda tertawa. Silahkan disimak, dibaca lalu kemudian tertawa ngakak. Cerita lucu ini merupakan kumpulan cerpen lucu terbaru bertema Tas yang disarikan dari berbagai sumber yang sudah diuji kelucuannya.

Artikel cerita humor terbaru ini didalamnya terdiri dari cerita2, kisah2, kalimat2 dan kata2 lucu berkaitan dengan Tas yang disatukan menjadi sebuah kumpulan humor lucu dan cerita lucu yg bikin ngakak terpingkal-pingkal. Semoga Anda menikmati, terhibur dan menangis tertawa setelah membaca cerita lucu singkat, ataupun cerita lucu panjang yang kami sajikan berikut ini.

7 Kumpulan Cerita Lucu Tentang Tas Yang Bikin Ketawa

1. Cerita Lucu Pencuri Tas Belanjaan

Suatu hari, Semar pergi berbelanja di pasar. Karena barang belanjaannya sangat banyak, Semar yang sudah tua itu tidak kuat membawanya sendiri. Ia lalu mengupah seorang pemuda untuk membawakan tasnya. Keduanya berjalan pulang ke rumah Semar. Tapi di tengah perjalanan pemuda itu lari meninggalkan Semar sambil membawa tas belanjannya.

Minggu berikutnya, Semar pergi lagi ke pasar bersama temannya. Ternyata pemuda yang melarikan tas Semar itu juga ada di sana.

Semar: “Lihat, itu pemuda yang melarikan tas belanjaku!” (cepat-cepat bersembunyi dan baru keluar setelah pemuda itu pergi).

Teman: “Mengapa engkau berbuat seperti itu?”

Semar: “Pemuda itu membawa tas belanjaku sejak minggu yang lalu. Dia pasti akan meminta upahnya selama tujuh hari. Dibandingkan dengan isi tasku, maka upah yang harus kubayar jauh lebih besar!!”


 

2. Cerita Lucu Tas: Pembantaian Nenek Di Kereta

Alkisah terdapat kasus pembunuhan, seorang pria yang dengan sadisnya membantai seorang nenek di kereta, kasus ini sudah mencapai tahap pembuktian di pengadilan. Namun hakim hingga detik ini belum mampu mencari tau alasan kenapa pria ini membunuh nenek tsb.

Hakim: “Tolong saudara jawab dgn jujur, kenapa sodara sampai tega membunuh nenek yg tidak bersalah itu? Anda orang kaya dan tidak ada indikasi mencuri, Dan dari data yg kita punya, anda pun tidak pernah dendam kepadanya.”

Tersangka: “Ceritanya begini pak, waktu itu saya dari jakarta akan berangkat ke surabaya dengan menggunakan kereta api, saya naik kereta satu gerbong dengan nenek itu. Saya duduk di dekat jendela & nenek itu berada tepat di sebelah saya. Setelah kereta melewati pemberhentian pertama, datanglah pria yang akan memeriksa karcis kami. Nenek itu lebih dulu dimintai karcis, kemudian nenek itu mengeluarkan tasnya yg besar dan di dalam tasnya yg besar dia mengeluarkan tasnya yg kecil dan di dalam tasnya yg kecil dia mengeluarkan dompet yg besar dan di dalam dompet yg besar dia mengeluarkan dompet yg kecil dan di dalam dompet yg kecil ada dompet tangan dan di dalam dompet tangan ada karcis kereta tsb dan dikasihlah kepada si pemeriksa karcis, kemudian si pemeriksa karcis mendatangi saya dan saya berikanlah langsung karcis saya tersebut. Kemudian tidak lama setelah pemberhentian pertama kereta kembali berhenti di permberhentian kedua. Lagi2 di sana hadir pemeriksa karcis, nenek itu kembali didatangi lebih dulu dan kemudian dia mengeluarkan tasnya yg besar dan di dalam tasnya yg besar dia mengeluarkan tasnya yg kecil dan di dalam tasnya yg kecil dia mengeluarkan dompet yg besar dan di dalam dompet yg besar dia mengeluarkan dompet yg kecil dan di dalam dompet yg kecil ada dompet tangan dan di dalam dompet tangan ada karcis kereta tsb dan dikasihlah kepada si pemeriksa karcis, kemudian si pemeriksa karcis mendatangi saya dan saya berikanlah langsung karcis saya tersebut. Setelah 30 menit kemudian, kereta kembali berhenti untuk pemberhentian ketiga. Dan lagi2 datang si pemeriksa karcis, nenek itu kembali didatangi lebih dulu dan kemudian dia mengeluarkan tasnya yg besar dan di dalam tasnya yg besar dia mengeluarkan tasnya yg kecil dan di dalam tasnya yg kecil dia mengeluarkan dompet yg besar ada domp..”

