8 Cerita Lucu Humor Jaksa Yang Lucu Gila

Kumpulan Cerita Lucu Tentang Jaksa Terbaru – Anda penggemar cerita lucu? Ingin membaca cerita pendek paling lucu yang konyol, gokil, dan kocak? riajenaka.com tempatnya. Koleksi cerita humor disini terdiri dari beragam topik yang bisa membuat Anda tertawa lebih ngakak dari sebelumnya. Setiap terbitan artikel cerita lucu humor hanya disajikan dalam satu tema supaya Anda lebih puas dan terhibur.

Posting terbaru kali ini mengupas cerita lucu Jaksa. Silahkan disimak dengan baik dan siapkan ekstra energi untuk tertawa setengah mati. Kumpulan cerita lucu banget tentang Jaksa dikumpulkan dari berbagai sumber gokil cerita pendek lucu. Tentunya cerita humor Jaksa paling lucu yang dipilih sudah lulus uji standar kelayakan ngakak dan konyol minimum yang disyaratkan oleh pemerintah. Akhir kata, selamat menikmati cerita lucu gokil bikin ngakak dibawah ini.

8 Cerita Lucu Humor Jaksa Yang Lucu Gila
1. Cerita Lucu Mahasiswa Gampar Jaksa

Dalam perjalanan kereta Cirebon Express dari Gambir ke Cirebon, duduk berhadapan 4 orang penumpang. Satu nenek, Satu Cewek Semok Bikin ga tahan dah, Satu mahasiswa Hukum Semester Akhir Doyan Nonton Film Bokep, Satu jaksa Nakal.

Perjalanan nyaman2 saja, ketika masuk ke terowongan tiba2 lampu mendadak mati pula. Gelap gulita. Tiba-tiba terdengar suara kecupan yang keras, “Cap, cip, cup! Muach.” Namun segera diikuti satu suara tamparan yang tidak kalah kerasnya.”Plak, Plek, plak, Gedubrak!!” Ketika terowongan itu akhirnya terlewati, keempat penumpang itu saling bengong dan saling memandang.

Nenek: (Dalam hati) “Dasar anak mahasiswa muda, mentang-mentang tempat gelap langsung aja cium artis cantik itu. Rasain loe kena gaplok!”

Cewek: (Dalam hati) “Biar tau rasa loe! Gelap-gelap asal cium, kena deh loe cium nenek itu, dan kena gaplokan juga lagi! hihihi.”

Jaksa: (Dalam hati) “Busyet dah, enak bener tuh mahasiswa. Dia yang nyium cewek sexy, eh gua yang kena gaplok!”

Mahasiswa: (Dalam hati) “Hehehe, mumpung gelap, tadi gua cium aja tangan gua sendiri, dan gua gaplok sekalian itu Jaksa belagu dan bikin orang gampang masuk penjara. Kapan lagi mahasiswa bisa gampar Jaksa. Di pengadilan kan, ya nggak mungkin!”


2. Cerita Lucu Saksi Dan Jaksa

Di sebuah pengadilan yang sedang dilaksanakan sidang kasus pembunuhan, seorang jaksa sedang bertanya pada seorang saksi kunci.

Jaksa: “Anda kenal ini?” (sambil menunjukkan foto korban pembunuhan).

Saksi: “Kenal tuan.”

Jaksa: “Bisa Anda ceritakan kepada kami?”

Saksi: “Itu foto, Tuan.”

Jaksa: “Bukan, maksud saya orang dalam foto ini.”

Saksi: “Oh, itu foto seorang perempuan, Tuan.”

Jaksa: (Mulai emosi) “Yang aku ingin tau itu nama dia, bukan lelaki atau perempuan.”

Saksi: “Nama dia Yati Pesek, Tuan.”

Jaksa: “Kapan terakhir kali Anda melihatnya?” (meletakkan kembali foto di mejanya).

Saksi: “Baru tadi, Tuan.”

