10 Cerita Lucu Humor Bahasa Indonesia Yang Lulus SNI

Kumpulan Cerita Lucu Bahasa Indonesia – Cerpen lucu atau cerita pendek lucu berikut ini dijamin membuat Anda tertawa. Silahkan disimak, dibaca lalu kemudian tertawa ngakak. Cerita lucu ini merupakan kumpulan cerpen lucu terbaru tentang mata pelajaran/jurusan Bahasa Indonesia yang disarikan dari berbagai sumber yang sudah diuji kelucuannya.

Artikel cerita humor terbaru ini didalamnya terdiri dari cerita-cerita, kisah-kisah, kalimat-kalimat dan kata-kata lucu berkaitan dengan Bahasa Indonesia yang disatukan menjadi sebuah kumpulan humor lucu dan cerita lucu yg bikin ngakak terpingkal-pingkal. Semoga Anda menikmati, terhibur dan menangis tertawa setelah membaca cerita lucu singkat, ataupun cerita lucu panjang yang kami sajikan berikut ini.

10 Kumpulan Cerita Lucu Humor Tentang Bahasa Indonesia Yang Lulus SNI

1. Kata-Kata Lucu Bahasa Indonesia Vs Bahasa Silet

Bahasa Indonesia vs Bahasa Silet Investigasi
(Dalam gaya berbicara Peni Rose)

Bahasa Indonesia: Selingkuh.

Bahasa Silet: Goncangan kesetiaan cinta kini kandas sudah.

Bahasa Indonesia: Kangen.

Bahasa Silet: Sedang dilanda rasa rindu nan menggelora sehingga tak bisa tidur semalaman.

Bahasa Indonesia: Galau.

Bahasa Silet: Lara merundung menyesakkan dada, sungguh hanya kekasih pelipurnya.

Bahasa Indonesia: Kawin.

Bahasa Silet: Erangan nafsu pemecah sukma di malam syahdu.

Bahasa Indonesia: Cantik.

Bahasa Silet: Raga nan indah bak intan permata bagaikan ratu cleopatra.

Bahasa Indonesia: Kangen mantan.

Bahasa Silet: Hati masygul yang berderik laksana sungai kering mengungkung ikan-ikan penuh dahaga.

Bahasa Indonesia: Kebelet boker.

Bahasa Silet: Desakan jiwa dan nurani menyemburatkan rona tertahan ingin bebas tapi tak berdaya dihadapan yang tercinta.

Bahasa Indonesia: Upil.

Bahasa Silet: Butir-butir debu dalam rongga kehidupan.

Bahasa Indonesia: Ciuman.

Bahasa Silet: 2 bibir bertaut merenda kasih saling berkatub seakan tak ingin lepas membuat jiwa menggelora penuh asa.

Bahasa Indonesia: Bau jigong.

Bahasa Silet: Semerbak aroma menusuk sukma, nista tak tertahankan menggetarkan tirani.

Bahasa Indonesia: Ngantuk.

Bahasa Silet: Dua jendela hati yang tak kuasa menahan rasa menutup hari.

Bahasa Indonesia: Nonton SM*SH.

Bahasa Silet: Termenung sejenak meresapi para pria nan elok mencolok membuat mata tercolok.

Bahasa Indonesia: Penggemar Justin Bieber.

Bahasa Silet: Perawan2 labil yg menggelinjang di depan panggung.

Bahasa Indonesia: Lapar.

Bahasa Silet: Erangan batin yang berkobar dalam rongga kenistaan hingga menjerit, menjalar asa kehampaan.

Bahasa Indonesia: Kentut.

Bahasa Silet: Sekelebat nirwana yang memaksa batas norma.

Bahasa Indonesia: Abis boker.

Bahasa Silet: Setelah bergeming dengan deru asa hingga bersimbah peluh akhirnya tergores senyum diwajah.


2. Cerita Lucu Pelajaran Bahasa Indonesia

Guru: “Omas, coba buat kalimat yang bisa membuat orang lain semangat”

Omas: “Kalo MARAH keluarkan saja AMARAHMU Kalo SEDIH keluarkan saja KESEDIHANMU Kalo MALU jangan keluarkan KEMALUANMU.”

Guru: (Diam seribu bahasa).


3. Cerita Lucu Bahasa Indonesia: Belajar Peribahasa

Di Kelas Bahasa Indonesia SMA Bulugan, Pak Guru Semar sedang mengajar Peri-bahasa, kemudian dia memberikan soal ke murid-murid di kelas.

Semar: “Anak-anak coba kalian lanjutkan peribahasa ini, Guru kencing berdiri, murid kencing..?”

