10 Cerita Lucu Papan Tulis Yang Gokil

Kumpulan Cerita Lucu Tentang Papan Tulis – Cerpen lucu atau cerita pendek lucu berikut ini dijamin membuat Anda tertawa. Silahkan disimak, dibaca lalu kemudian tertawa ngakak. Cerita lucu ini merupakan kumpulan cerpen lucu terbaru bertema Papan Tulis yang disarikan dari berbagai sumber yang sudah diuji kelucuannya.

Artikel cerita humor terbaru ini didalamnya terdiri dari cerita2, kisah2, kalimat2 dan kata2 lucu berkaitan dengan Pipa yang disatukan menjadi sebuah kumpulan humor lucu dan cerita lucu yg bikin ngakak terpingkal-pingkal. Semoga Anda menikmati, terhibur dan menangis tertawa setelah membaca cerita lucu singkat, ataupun cerita lucu panjang yang kami sajikan berikut ini.

10 Kumpulan Cerita Lucu Tentang Papan Tulis Yang Gokil

1. Kisah Lucu Tulisan Di Papan Tulis

Suatu hari ketika guru berjalan melewati papan tulis, ia melihat seseorang telah menulis kata ‘PENIS’ dalam huruf kecil. Dia berbalik dan mengamati kelas mencari wajah yang merasa bersalah. Tidak menemukan satupun, ia dengan cepat menghapus dan mulai pelajaran kelas.

Keesokan harinya, ia masuk ke ruang kelas, ia melihat kata ‘PENIS’ dalam huruf yang lebih besar lagi; kali ini ditulis sekitar setengah dari seluruh papan. Lagi-lagi ia melihat sekeliling dan merasa sia-sia untuk mencari pelakunya, jadi dia melanjutkan dengan pelajaran hari itu.

Setiap pagi selama sekitar satu minggu, ia pergi ke dalam kelas dan menemukan kata menjijikkan yang sama yang ditulis di papan, setiap hari lebih besar dari yang sebelumnya. Akhirnya suatu hari, ia berjalan di mengharapkan untuk disambut dengan kata yang sama di papan tapi malah menemukan kata-kata:

“Semakin anda gosok, maka itu akan semakin membesar.”


2. Cerita Lucu Papan Tulis: Tragedi Gambar Apel

Seorang guru wanita sedang mengajar murid-muridnya di hari pertama masuk sekolah. Di atas papan tulis ia mencoba menggambar buah apel,

Guru: “Gambar apa ini?”

Para murid: (serentak) “Pantat!”

Mendengar jawaban tersebut, guru tersebut menangis sambil setengah berlari mencari kepala sekolah untuk mengadukan perilaku murid-muridnya. Melihat tangisan sang guru wanita tersebut, kepala sekolah tanpa menanyakan alasannya, langsung saja menerjang masuk ke ruang kelas,

Kepala Sekolah: “Kalian sungguh berani-beraninya mempermainkan seorang guru! Apa yang kalian lakukan terhadapnya?!”

Sesaat ruang kelas menjadi senyap, semua murid jadi bengong, sang kepala sekolah kemudian menoleh ke arah papan tulis, ia semakin marah ketika melihat apa yang tergambar di papan tulis..

Kepala Sekolah: “Ini sudah keterlaluan, kalian bahkan berani menggambar pantat di papan tulis!”

Guru: (Gubrakkkkk,, pingsan).


3. Cerita Lucu Kalimat Di Papan Tulis

Guru: “Anak-anak, perhatikan baik-baik, dari dua kalimat yang tertulis di papan tulis ini, mana kalimat yang benar, ‘Anak yatim dipukul bapaknya.’ atau ‘Anak yatim dipukuli bapaknya?’

Petruk: “Anak yatim dipukul bapaknya, Bu!”

Gareng: “Anak yatim dipukuli bapaknya, Bu!”

Bagong: “Harusnya kedua kalimat itu ditambah tanda seru, Bu!”

Ateng: “Yang benar: Anak yatim dipukuli ayahnya, Bu!”

Guru: “Pertanyaannya salah, dan juga jawaban kalian salaaaah semua!”

Murid-murid: “Kok bisa. Jadi jawabannya apa, Bu?

Guru: “Anak yatim mana punya bapak, anak-anak!”

Petruk, Gareng, Bagong, dan Ateng: (Tepok Kepala).


4. Kisah Lucu Papan Tulis: Penulis Bayangan

Suatu hari, seorang guru masuk ke kelas dan menemui kata-kata kasar yang tertulis di papan tulis.