Jaksa: “Hahh? Bagaimana Anda bisa melihatnya barusan?”

Saksi: “Karena tadi Tuan menunjukkan foto itu pada saya.”

Jaksa: “Bukan, maksud saya sebelum saya menunjukkan foto ini.”

Saksi: “Tak pernah, Tuan. Saya tidak pernah lihat foto itu sebelumnya.”

Jaksa: “Aku tidak membahas tentang foto ini. Aku tanya tentang korban.” (sambil menikamkan pulpennya pada foto tersebut).

Saksi: “Oh. Terakhir kali saya melihat ketika si korban ditikam, Tuan.”

Jaksa: “Bisa Anda tunjukkan siapa yang menikamnya? Apakah dia yang duduk dikursi terdakwa? (sambil mengusap dadanya).

Saksi: “Tidak.” (tangannya menunjuk pada jaksa tersebut).

Jaksa: “Hah, Kenapa Anda menunjuk pada saya?”

Saksi: “Karena baru saja saya melihat Tuan menikam foto itu dengan pulpen Tuan.”

Jaksa: “ARRGGHH, APA YANG KAU OCEHKAN INI, SETANNN. AKU BUKAN BICARA TENTANG FOTO INI. AKU BICARA TENTANG
KORBAN YANG TERBUNUH.”


3. Kalimat Lucu Tentang Jaksa Agung

Dalam rangka menegakkan supremasi hukum dan meningkatkan kinerja Kejaksaan Agung yang selama ini loyo, maka diperlukan beberapa jabatan baru yang akan segera dilantik dalam waktu dekat ini oleh Presiden RI yang baru, lowongan yang tersedia adalah:

1. JAGUNG BAKAR (Jaksa Agung Bagian Kejahatan Rakyat).

2. JAMU (Jaksa Agung Muda Urusan Umum).

3. JAMU KUAT (Jaksa Agung Muda Urusan Selingkuhan Berat).

4. JAMTANGAN (Jaksa Agung Muda Tanpa Kewenangan).

5. JAMKARET (Jaksa Agung Muda Perkara Retribusi).

6. JAMBEKER (Jaksa Agung Muda yang Becus Kerja).

7. JAMPIRO (JAksa Agung Muda Pidana Korupsi).

8. JAMU MAKIN SIP (Jaksa Agung Muda Urusan Maksiat, Indehoi, & Suka Intip Perempuan).

9. JAMJAMAN (Jaksa Agung Muda Jarang Mandi).

10. JAMBANGAN (Jaksa Agung Muda Banci tapi Ganteng).

11. JAMBULMU (Jaksa Agung Muda Urusan Buloggate dan Mutasi anggota DPR).

12. JAMPISTRES (Jaksa Agung Muda Urusan Pidana Staf Presiden).

13. JAMUREN (Jaksa Agung Muda Urusan Intern).

14. JAMBRET (Jaksa Agung Muda Urusan Brekele dan Tetek Bengek).

15. JAMU KETEK (Jaksa Agung Muda Urusan Ketenagakerjaan).

16. JAMBAN (Jaksa Agung Muda Bidang Administrasi Negara).

17. JAMU GODOG (Jaksa Agung Muda Goblok, Bego dan Dongo).


4. Cerita Lucu Jaksa: Menggoreng Burung Suami

Seorang suami yang baru menikah selama tiga bulan melaporkan istinya ke kejaksaan karena burungnya digoreng oleh istrinya.

Suami: “Pak saya ingin melaporkan istri saya.”

Pak Jaksa: “Kenapa dengan istri anda?”

Suami: “Istri saya telah menggoreng burung saya.”

(Esok harinya sang istri dipanggil oleh sang jaksa untuk di mintai keterangan).

Pak jaksa: “Saya mendapatkan laporan dari suami anda.”

Istri: “Laporan tentang apa pak?”

Pak Jaksa: “Kenapa anda menggoreng burung suami anda?”