Petruk: “Murid kencing berlari!”

Semar: “Salah!”

Gareng: “Murid kencing di celana!”

Semar: “Goblok, salah!”

(Ruang kelas jadi hiruk pikuk, sebab murid pada kebingungan) Tiba-tiba si Nunung mengangkat tangan,

Nunung: “Murid kencing bernanah!”

Semar: “Hah!, apa artinya itu?”

Nunung: “Artinya, waktu acara kemping minggu kemaren saya lihat Pak Guru Semar kencing berdiri dibawah pohon mangga, sedangkan hari ini si Ateng nggak masuk sekolah, menurut keterangan dokter dia sakit kencing nanah!”

Semar: “!!??”

Murid: “Hore,, hore seratus!”


4. Cerita Lucu Membuat Kalimat Bahasa Indonesia

Pada waktu pelajaran Bahasa Indonesia di salah satu Sekolah Dasar, Ibu Guru memberikan pertanyaan kepada murid-murid untuk membuat kalimat dari kata bantu yang Ibu Guru sebutkan.

Ibu Guru: “Yah, kamu RatmiB29 buat kalimat dari kata Pelangi.”

RatmiB29: “Kemarin sore sehabis hujan kami melihat pelangi.”

Ibu Guru: “Bagus, kini giliranmu Mono, buat kalimat dengan kata Telur.”

Mono: “Saya membeli telur di warung.”

Ibu Guru: “Bagus, nah sekarang kamu Bagong, buat kalimat dengan kata bantu Lampu.”

Bagong: “Ibu menghisap lampu.”

Ibu Guru: “Koq bisa begitu Bagong.” (sambil kebingungan)

Bagong: “Iya, soalnya tadi malam Ibu bilang sama Bapak, Pak,, tolong matikan lampunya nanti saya hisap”

Ibu Guru: “!!??”


5. Cerita Lucu Bahasa Indonesia: Belajar Lawan Kata

Kelas yang tadi ribut-ribut tanpa guru, kini menjadi sunyi. Guru Bahasa Indonesia yang paling ditakuti dan disegani oleh semua murid telah masuk ke dalam kelas. Wajahnya garang seperti harimau kelaparan.

Murid-murid: “Selamat pagi, Bu Guru!”

Guru (dengan suara melengking): “Mengapa bilang selamat pagi saja? Kalau begitu siang, sore dan malam kalian mendoakan saya tidak selamat ya?”

Murid-murid: “Selamat pagi, siang dan sore Bu guru.”

Guru: “Kenapa panjang sekali? Tidak pernah orang mengucapkan selamat seperti itu! Katakan saja selamat sejahtera, bukankah lebih bagus didengar dan penuh makna? Lagipula ucapan ini meliputi semua masa dan keadaan.”

Murid-murid: “Selamat sejahtera Bu Guru!”

Guru: “Sama-sama, duduk! Dengar sini baik-baik. Hari ini Bu Guru mau menguji kalian semua tentang perlawanan kata atau antonim kata. Kalau Bu Guru sebutkan perkataannya, kamu semua harus cepat menjawabnya dengan lawan katanya, mengerti?”

Murid-murid: “Mengerti Bu Guru..”

Guru: “Pandai!”

Murid-murid: “Bodoh!”

Guru: “Tinggi!”

Murid-murid: “Rendah!”

Guru: “Jauh!”

Murid-murid: “Dekat!”

Guru: “Berjaya!”

Murid-murid: “Menang!”

Guru: “Salah itu!”

Murid-murid: “Betul ini!”

Guru: (geram) “Bodoh!”

Murid-murid: “Pandai!”

Guru: “Bukan!”

Murid-murid: “Ya!”

Guru: (mulai pusing) “Oh Tuhan!”

Murid-murid: “Ya Hamba!”

Guru: “Dengar ini.. ”

Murid-murid: “Bicara itu..”

Guru: “Diam!”

Murid-murid: “Ribut!”

Guru: “Itu bukan pertanyaan, bodoh!”

Murid-murid: “Ini adalah jawaban, pandai!”

Guru: “Mati aku!”

Murid-murid: “Hidup kami!”

Guru: “Saya rotan baru tau rasa!!”

Murid-murid: “Kita akar lama tak tau rasa!!”

Guru: “Malas aku ngajar kalian!”

Murid-murid: “Rajin kami belajar bu guru.”

Guru: “Kalian gila semua!”

Murid-murid: “Kami waras sebagian!”

Guru: “Cukup! Cukup!”

Murid-murid: “Kurang! Kurang!”

Guru: “Sudah! Sudah!”

Murid-murid: “Belum! Belum!”