Hakim: (PLANNKK!! mengetuk palu) “Tolong ya! Saya mohon sodara lebih serius sedikit di pengadilan ini! Jangan main2 ya!”

Tersangka: “Tuh kaan.. Baru sampe stasiun ketiga aja pak hakim udah sewot!! Saya sampai Surabaya Pak Surabayaaaa!!


3. Cerita Lucu Menemukan Tas Yang Hilang

Seorang wanita kehilangan tasnya dalam hiruk-pikuk belanja saat liburan Natal. Beberapa waktu kemudian, tas itu ditemukan oleh anak kecil yang jujur yang mengembalikan kepadanya.

Wanita: (Sambil mencari di tasnya) “Hmmm, Ini lucu. Ketika saya kehilangan tas saya ada uang Rp. 100.000 di dalamnya. Sekarang jadinya ada 10 lembar uang Rp.10.000.”

Anak: “Itu benar, Nyonya. Terakhir kali saya menemukan sebuah tas wanita, dia tidak memiliki uang kembalian sebagai ucapan terima kasih.”


4. Kisah Lucu Tas: Atlet Petinju Vs Atlet Pelari

Suatu hari di Bandara, seorang Atlet Tinju buru-buru masuk WC karena kebelet. Dia menyimpan tas bawaannya di luar, kemudian mengambil kertas dan ditulisi “JANGAN DIGANGGU. MILIK PETINJU NASIONAL!!”

Sekembalinya dari WC, sang Petinju kaget karena tas miliknya sudah tidak ada di tempat. Disana hanya ada kertas dengan tulisan “JANGAN DIKEJAR. YANG NYURI PELARI NASIONAL!!


5. Cerita Lucu Tas: Pria Idaman Wanita

Sore Ini Gareng bersama adiknya, Petruk, pergi ke sebuah taman hiburan. Mereka berdua merasa bosan jika terus berada dirumah pada hari libur. Atas saran Petruk tadi pagi, Gareng bersama adiknya yang berumur 7 tahun itu pergi ke sebuah taman hiburan.

Bukannya terhibur, Gareng malah dibuat iri dengan banyak pasangan yang berkencan dan bergandengan tangan di tempat itu. Terlebih ketika Gareng melihat ada seorang lelaki yang berjalan di kerumuni oleh banyak wanita. Gareng jadi berhasrat ingin seperti laki-laki itu.

Petruk: “Kenapa tampang kak Gareng murung begitu? Kakak gak seneng ya kita ke tempat ini?”

Gareng: “Gak kok. Kakak gak murung. Kakak seneng.”

Petruk: “Kakak jangan bohong. Bohong itu dosa lho kak,”

Gareng: (Sambil menghela napasnya, menatap laki-laki yang dikerumuni banyak wanita itu) “Kakak gak murung, kakak cuma sedih. Coba aja kakak bisa kaya cowok itu. Jadi pria idaman wanita yang banyak dikejar-kejar kaum hawa. Kamu tau gak dek, kakak ini udah jomblo selama 20 tahun!”

Petruk: “Lho, bukannya umur kakak pas ulangtahun minggu kemarin genap 20 tahun?”

Gareng: “Iya, terus kenapa?”

(Keduanya saling diam dan memilih duduk di bangku-bangku taman hiburan).

Petruk: “Kakak tunggu sini yah. Pokoknya kakak jangan kemana-mana, oke?!” (Dan tak lama kemudian) “Nih, kak. Bawa aja tas ini.”