Istri: “Habis mentahnya aja enak apa lagi matangnya Pak.”

Pak Jaksa: “!#%$!@^%$#^!$”


5. Cerita Lucu Pertanyaan Jaksa Penuntut

Saat di pengadilan, Bagong hadir sebagai saksi di sidang perkara.

Jaksa Penuntut: “Anda sudah menikah?”

Bagong: “Sudah, Pak. Satu kali.”

Jaksa Penuntut: “Siapa yang anda nikahi.”

Bagong: “Seorang Perempuan.”

Jaksa Penuntut: (Langsung menghardik) “Ya tentu saja, memang anda pernah dengar ada yang menikah dengan laki-laki.”

Bagong: (Tanpa rasa bersalah) “Ada Pak, adik perempuan saya.”


6. Cerita Lucu Jaksa Dan Saksi Bisu Kasus Perkosaan

Pada suatu hari dia sebuah pengadilan sedang berlangsung sidang dengan kasus pemerkosaan yang menghadirkan saksi seorang yang bisu (Saksi Bisu). Karena saksi merupakan orang yang bisu maka untuk dapat memperoleh informasi, sang saksi didampingi oleh penterjemah.

Jaksa: “Apa betul Anda melihat sendiri saat kasus pemerkosaan tersebut terjadi?”

(Dengan bahasa isyarat dan suara yang keluar dari mulutnya saksi berusaha menjawab pertanyaan Jaksa).

Saksi: “Ah, ih, uh..”

Penterjemah: “Betul Pak, saya melihatnya sendiri!”

Jaksa: “Coba ceritakan kronologis peristiwa pemerkosaan tersebut?”

Saksi: “Ah, uh, uh, ih, ah, bah.. beehhhh.. buuuhhhh.”

Penterjemah: “Waktu itu ada perempuan memakai pakaian seksi lewat di lorong gang dan dari arah yang berlawanan lewat seorang pemuda mabuk. Tiba-tiba perempuan itu ditarik dan didorong ke semak-semak. Pakaiannya dilucuti dan kemudian diperkosa.”

Jaksa: “Apa reaksi Anda sewaktu melihat adegan pemerkosaan itu?”

Saksi: “Behbehbeh, Uuuuhhhh.”

Penterjemah: “Kaki saya gemetar dan celana saya basah.”


7. Cerita Lucu Jaksa: Memperkosa Anak Di Bawah Umur

Pada suatu hari terjadi persidangan, di sebuah kantor pengadilan. Yang membahas tentang si Bagong yang tua berumur 70 th, memperkosa anak umur tujuh tahun. Dalam persidangan tersebut terjadi banyak perdebatan.

Hakim: “Saudara Bagong anda dituduh atas pemerkosaan anak dibawah umur, bukan begitu saudara jaksa?”

Jaksa: “Tepat sekali yang mulia!”

(Karena tuduhan hakim dan jaksa masih memberatkan si Bagong, akhirnya Bagong protes).

Bagong: “SAYA TIDAK TERIMA YANG MULIA!”

Jaksa: “Tidak terima gimana, korban ada, saksi banyak kurang apa lagi?”

Bagong: “Pokoknya saya tidak terima! Jelas-jelas saya tidak memperkosa anak dibawah umur?”

Hakim: “Kalau bukan dibawah umur terus apaan?”

Bagong: (Dengan penuh keyakinan) “SAYA MEMPERKOSA ANAK DIBAWAH KASUR!”


8. Cerita Lucu Jaksa: Akibat Salah Tanya

Seorang jaksa sedang bertanya kepada terdakwa yaitu seorang istri yang telah melakukan pemukulan pada suaminya hingga babak belur.

Jaksa: “Apakah yang dikatakan suami kepada Anda pagi itu?”

Terdakwa: “Dia mengatakan, ‘Sekarang sudah jam berapa, Nunung?'”

