10 Cerita Lucu Humor Pajak Yang Gokil Banget

Kumpulan Cerita Lucu Tentang Pajak Terbaru – Anda penggemar cerita lucu? Ingin membaca cerita pendek paling lucu yang konyol, gokil, dan kocak? riajenaka.com tempatnya. Koleksi cerita humor disini terdiri dari beragam topik yang bisa membuat Anda tertawa lebih ngakak dari sebelumnya. Setiap terbitan artikel cerita lucu humor hanya disajikan dalam satu tema supaya Anda lebih puas dan terhibur.

Posting terbaru kali ini mengupas cerita lucu Pajak. Silahkan disimak dengan baik dan siapkan ekstra energi untuk tertawa setengah mati. Kumpulan cerita lucu banget tentang Pajak dikumpulkan dari berbagai sumber gokil cerita pendek lucu. Tentunya cerita humor Pajak paling lucu yang dipilih sudah lulus uji standar kelayakan ngakak dan konyol minimum yang disyaratkan oleh pemerintah. Akhir kata, selamat menikmati cerita lucu gokil bikin ngakak dibawah ini.

10 Cerita Lucu Humor Pajak Yang Gokil Banget

1. Cerita Lucu Menyetorkan Pajak Ke Kantormu

Seorang petugas pajak mendatangi kantor seorang pengacara terkenal yang tak pernah menyetorkan pajaknya.

Petugas Pajak: “Penelitian kami menunjukkan bahwa pendapatan Anda setiap tahun sekurang-kurangnya Rp 500 juta, tapi Anda sedikitpun tidak pernah membayar pajak.”

Pengacara: (Terdiam sejenak) “Apakah Anda juga meneliti bahwa ibu saya meninggal setelah lama sakit, yang ternyata biaya perawatannya jauh lebih besar daripada pendapatan saya?”

Pegawai kantor: (Diam sejenak) “Uhm, tidak.”

Pengacara: “Atau, pernahkah Anda mengecek bagaimana kehidupan saudara laki-laki saya, seorang veteran yang cacat, buta dan akhirnya terpaksa harus mengenakan kursi roda?”

Pegawai kantor pajak itu sebenarnya sudah ingin meminta maaf tetapi pengacara tadi segera menyela,
Pengacara: “Atau suami dari adik perempuan saya yang meninggal karena kecelakaan lalu-lintas ternyata meninggalkan adikku tanpa uang sepeser pun dengan tiga orang anak? Jangan asal meminta bayar pajak, bersikaplah lebih fair dong!”

Pegawai kantor pajak itu menjadi sangat ketakutan dan berniat pamit. Tiba-tiba pengacara tadi kembali melanjutkan argumennya,

Pengacara: “Jadi, jika aku saja tidak pernah memberi uang pada mereka yang telah aku sebutkan tadi, bagaimana mungkin aku akan menyetorkan pajak ke kantormu?


2. Cerita Lucu Kirain Bayar Pajaknya Dengan Uang

Dalam sebuah acara yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pajak untuk mensosialisasikan betapa pentingnya warga negara Indonesia yang juga merupakan adalah wajib pajak.

Direktur Pajak memberikan sebuah pidato untuk membuka acara sosialisasi pajak kepada masyarakat.

Direktur: “Bapak-bapak dan ibu-ibu yang saya hormati, semua warga negara Indonesia pastinya ingin bangsa ini menjadi lebih maju untuk itu diperlukan adanya pembangunan di segala bidang di negara ini. Agar pembangunan itu bisa terlaksana juga membutuhkan bantuan dari anda semua sebagai warga negara Indonesia yang juga seorang wajib pajak untuk membayar pajak dengan senyuman.”

Direktur pajak yang ketika berpidato masih membuka lembaran pidatonya ke halaman berikutnya sehingga ada jeda pidatonya berhenti sejenak. Tiba-tiba dibalik ketenangan suasana dalam ruangan tersebut, ada orang yang sedang gembira setelah mendengarkan pidato tersebut.

Pria: “Asyiik, kirain bayar pajaknya dengan uang.”