Guru: “Saya tidak akan marah-marah, kita akan mengatasi masalah ini dengan baik-baik. Kita semua akan menutup mata dan aku akan menghitung sampai 100. Saat kita menutup mata kita, siapa pun yang telah menulis kata-kata itu akan berjalan perlahan menuju papan tulis dan menghapusnya. Semua menutup mata. “Satu, dua, tiga, 48, 49, 50, 90, 100.”

Semua membuka mata. Di sana, di papan tulis, bertambah lagi satu tulisan di atasnya yang berbunyi, “Penulis bayangan beraksi lagi.”


5. Cerita Lucu Papan Tulis: Kaki Kuda

Guru : “Anak anak, siapa yang pernah melihat kuda??”

Murid : “Saya!” (semua murid serentak menjawab).

Guru : “Sekarang ibu mau tanya, kuda kakinya ada berapa coba?”

Murid : “Emmmmpppaaattttt!!” (semua murid menjawab dengan lantang).

Guru : “Sekarang coba kita hitung bersama sama..”(sambil mengeluarkan gambar kuda dan memajangnya di papan tulis)

Guru : “Semuanya lihat kegambar ya. kaki depan kuda ada berapa coba?”

Murid : “Duuaaaa.”

Guru : “Kaki Belakang??”

Murid : “Duuuuaaaaa..”

Guru : “Kaki kanannya ada berapa?”

Murid : “Duuuaaa..”

Guru : “Kaki kirinya berapa?”

Murid : “Duuuuaaa.”

Guru : “Sekarang jumlah kakinya ada berapa?”

Murid : “Delapan.”

Guru : “Delapan apa empat??”

Murid : “??!!??”


6. Kisah Lucu Papan Tulis: Indahnya Sekolah

KANTIN: Markas besar kalo gak ada guru.

WC: Alasan tepat untuk keluar kelas RIBUT :suasana kalo gak ada guru.

JENDELA : Tempat mengejek orang yang gayaberdandan dikaca

NYONTEK : Kebudayaan nenek moyang yang masih berjalan

PAPAN TULIS : TV guru yang diwajib ditonton

ABSENSI : Benda keramat yang wajib diisi ALFA :kalimat haram yang pantang diucapkan

TIPE X : Alat untuk corat-coret.

HOREE: Teriakan yang menjadi kewajiban kalo ada hari libur dan ketika pulang lebih awal. Indahnya masa sekolah.


7. Cerita Lucu Papan Tulis: Memecahkan Soal

Suatu hari Parmin disuruh gurunya menyelesaikan soal di papan tulis, tapi setelah berpikir panjang Petruk tidak bisa menyelesaikannya. Lalu bu guru menasehati Petruk.
Bu guru : “Soal matematika ini harus dipecahkan pakai ini.” (sambil menunjuk-nunjuk kepalanya)

Kemudian Petruk membentur-benturkan kepalanya ke papan tulis.

Bu guru : “Apa yang kamu lakukan?”

Petruk : “Tadi bu guru bilang untuk memecahkan soal ini harus pakai kepala.”

Bu guru : “Pettrruuuukkk!!”


8. Cerita Lucu Papan Tulis: Gak Pake BH

Pak Guru: “Semar, coba kamu maju kedepan dan sebutkan lambang Negara kita?”

Semar: “Burung Garuda, Pak”

Pak Guru: “Wah, tumben hari ini kamu pinter, Semar..”

Semar: “Hehe, Sebenarnya saya ini memang pintar lho Pak, tapi sayangnya gak ada yang tau!!”

Pak Guru: “Oke.. Sekarang Nunung, coba kamu ke depan, tuliskan teks yang ada di genggaman burung Garuda..”

Nunung: “Siap Pak. (Sambil maju kedepan & menuliskan ‘BINEKA TUNGGAL IKA’ di papan tulis).

Pak Guru: (Geleng2 prihatin, ia tau yang dituliskan Nunung itu salah. Bukan BINEKA, tapi BHINEKA, diawali huruf BH). “Kenapa gak pakai BH?”

Nunung: (Nunung buru2 menutupkan kedua tangan ke dada, dengan muka malu2) “Masih dijemur Pak, belum kering..”


9. Cerita Lucu Papan Tulis: Menyelam

Suatu ketika, seorang penyelam laut dalam sedang menyelam 45 meter di bawah permukaan air dan melihat orang yang sedang menyelam juga tapi tanpa peralatan menyelam apa pun. Si penyelam kemudian menyelam 5 meter lebih dalam, tapi kemudian dia menjumpai pria yang masih menyelam tanpa peralatan itu.