Jaksa: “Lalu mengapa Anda menjadi marah dan memukul suami anda hanya karena pertanyaan seperti itu?”

Terdakwa: “Karena nama saya adalah Oneng.”

loading...

12 Cerita Lucu Humor Razia Yang Ngakak Abis

Kumpulan Cerita Lucu Tentang Razia Terbaru – Anda penggemar cerita lucu? Ingin membaca cerita pendek paling lucu yang konyol, gokil, dan kocak? riajenaka.com tempatnya. Koleksi cerita humor disini terdiri dari beragam topik yang bisa membuat Anda tertawa lebih ngakak dari sebelumnya. Setiap terbitan artikel cerita lucu humor hanya disajikan dalam satu tema supaya Anda lebih puas dan terhibur.

Posting terbaru kali ini mengupas cerita lucu Razia. Silahkan disimak dengan baik dan siapkan ekstra energi untuk tertawa setengah mati. Kumpulan cerita lucu banget tentang Razia dikumpulkan dari berbagai sumber gokil cerita pendek lucu. Tentunya cerita humor Razia paling lucu yang dipilih sudah lulus uji standar kelayakan ngakak dan konyol minimum yang disyaratkan oleh pemerintah. Akhir kata, selamat menikmati cerita lucu gokil bikin ngakak dibawah ini.

12 Cerita Lucu Humor Razia Yang Ngakak Abis

1. Cerita Lucu Razia: Nomor Telepon Saudara Saya

Polisi: “Selamat siang, pak Ada SIM atau STNK ?!!”

Ateng: “Aduh saya lupa bawa, pak.”

Polisi: (Langsung membuat surat tilang).

Ateng: “Jangan tilang saya pak, saya mau telpon saudara saya di kantor Ditlantas POLDA sebentar pak.”

Polisi: (Kaget) “Bener itu saudara kamu kerja di Ditlantas Polda?”

Ateng: “Bener pak, klo bapak gak percaya telpon aja” (sambil memberikan secarik kertas berisi no HP saudaranya).

Polisi: “Ya udah pergi sana.”

Ateng: “Makasih Pak.”

Polisi: (Penasaran kemudian menelpon no HP tersebut). “Selamat siang, benar nomor ini di Ditlantas Polda?”

Suara telpon: “Benar, pak!”

Polisi: “Kalo boleh tau, ini di bagian apa?”

Suara telpon: “Ini di KANTIN, pak. Bapak mau pesan apa?”

Polisi: “^%$!#$@$%!#”


2. Cerita Lucu Razia: Polisi Dibohongin

Petruk dengan tergesa gesa cepat mengambil motor untuk menjemput sang istri, karena takut telat dan takut di marahi sang istri, Petruk pun lupa tidak memakai helm. Tanpa di duga, di tengah jalan Petruk di stop oleh polisi yang memang sedang melakukan razia. Dengan hati berdebar-debar Petruk menepi dan menyandarkan motornya. Saat itu Petruk tidak membawa uang sepeser pun.

Polisi: “Selamat siang pak, bisa tunjukan surat suratnya.”

Petruk: “Siang pak.” (sambil menyerahkan SIM dan STNK).

Polisi: “Kenapa bapak tdk memakai helm?”

Petruk: “Aduh maaf pak, saya lupa, tadi saya terburu-buru takut telat jemput istri.”

Polisi: “Kalo begitu, bapak saya tilang ya.”

Petruk: “Aduh jangan dong pak.” (sambil terus memelas kepada polisi berharap dikasihani).

Akhirnya Pak polisi pun luluh hatinya melihat ekspresi Petruk yang yang terus memelas dan minta maaf karena ia tadi lupa tidak pake helm karena tergesa gesa dan takut di marahi istrinya.

Polisi: “Ya udah kalo gitu, kali ini saya maafkan, tapi tolong jangan di ulangi lagi ya.”