Guru: “Mengapa kamu semua bodoh sekali?”

Murid-murid: “Sebab saya seorang pandai!”

Guru: “Oh! Melawan, ya??!!”

Murid-murid: “Oh! Mengalah, tidak??!!”

Guru: “Kurang ajar!”

Murid-murid: “Cukup ajar!”

Guru: “Habis aku!”

Murid-murid: “Kekal kamu!”

Guru (putus asa): “O.K. Pelajaran sudah habis!”

Murid-murid: “K.O. Pelajaran belum mulai!”

Guru: “Sudah, bodoh!”

Murid-murid: “Belum, pandai!”

Guru: “Berdiri!”

Murid-murid: “Duduk!”

Guru: “Bego kalian ini!”

Murid-murid: “Cerdik kami itu!”

Guru: “Rusak!”

Murid-murid: “Baik!”

Guru (stres): “Kamu semua ditahan siang hari ini!!”

Murid-murid: “Dilepaskan tengah malam itu!!”

Bu Guru: “???&^&*(#%!!!”


6. Cerita Bahasa Indonesia: Kalimat Dengan Kata Bayi

Seorang guru Bahasa Indonesia meminta kepada salah satu muridnya untuk membuat contoh kalimat sempurna yang di dalamnya terdapat kata ‘BAYI’.

Siswa: “Saudara perempuanku telah menikah kemarin.”

Guru: “Mana kata “bayi” yang diminta?”

Siswa: “Bayinya akan muncul setelah 9 bulan lagi kira-kira..”


7. Cerita Lucu Turis Belajar Bahasa Indonesia

Turis amerika yang sedang belajar Bahasa Indonesia sedang bingung, mengapa orang Indonesia, jika menjawab pertanyaan itu beda-beda seperti yoi, ya, dan ya begitulah. Suatu hari ia melihat seorang pejabat yg sedang duduk di lounge di sebuah hotel tempat dia menginap dan lalu Lalu ia bertanya kepada pejabat tersebut,

Turis: “Bagaimana cara membedakan yoi, ya, dan ya begitulah?”

Pejabat: “Oh, It’s very–very simple Sir, Kalau yoi, orang tersebut tidak punya pendidikan, kalo iya, orang itu tamatan SMA, dan kalau ya begitulah, berarti ia sarjana.”

Turis: “Oh, gitu, ya?”

Pejabat: “Yoi!!”


8. Cerita Lucu Bahasa Indonesia: Nama Kepanjangan

Pada suatu hari, di dalam salah satu kelas di suatu SD.

Ibu Guru: “Anak-anak, sebelum pelajaran dimulai Ibu akan mengabsen terlebih dahulu. Yati Syafitri?”

Yati: “Saya, Bu.”

Ibu Guru: “Ateng Idaman?”

Ateng: “Hadir, Bu.”

Ibu Guru: “Mono Surmono M.?”

Mono: “Ada, Bu.”

Ibu Guru: (Berpikir sejenak) “Coba ke depan sebentar, Mono. Siapa yang dulu memberi nama kamu, Mono?”

Mono: “Ayah saya. Kenapa Bu?”

Ibu Guru: (Sambil menjelaskan pelajaran Bahasa Indonesia yang baik dan benar) “Tolong bilang kepada Bapakmu, namamu kurang bagus, pengulangan nama Mono pada Surmono kurang efektif, terkesan boros!”

Mono: (Sambil agak kesel) “Baik, Bu. Nanti pesannya akan saya sampaikan.”

Ibu Guru: “Baiklah, terima kasih. Lalu, M. itu sendiri kepanjangan dari apa?”

Mono: (Sambil ngeloyor pergi) “Mar-mono, Bu.”


 

9. Kata-Kata Lucu Belajar Bahasa Indonesia Dengan Benar

Selamat siang (Benar).

Met siank. (Bisa dimaklumi Karena disingkat).

Celamat Ciaankk eaaa. (Alay detect).

C3lumU4th c14nkk 3444 (Ya Allah ampunilah dosa-dosanya).

Jangan sampe ketularan 4l4y ya..

karena 4l4y gak akan masuk surga.. Tapi masuk culg4.


10. Cerita Lucu Bahasa Indonesia: Kalimat Pasif dan Aktif

Bu Guru: “Hari ini belajar Bahasa Indonesia..”

Gareng: “Bahas tentang apa Ibu?”

Bu Guru: “Tentang kalimat pasif dan kalimat aktif. Coba jelaskan ciri2 kalimat aktif?”

Gareng: “Di miskol Bu, kalo nyambung berarti itu kalimat aktif!”