Gareng: “Ini tas siapa? Tas dari mana? Ini kan tas perempuan?” (heran melihat benda asing itu).

Selang beberapa waktu, si pemilik tas yang Gareng pegang tadi datang untuk mencari tasnya dan ketika tak jauh dari tempat Gareng berdiri, wanita itu melihat bahwa tasnya ada di tangan orang lain. Si wanita itu berteriak maling lalu mengejar Gareng. Mendengar kata maling, wanita-wanita yang tadi mengerumuni lelaki di taman hiburan itu ikut membantu mengejar Gareng yang lari.

Petruk: “Nah, sekarang udah dikerubutin cewek-cewek kan, kak.”

Gareng: “Petrukkkk!!”


 

6. Cerita Lucu Tas: Barang Selundupan

Seorang Palestina bernama Mono hendak melintasi pos perbatasan Israel–Palestina. Dia bersepeda dan membawa dua tas besar di pundaknya.

Tentara Israel: “Pinggirkan sepedamu itu. Saya ingin bertanya, apa isi kedua tas itu?”

Mono: “Pasir.”

Tentara Israel tidak percaya begitu saja. Mereka membongkar kedua tas itu dan benar mereka menemukan pasir didalamnya. Akhirnya mereka melepaskan Mono dan membiarkan dia melintasi perbatasan menuju wilayah Israel. Keesokan harinya, kejadian yang sama berulang kembali.

Tentara Israel: “Apa yang kamu bawa?”

Mono: “Pasir.”

Tentara-tentara itu memeriksa dengan teliti kedua tas itu dan tetap menemukan benda yang sama, pasir. Kejadian yang sama berulang kali terjadi hingga tiga tahun lamanya. Akhirnya, Mono tidak muncul lagi dan tentara Israel itu menjumpainya sedang bersantai ria di luar kota Yerikho.

Tentara Israel: “Hei, kamu yang suka bawa pasir itu? Saya menduga kamu selama ini membohongi kami saat melintas perbatasan. Tapi saya selalu menemukan pasir di dalam tasmu. Selama tiga tahun, saya sepertinya menjadi gila, tidak bisa makan atau tidur memikirkan apa yang kamu selundupkan. Baiklah, ini di antara kita berdua saja! Saya mau tanya, apa sih yang kamu selundupkan tiap hari selama tiga tahun ini?”

Mono: (Dengan kalem) “SEPEDA!”


7. Cerita Lucu Itu Tas Saya

Sebuah pesawat penumpang terbang diatas ketinggian 1000 kaki sedang mengalami kerusakan serius pada kedua mesin-nya. Berikut percakapan para penumpangnya.

Pilot: “Para penumpang sekalian saya mohon maaf, kedua mesin pesawat mati dan sebentar lagi akan menabrak gunung di depan kita, kita disini ada 5 orang sedangkan pesawat hanya punya 4 parasut, saya harus segera melapor ke pangkalan jadi saya pakai 1 parasut.” (Melompatlah terjun).

Wartawan: (dengan segera mengambil 1 parasut lagi) “Wah, saya harus segera mengabarkan kejadian ini ke publik, saya duluan.” (melompat).

Pejabat: (Dengan santainya) “Maaf, saya adalah orang penting bagi negeri ini, banyak yang harus saya urus demi kemajuan negri ini, saya juga mengemban mandat rakyat, tugas saya menyelamatkan mereka jadi saya ambil satu parasutnya.” (terjun).

(Tinggallah seorang anak pramuka bersama kakeknya).

Kakek: “Cucuku, kamu masih muda, perjalanan kamu masih panjang, parasut tinggal 1 pakailah, biar kakek berkorban untukmu.”

Anak Pramuka: “Kakek nggak usah khawatir, kita berdua pasti akan selamat.”

Kakek: (Bingung) “Tidak mungkin 1 parasut untuk 2 orang.”

Anak Pramuka: “Kakek tenang saja, yang dipake pejabat tadi bukan parasut, tapi tas ransel saya.”

loading...