Petruk: “Aduh makasih banyak ya pak. Saya janji tidak akan lupa lagi.”

Petruk pun pergi menuju motornya, tapi dasar si Petruk, dia orang nya memang usil. Tiba-tiba dia menghampiri polisi itu lagi.

Petruk: “Maaf pak, bapa merokok tidak.”

Polisi: “Iya, memang kenapa? mau ngasih?”

Petruk: “Iya pak, itu pun kalo bapa berkenan.”

Polisi: “Ya kalo mau ngasih pasti saya terima.”

(Petruk lalu pergi menuju warung yang jaraknya tidak begitu jauh dari tempat razia).

Ibu warung: “Mau beli apa pak?”

Petruk: “Ini bu, saya disuruh pak polisi ngambil dulu rokok 2 bungkus, nanti beres razia katanya dibayar sama pak polisi itu (sambil menunjuk polisi yang merazia nya).

(Petruk pun lalu menghampiri polisi itu lagi).

Petruk: “Ini pak rokoknya” (sambil memberikan rokok 1 bungkus, yang 1 bungkusnya lagi dimasukin kantong).

Polisi: “Makasih banyak pak.”

Razia telah beres, Petruk pun telah pergi menghilang dan polisi pun bersiap siap utk pergi, tapi,

Ibu warung: “Pak polisi.” (sambil berteriak).

Polisi: “Ada apa bu?” (kaget).

Ibu warung: “Ini pak, saya mau nagih uang rokok yang di ambil bapak yang tadi, katanya suruhan bapak.

Polisi: “Apaaa? (kaget campur marah) dasar kurang ajar, sudah dikasihani malah menipu. Awas ya kalo ketemu lagi tu orang.”

Dengan terpaksa pak polisi pun membayar tagihan rokok 2 bungkus kepada ibu warung, meski yg didapat cuma 1 bungkus karena yang 1 bungkusnya diambil Petruk.


3. Cerita Lucu Razia: Akibat Buru-Buru

Seorang pegawai terlambat pergi ke kantor, ia tergesa-gesa dengan motornya. Sialnya ditengah jalan terjadi razia dadakan oleh polisi.

Polisi: “Prriiittt, Mana surat-suratnya?”
(Sialnya ternyata si pengendara motor itu nggak bawa SIM).

Polisi: “Kamu saya tilang!”

Pengendara: “wah, jangan pak, damai saja ya pak.” (sambil memberi uang 20 ribuan). “Ya sudah, kamu pulang lagi, ambil dulu surat kelengkapan yang kurang!”

Si pengendara akhirnya pulang untuk mengambil SIM dan kembali berangkat ke kantor untuk bekerja.

Polisi: “Priiitttt..”
Pengendara: “Ada apa lagi sih pak?”

Polisi: “Anda tidak pakai helm!”

Pengendara: “Sial banget, gara-gara pulang mengambil SIM malah kelupaan helm.”

(Akhirnya si pengendara pulang mengambil helmnya setelah terkuras 20 ribu lagi. Lalu Di tengah jalan saat kembali ke kantor).

Polisi: “Priiittttt!”

Pengendara: “Nih, surat-surat lengkap, helm udah bawa, serakah amat, ada apa lagi sih pak?”

Polisi: “Surat lengkap, helm sudah dipakai. Sekarang motornya mana!?”


4. Cerita Lucu Ketika Ada Razia

Ada razia, seorang banci sembunyi lalu berdoa: “Ya tuhan, titus ampe akikah metong takaran nyebur ke kali kayak kawasaki akikah disandro. Mending akikah metong di mekong uler, amin.” (Artinya: Ya Tuhan, jangan sampai eke mati ketakutan nyebur ke kali kayak temen eke yang klelep waktu itu. Lebih baik eke mati di mulut uler, amin).

Begitu dia melek, tiba-tiba ada ular mendesis di atas kepalanya, langsung si banci berkata:

“Ih, Tuhan rumpi deh, gitu aja dimasukin dalam hati.”