Merasa tersaingi, penyelam tersebut pun mendekati pria tersebut. Intinya sih ingin tahu rahasianya bisa menyelam segitu dalam tanpa peralatan menyelam apa pun. Si penyelam pikir pria tersebut adalah penyelam hebat. Si penyelam kemudian mengambil papan tulis tahan air yang dibawanya untuk berkomunikasi.

Penyelam: (Dalam tulisan) “Bagaimana anda bisa menyelam sedalam ini tanpa peralatan menyelam apa pun. Teknik menyelam apa yang anda gunakan?”

Pria: (Sambil mengambil papan tulis tersebut). “GUE TENGELAM, GOBLOKKK!!”


10. Cerita Lucu Soal Perkalian Di Papan Tulis

Hari ini Mono akan belajar perkalian saat pelajaran matematika. Karena tidak mengerjakan PR, dia pun berjanji pada dirinya sendiri akan menjawab kalau guru memberinya pertanyaan. Istirahat pun usai dan waktunya pelajaran matematika.

Guru: “Pagi, Anak-anak.”

Murid-murid: “Pagi, Bu.”

Guru: “Ibu cek dulu kehadiran kalian ya.”

Murid-murid: “Ya, Bu.”

Selesai mengecek kehadiran murid-muridnya, sang guru pun memberi pertanyaan dan menulis soal perkalian di papan tulis guna menstimulasi anak-anak pelajaran hari ini.

Guru: “Sebelum kita mulai pelajarannya, ibu ada pertanyaan dulu. Ada yang tahu 4×6 itu berapa?”

Murid-murid: (Diam).

Mono: “12000, Bu.”

Guru: “12000? Mono menghitungnya seperti apa?”

Mono: “Mono yakin kok 12000. Soalnya kalau mama cetak foto 4×6 harganya 12000.”

Guru: “??!!”

5 Cerita Lucu Penggaris Yang Lulus SNI

Kumpulan Cerita Lucu Tentang Penggaris – Cerpen lucu atau cerita pendek lucu berikut ini dijamin membuat Anda tertawa. Silahkan disimak, dibaca lalu kemudian tertawa ngakak. Cerita lucu ini merupakan kumpulan cerpen lucu terbaru bertema Penggaris yang disarikan dari berbagai sumber yang sudah diuji kelucuannya.

Artikel cerita humor terbaru ini didalamnya terdiri dari cerita2, kisah2, kalimat2 dan kata2 lucu berkaitan dengan Pipa yang disatukan menjadi sebuah kumpulan humor lucu dan cerita lucu yg bikin ngakak terpingkal-pingkal. Semoga Anda menikmati, terhibur dan menangis tertawa setelah membaca cerita lucu singkat, ataupun cerita lucu panjang yang kami sajikan berikut ini.

5 Kumpulan Cerita Lucu Tentang Penggaris Yang Lulus SNI

1. Cerita Lucu Pinjam Penggaris

Bu guru: “Ateng kamu bawa penggaris gak? Ibu pinjem donk!”

Ateng: “Enggak bawa bu!”

Bu guru: “Duh gimana sih? Terus pake apa dong mengukur kedalaman cinta kita?”

Ateng: “Aiihmaak?” (mimisan).

Gareng: “Tak pernahkah kau sadari akulah yang kau sakiti hiks..” (cemburu berat)


2. Cerita Lucu Penggaris: Gak Pake Celana Dalam

Ada seorang Guru SMA. Pulang ngajar, dia langsung ngadu ke suaminya.

Bu RatmiB29: “Pa, tadi dikelas tumben-tembennya, Rudy, Khrisna, Ilham, Hendra bolak-balik jatuhkan barangnya didepan aku duduk. Ya pensil, ya penggaris lah, ya buku juga. Terus-terusan dijatuhin, lalu diambil lagi..”

Suami: “Hati-hati Ma.. Itu pasti akal-akalan aja, mereka mau liat celana dalammu.”

Bu RatmiB29: “Tuuhh kan.. aku juga berpikiran begitu pak.. Untung deh hari ini aku gak pakai celana dalam! Sukurin mereka gak bisa liat celana dalamku.”

Suami: ”Mamaaaah!!”