Bu Guru: “Yap bener. Tumben kamu pinter..”

loading...

17 Cerita Lucu Humor Sejarah Yang Gila Abis

Kumpulan Cerita Lucu Sejarah – Cerpen lucu atau cerita pendek lucu berikut ini dijamin membuat Anda tertawa. Silahkan disimak, dibaca lalu kemudian tertawa ngakak. Cerita lucu ini merupakan kumpulan cerpen lucu terbaru tentang mata pelajaran/jurusan Sejarah yang disarikan dari berbagai sumber yang sudah diuji kelucuannya.

Artikel cerita humor terbaru ini didalamnya terdiri dari cerita-cerita, kisah-kisah, kalimat-kalimat dan kata-kata lucu berkaitan dengan Sejarah yang disatukan menjadi sebuah kumpulan humor lucu dan cerita lucu yg bikin ngakak terpingkal-pingkal. Semoga Anda menikmati, terhibur dan menangis tertawa setelah membaca cerita lucu singkat, ataupun cerita lucu panjang yang kami sajikan berikut ini.

17 Kumpulan Cerita Lucu Humor Tentang Sejarah Yang Gila Abis

1. Cerita Lucu Pelajaran Sejarah

Guru: “Anak-anak, belanda tiba di Indonesia pada?”

Murid: “Pada belum tauu pak!”

Guru: “Koplaaakk, okee, pada tahun 1581. Dimana anak-anak?”

Murid: “Yaaa di indonesia laa paak!”

Guru: (Garuk kepala) “Oke-okee, sekarang tahun berapa sumpah pemuda diikrakan?”

Murid: “1928 paaakk.”

Guru: “Bagussss, naah ada yang tau, perang Diponegoro terjadi dimana?”

Murid: “Dimedan perang paaakk!”

Guru: “Dijawa tengah naak, pada tahun 1826 s/d 1831. catat yaa.”

Murid: “Baik paaak.”

Guru: “Lhaaa itu si Ucup kenapa tidur!!! Tolong bangunkan. (Setelah ucup bangun) Cup, apa yg terjadi pada tahun 1826 – 1831?”

Ucup: “Adzan Magrib pak!!”

Guru: “*#!?@$^” (nelen penggaris).


2. Cerita Lucu Sejarah: Menyontek

Pada suatu hari orang tua si Petruk dipanggil menghadap Kepala Sekolah karena si Petruk sering kali menyontek kertas ujian milik si Gareng pada saat ujian.

Orang Tua Petruk: “Apa buktinya kalau anak saya nyontek?”

Kepala Sekolah: “Salah satu buktinya ini, pada waktu ujian sejarah. Baik, coba kita lihat. Pertanyaan No.1, Siapa pengarang buku ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’?”

Gareng menjawab: “R.A Kartini”.

Petruk menjawab: “R.A Kartini”.

Orang Tua Petruk: “Lha, jawaban kan bisa saja sama karena si Petruk kan belajar sebelum ulangan.”

Kepala Sekolah: “Ya, bisa saja sama. Tapi coba bapak lihat soal pertanyaan no.2. Dimana R.A Kartini dilahirkan?

Gareng menjawab: “Di Jepara.”

Petruk menjawab: “Di Jepara.”

Orang Tua Petruk: “Ah, itu sih kebetulan, bapak tidak cukup bukti untuk menyatakan anak saya nyontek. Bisa saja malah Gareng yang nyontek pekerjaan anak saya.”

Kepala Sekolah: “Bapak betul, bisa saja itu kebetulan, tapi coba bapak lihat soal berikutnya. Pertanyaan No.3, Tahun berapa terjadi Perang Diponegoro?

Gareng menjawab: “Saya tidak tahu.”

Petruk menjawab: “Apalagi saya.”


3. Cerita Pelajaran Sejarah Tentang Pahlawan

Seorang guru sejarah sedang memberikan pelajaran tentang pahlawan.

Guru: “Dari kisah perjuangan tadi, saya yakin ada di antara kalian yang tidak setuju dengan perang? Nah, siapa yang ingin memberikan alasan, kenapa perang harus ditentang?”

Murid: (Mengacungkan jari) “Saya benci perang.”

Guru: “Kenapa kamu benci sejarah?”

Murid: “Karena perang menciptakan sejarah, dan saya sangat tidak suka mata pelajaran sejarah.”