5. Cerita Lucu Razia Psk

Polisi merazia para PSK dan menggiring mereka ke kantor polisi untuk diinterogasi satu per satu. Saking banyaknya PSK yang terjaring razia, antrian sampai keluar pagar kantor Polisi. Tidak lama kemudian, lewatlah seorang nenek yang hendak membeli minyak tanah. Karena melihat keramaian, Nenek bertanya pada PSK yang berdiri pada antrian paling belakang.

Nenek: “Cu, lagi antri apaan?”

PSK: (Karena malu berterus terang, sekenanya) “Lagi ngantri permen, Nek.” (Betapa kagetnya si PSK ternyata nenek itu ikut antri).”Lagi ngapain, Nek?”

Nenek: “Nenek juga mau permen, Cu.”

Singkat cerita sampailah giliran si nenek untuk diinterogasi. Betapa kaget sang Polisi melihat nenek yang sudah renta itu termasuk dalam antrian PSK.

Polisi: (Dengan sangat hati-hati) “Apa nenek masih sanggup?”

Nenek: (Dengan suara bergetar karena usia yang sudah sepuh) “Kaaaloo cuma isep-isep sih nenek masih oke, Cu.”


6. Cerita Lucu Razia Pedagang Kaki Lima

Suatu hari seorang Polisi sedang pergi Patroli dan bertemu dengan tukang duku untuk melakukan razia pedagang kaki lima.

Polisi: “Selamat siang Pak, bapak tau nggak daerah ini dilarang untuk berjualan!”

Tukang Duku: “Maaf Pak saya tidak tahu.”

Polisi: “Kalau begitu hukumannya masukin tuh buah duku ke pantat kamu!! cepat!!”
Tukang duku: “Ya bapak” (dengan nada sedih) (Sambil memasukan ke lubang pantatnya, Selang beberapa saat kemudian ketawa lebar).

Polisi: “Kamu Melecehkan saya ya?!”

Tukang Duku: “Ti, tidak pak, saya tidak melecehkan Bapak.”

Polisi: “Lantas Kenapa kamu ketawa?”

Tukang Duku: “Itu pak, seberang saya tukang duren.”


7. Cerita Lucu Banci Ketangkap Razia

Alkisah, distasiun ada razia banci yang lagi mangkal nunggu pelanggan. Sontak banyak banci yang lari kalang kabut. Karna para banci memakai rok dan sepatu hak tinggi, para banci tidak bisa lari kencang dan dengan mudah ditangkap aparat. Kemudian di introgasi.

Polisi: “Tempat tinggal kamu dimana?”

Banci: “Dihatimu om.”

Polisi: “Kamu laki apa perempuan?”

Banci: “Perempuan om.”

Polisi: (Memasukkan tangannya ke dalam rok banci) ini apa?”

Banci: “Itu GANTUNGAN KUNCI om.”


8. Cerita Lucu Razia: Ngabisin Bensin

Waktu malem mingguan si Bagong yang baru saja beli motor Honda CBR 250 kebut-kebutan di jalan By Pass Jakarta Timur sama teman-temannya. Sialnya pada waktu itu jalan itu sedang di razia. Sialnya lagi si Bagong sendiri yang tertangkap Polisi, teman-teman yang lainnya pada lolos semua.

Polisi: “Maaf, di jalan ini batas kecepatan hanya 60km/jam kok saudara melewati sampe 120km/jam?”

Bagong: “Yahhh, saya sekedar ngabisin bensin aja pak!”

Polisi: “Oh begitu, kalo begitu saudara saya tilang, karena ngebut melewati batas kecepatan.”

(Setelah selesai menulis di buku tilang polisi menyerahkan kertas tilang pada Bagong).”

Bagong: “Loh pak kok tilangnya mahal amatt?”

Polisi: “Yahhhh, saya hanya menghabiskan tinta pena saja!”