3. Cerita Lucu Ngukur Pake Penggaris

Mono seorang mahasiswa salah satu Perguruan Tinggi Teknik ternama di Jakarta yang berasal dari Desa Bojong Enyod, suatu daerah di pinggiran Bandung. Dan pada suatu kesempatan liburan panjang kuliah, pulanglah ia ke desanya.. Keesokan pagi setelah ia sampai di rumahnya dan beristirahat malamnya, sang ayah, Pak Semar memanggil Mono yang baru saja mandi dan membersihkan diri.

Pak Semar: “Mono! Sini sebentar, bantu Bapakmu ya!”

Mono: “Baik, Pak! Apa yang bisa saya lakukan?” (Sambil mendekati Bapaknya dengan penuh hikmat dan patuh).

Pak Semar: “Bapak minta tolong ambilkan penggaris dan tangga bambu di samping rumah kita ya, Mon!”

Mono: “Baik, Pak!” (Sambil berlari bergegas mengambil dua peralatan yang diminta Bapaknya itu).

Setelah mendapatkan apa yang ia cari, penggaris kayu dan tangga bambu ia serahkan kepada Bapaknya. Kemudian berjongkok di tempat Bapaknya sedang bekerja, bersiap menunggu perintah selanjutnya dari Sang Bapak. Sambil menunggu, Mono memperhatikan gerak-gerik Bapaknya yang sedang memegang-megang sebatang bambu ‘gombong’ yang lumayan panjang dan berusaha memberdirikannya. Selanjutnya, setelah bambu berdiri tegak,

Pak Semar: “Mono! Tolong pegang tangganya kuat-kuat jangan sampe oleng, nanti Bapakmu jatuh! Dan sekalian bawa sini penggaris kayunya!”

Mono: “Memangnya Bapak mau apa, memberdirikan bambu, terus naik tangga sambil bawa-bawa penggaris segala?” (agak heran).

Pak Semar: (Dengan suara bijaksana) “Kalo Bapak bawa penggaris untuk apa coba? Ya pasti buat ngukur dong! Bapak mau ukur tinggi bambu ini, Mono si pinter anakku sayang!”

Mono: “Ng, ng, ng, gini, Pak! Bukannya Mono mau bantah ya! Bukannya lebih gampang ngukurnya kalo bambu itu ditidurkan saja, Pak?”

Pak Semar: (Dengan senyum ala seorang Bapak yang bijaksana hanya berujar pelan dengan ‘sedikit menyindir’) Monooo, anak Bapak! 3 tahun kuliah di Jakarta masiiih juga belum dapet ilmunya! Bapak itu mau ngukur TINGGI bambunya, bukan mau ngukur PANJANG bambunya, Onyoood!”

Mono: (Nelen air liur sampe 3 glekan, nggak bisa ngebantah, hanya bisa diem seribu satu bahasa).


4. Cerita Lucu Penggaris: Anak Pelupa

Seperti biasanya, Ateng yang duduk di kelas 5 SD minta izin kepada ayahnya untuk pergi ke sekolah.

Ateng: “Pak, saya ke sekolah dulu ya?”

Bapak: “Iya, berangkat sana! jangan ada yang lupa! Eh,, celana kamu mana? kenapa nggak dipakai?”

Ateng: “Oh iya! pak, saya lupa pakai celana..”

Bapak: “Dasar pelupa!” (sambil marah-marah).

Keesokan harinya Ateng mau berangkat ke sekolah, seperti biasa ia minta izin.

Ateng: “Pak, saya mau ke sekolah dan hari ini sudah tidak ada lagi yang ketinggalan.”

Bapak: “Yakin? Lalu buku gambarmu mana?”

Ateng: “Oh iya! saya lupa pak!”

Bapak: “Kamu ini! masih kecil saja sudah pikun, bagaimana kalau gede nanti?” (sewot).

Keesokan harinya Ateng minta izin lagi pada bapaknya.

Ateng: “Pak, hari ini saya mau berangkat ke sekolah dan semuanya sudah komplit, mulai seragam sekolah, tas, sepatu, buku gambar dan penggaris semuanya udah oke pak.. Tidak ada yang lupa lagi.”n(dengan nada yakin dan penuh percaya diri).

Bapak: (Dengan iba-tiba ‘PLAKK!!!’ memukul ateng dari belakang). “Dasar pelupa! ini hari minggu tahu!”


5. Gombalan Lucu Tentang Penggaris

Cowok: “Sayang ,kamu punya penggaris gak?”

Cewek: “Ada, emang buat apa sayang?”

Cowok: “Buat menggariskan cinta aku di hati kamu sayang.”

Cewek: “Hahahaha..”