4. Cerita Lucu Akibat Belajar Sejarah

Ateng dan Mono adalah sahabat dari kecil, hingga keduanya telah menikah pun tetap melanjutkan persahabatan, bahkan tinggal bertetangga. Ateng sendiri seorang penyuka sejarah, hingga tidak pernah melewatkan acara Bahasa Sejarah Internasional di televisi setiap malam. Sementara Mono memilih nongkrong di warung kopi depan rumahnya.
Ketika selesai menyaksikan acara Bahasa Sejarah Internasional, Ateng selalu dengan bangga menerangkan wawasan baru yang didapatkan kepada Mono.

Ateng: “Mon, kamu tahu tidak siapa itu Napoleon?”

Mono: “Tidak!”

Ateng: “Sayang sekali, kamu tidak pernah ngikuti acara Bahasa Sejarah Internasional hingga kamu tidak tahu siapa itu Napoleon. (Esoknya) Kamu tahu tidak siapa itu Genghis Khan?”

Mono: “Tidak!” (dengan menunjukkan nada kesal)

Esoknya ketika Mono melihat Ateng mendatangi dirinya usai acara Bahasa Sejarah Internasional, Mono mendahului memberi pertanyaan sebelum Ateng.

Mono: “Teng, kamu tahu tidak siapa itu Tohir?”

Ateng: “Siapa Tohir itu, San? saya tidak pernah dengan namanya dalam sejarah.”

Mono: “Wah, sayang sekali! karena kamu setiap malam pergi ke acara Sejarah Internasional hingga membuat kamu tidak tahu siapa itu Tohir. Tohir itu lelaki kampung sebelah yang setiap malam datang selingkuh dengan istrimu sewaktu kamu sedang belajar sejarah.”


5. Cerita Lucu Sejarah: Penemu Benua Amerika

Bu Guru: “Petruk coba kamu tunjukan dimana letak benua Amerika?”

Petruk: “Disini Bu Guru.”

Bu Guru: “Bagus sekali, sekarang Gareng, Siapakah penemu benua Amerika?”

Gareng: (Berpikir sejenak) “Petruk Bu guru!!”

Bu Guru: “*@)^#!)+*@”


6. Cerita Lucu Sejarah: Mau Bertanya

Seorang guru yang sudah menjelaskan materi pelajaran sejarah dan mempersilahkan muridnya untuk bertanya.

Guru: “Baik,anak-anak apakah ada yang ingin bertanya?”

Murid: “Bu saya mau nanya.”

Guru: “Ehm, ya?”

Murid: “Apakah saya boleh bertanya?”

Guru: “Ya, boleh.”

Murid: “Oh, terima kasih Bu.”

Guru: “Lho, Jadi apa yang kamu pertanyakan?”

Murid: “Ya, yang tadi yang saya tanyakan.”


7. Cerita Lucu Buku Sejarah

Suatu ketika di kelas Sejarah waktu jaman SMA,

Siswa SMA: (Sedang memutar-mutar buku sejarah dengan jari)

Guru Sejarah: (logat Batak) “Hei, jangan kau putar-putarlah buku itu, nanti pahlawannya pusing!”


8. Cerita Lucu Saat Pelajaran Sejarah

Guru: “Ateng, kenapa manusia masih menggunakan kapak batu pada jaman dahulu?”

Ateng: “Sudahlah pak yang berlalu biarlah berlalu.”

Guru: “Mono, siapakah istri dari Adolf Hitler yang ikut bunuh diri dengannya?”

Mono: “Maaf pak, tidak baik ikut campur urusan rumah tangga orang lain.”


9. Cerita Lucu Sejarah: Tanda Tangan Naskah Proklamasi

Seorang kepala sekolah ingin mengetahui pengetahuan sejarah nasional murid-murid kelas enam.

Kepala Sekolah: “Anak-anak, siapa yang menandatangani naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia?”

Tidak ada yang menjawab. Kepala Sekolah itu kecewa karena di antara murid itu tidak ada yang tahu nama Soekarno dan Hatta. Setelah kepala sekolah keluar kelas, Pak Semar, guru wali kelas 6 khawatir akan kena batunya.

Pak Semar: “Mengenai naskah Proklamasi yang ditanyakan oleh Kepala Sekolah tadi, sebaiknya kalian mengaku saja kalau ada di antara kalian yang menandatanganinya.”


10. Cerita Lucu Sejarah: Belum Lahir

Ibu guru mengajar tentang sejarah kemerdekaan RI.

Guru: “Kalian tahu, bagaimana pada saat itu pejuang-pejuang kita berkorban untuk kemerdekaan RI? Mereka berjuang hidup atau mati hingga tetes darah penghabisan! Nah, kamu Riring, coba kamu ceritakan bagaimana peristiwa pembacaan teks Proklamasi itu.”

Murid: “Aduh! Mana saya tahu Bu, kan waktu itu saya belum lahir.”


loading...