9. Cerita Lucu Malu-Maluin Saat Terkena Razia

Polisi: “Kalian lagi?! STNK yang kemarin udah diperpanjang belum?”

Mono: “Mau diperpanjang berapa lagi, Pak? Dompet saya kecil nih ntar gak muat!”

Nunung: “Jangan bikin malu, Mas. Yang diperpanjang tuh masa berlakunya!”

Mono: “Tapi ini bukan motor yang kemarin, Pak. Ini punya Nunung.”

Polisi: “Oh ini motor kamu?”

Nunung: “Iya, Pak. Salah saya apa ya?”

Polisi: “Emm, Itu pentilnya ga ada?”

Nunung: “Iih, Bapaaak?” (sambil tutupin dada).

Mono: Tuh kan. Pacar gue malu-maluin deh.


10. Cerita Lucu Waria Terjaring Razia

Serperti biasa layaknya kota besar, baik siang atau pun malam tidak pernah ada sepi dari keramaian, khususnya di kawasan-kawasan ‘tertentu’. Sampai pada suatu malam SATPOL PP mengadakan razia besar di kawasan yang di sinyalir tempat berkumpulnya para Waria / Banci / Bencong menjajakan dirinya.

Di tempat itu terjadi kerusuhan dan kejar2an antara para waria dan petugas. Beberapa waria berhasil kabur dan tidak sedikit pula yang tertangkap oleh petugas, bahkan ada yang tertangkap sedang bernegosiasi dengan para pengguna mereka.

Lalu para waria yang tertangkap di bawa ke markas SATPOL PP untuk di mintai keterangan, data diri sebelum mereka di bawa ke pusat penampungan. Saat di tanyai oleh para petugas para waria biasanya menjawab sekenanya. Bukan waria namanya kalo tidak asal jeplak kalo berbicara.

Satpol PP: “Nama?”

Waria: “Kalo siang Ateng om kalo malam Atalia.”

Satpol PP: “Ngapain tadi kamu nongkrong di situ?”

Waria: “Idiiihhh si Om kaya gak tau aja. Ya mejeng Om, menjajakan diri gitu om, mencari sesuap nasi, dan sekarung berlian. hihihih.”

Satpol PP: “Woi kalo di tanyain tu jawab yang serius jangan asal cetak aja (petugas mulai marah).

Waria: “Aduuuhhh kaget, jangan di bentak2 om, sama wanita harus lemah lembut,lemah gemulai, gegap gempita om.”

Satpol PP: “Ngeledek kamu yaaaaa. Jawab yg serius, biar saya ga marah.”

Waria: “Iya Om Baiklaaahh.”

Satpol PP: “Nah sekarang jawab yang serius ya ngapain nonkrong dipinggir jalan? Gak ada kerjaan lain apa?”

Waria: “Cari nafkah om. Aduh udah kodrat kali om. Bukan banci namanya kalo ga cari nakah di pinggir jalan. Masa om ga tau sih ciiiinnn.”

Satpol PP: “Kodrat pala lu bau menyan.” (petugas mulai hilang kesabaran).

Waria: “Aaw jangan marah2 dunk om, tar eke cium ni.”

Satpol PP: (Mulai murka) “Dasar banci ga bisa diajak bicara yang bener. Gua sodok juga lu.”

Waria: “Adaaw, itu yg eke suka. Tau aja sih Om. Yukk mari om kita main sodok2kan.

Satpol PP: “&%)@*$)@*$)*$)@&$%@&


11. Cerita Lucu Pak Haji Terkena Razia

Suatu ketika Pak haji terkena razia lalu lintas.

Polisi: “PRiiiiiT.. Selamat sore pak.”

Pak haji: “Sore juga pak.”

Polisi: “Kenapa pak haji tidak pake helm?”

Pak haji: “Saya kan sudah pake peci pak.”

Polisi: “Tapi aturannya harus pakai helm pak.”

Pak haji: “Ah, saya kagak setuju sama aturan itu.”

Polisi: “Memangnya kenapa pak?”

Pak haji: “Coba deh saya tanya, helm sama peci lebih kuat mana?”

Polisi: “Helm dong pak.”

Pak haji: “Bapak salah, coba nih saya banting helm bapak ke aspal ya. (BRAKK! Helm pak polisi pecah) Tuh kan pecah.”

Polisi: “??#$%^@%#$”

Pak haji: “Coba sekarang pak polisi banting peci saya ke aspal, pecah kagak? Hayooo.” (sambil nyerahin peci ke polisi).

Polisi: “Dasar Haji gendeng.”


12. Cerita Lucu Razia: PSK Vs Polisi

Suatu hari ada sebuah razia oleh polisi di beberapa tempat karaoke dan wisma. Malam itu, tidak banyak yg tertangkap oleh polisi. Satu diantaranya diintrogasi oleh seorang polisi.

Polisi: “Sebutkan nama jelas dan umur Anda!”

Nunung: “Nunung (nama hanya fiktif, maaf kalo sama), saya 36 tahun”

Polisi: “Masya Allah, di umur seperti ini ibu masih melakukan hal seperti ini? Kenapa ibu masih melakukannya?”

Nunung: “Ya mau gimana lagi pak, saya punya anak, saya tidak tahu bapaknya siapa. Anak saya dan saya harus makan. Sedangkan saya tidak punya keahlian apa-apa untuk melamar pekerjaan!”

Polisi: “Oke bu, kalau begitu ibu bisa ikut dengan program kami!”

Kebetulan, di kantor kepolisian tersebut. ada program rehabilitas. Semua PSK yang tertangkap, diberikan keahlian berupa pelatihan dan kursus dengan harapan agar mereka berhenti menjadi PSK dan mencari nafkah dengan halal dan wanita tsb, mengambil program kursus menjahit. Setelah 3 bulan berlalu, polisi mengadakan razia kembali. Dan apa yang terjadi? Wanita tadi tertangkap kembali.

Polisi: “Loh, kok ibu ada lagi disini? Bukannya sudah ikut program kursus menjahit? tapi kenapa masih jadi PSK, kayak yang gak tau agama ajah!”

Nunung: “Iya pak betul.. Saya sudah ikut program itu, tapi kan pak kalo cuma menjahit penghasilan gak tetap, order juga jarang, cuma sminggu skali.. Jadi kepaksa, saya begini lagi!”

Polisi: “Ya ampun, ya udah sekarang ibu masuk pesantren aja melalui program kami!”

Akhirnya, wanita itu masuk psantren 6 bulan, dan memang luar biasa hasilnya. Dia menjadi sangat muslimah dan rajin beribadah. 3 bulan setelah lulus pesantren, polisi mengadakan razia kembali. Dan luar biasa mengejutkan! Wanita tadi tertangkap kembali. Bahkan yang lebih mencengangkan, dia tertangkap dan membawa kitab suci serta baju ibadah..

Polisi: “Ya ampun! tobat bu! Bukannya ibu udah masuk pesantren dan udah rajin ibadah, tapi kenapa masih melakukan pekrjaan ini?”

Nunung: “Iya memang betul, terus kenapa kalo saya begini?”

Polisi: “ingat umur bu! Ibu gak mau kan masuk neraka?”

Nunung: “Sudahlah pak! Gak usah ceramah! Sekarang saya tanya, apa pekerjaan bapak?”

Polisi: “Ya jelas, saya polisi!”

Nunung: “Lalu apa bapak suka sembahyang?”

Polisi: “Tentu! Karena itu kewajiban!”

Nunung: “Nah saya juga sama pak, setiap hari saya sembahyang juga seperti bapak. Tapi ini pekerjaan saya (PSK), jadi apa bedanya dengan bapak?”

Polisi: “!?@#*%£!>”

loading...