3. Cerita Lucu Pajak: Dari Medan Dan Sekitarnya

Inilah kisah nyata dari seorang Bagong raja minyak dari Medan (Bukan yang pengacara). Suatu hari dia didatangi aparat pajak, itu karena dia tidak pernah membayar kewajibannya sebagai warganegara Indonesia yang baik dan mampu bayar pajak untuk negara.

Aparat: “Anda berpenghasilan ratusan juta rupiah perbulan, tetapi mengapa tidak pernah memenuhi kewajiban pajak anda saat ini.”

Bagong: “Dan apa bapak tahu tentang, ibu saya yang kena stroke di Medan, Kakak saya yang korban tabrak lari, ipar saya yang kena tsunami, paman saya yang kena gempa di Nias dan lain2

Aparat: “Wah saya tidak tahu dan saya mohon maaf soal ini.”

Bagong: “Makanya jangan asal-asalan menyuruh bayar pajak dong sama si Bagong yang raja minyak dari Medan ini.”

Aparat: “Dan anda bersikap bagaimana dengan mereka semua?”

Bagong: “Aku tidak pernah membantu untuk mereka sepeserpun, lalu bagaimana pula aku harus bayar pajak yang jelas jelas bukan buat kepentingan sanak famili aku dari Medan dan sekitarnya.”

Aparat: @#$%^


4. Cerita Lucu Pajak: Siapa Tahu Ikan Ajaib Itu Akan Muncul

Auditor Pajak: “Bagaimana anda bisa memiliki sebuah Villa mewah ditepi Pantai seperti ini, sedangkan panghasilan anda rendah?”

Pembayar Pajak: “Begini, Pak. Pada waktu musim kemarau yang lalu saya memancing & tertangkap ikan yang bentuknya aneh, ketika saya mengambil dari kailnya, ikan itu membuka mulutnya & berkata, Aku ini Ikan Ajaib, tolong lemparkan lagi aku ke laut & aku akan memberimu sebuah Villa yang paling mewah yang pernah kamu lihat. Saya langsung melemparkan ikan itu kembali ke laut..& aku mendapat Villa ini.”

Auditor Pajak: “Bagaimana anda bisa membuktikan kisah seperti itu dapat dipercaya?”

Pambayar Pajak: “Lho, Bapak gimana sih, sekarang kan Bapak bisa melihat Villa tersebut Koq bapak masih nggak percaya? Kalau masih ga percaya silahkan Bapak Mancing sendiri aja siapa tahu ikan ajaib itu akan muncul lagi.”


5. Cerita Lucu Pajak: Biarin Aja Deh Dikata-katain Oleh Dunia

Seorang wajib pajak menyetorkan SPT-nya ke kantor pajak dengan mengajak seorang anaknya yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Pada saat sudah sampai di depan kantor pajak, si anak ini memperhatikan poster yang terpampang di depan kantor pajak yang gambarnya ada pria tua yang kepalanya botak dan ada tulisan slogan pajak.

Anak: “Papa ke sini bayar pajak yaah?”

Ayah: “Iya.”

Anak: “Kenapa papa bayar pajak?”

Ayah: “Karena kita ini warga negara Indonesia yang baik harus bayar pajak.”

Anak: “Hmm.” (Wajah anaknya berubah menjadi pemikir seperti pengamat politik di televisi-televisi itu).

Ayah: “Kenapa emang? Kok berat banget mikirnya.”

Anak: “Seharusnya papa bayarnya untuk dunia!”

Ayah: “Loh, pajak ini untuk pembangunan negara Indonesia, nak.” (Berusaha memberikan edukasi sejak dini mengenai pajak kepada anaknya)

Anak: “Sini, sini, paa! Lihat tuh paaa tulisannya HARI GINI BELUM BAYAR PAJAK, APA KATA DUNIA.”

Ayah: “Terus kenapa?”

Anak: “Kalau papa bayar pajak untuk Indonesia, nanti dunia akan ngata-ngatain papa loh.”

Ayah: “Hmm, hehehe. Biarin aja deh dikata-katain oleh dunia.”


6. Cerita Lucu Pajak: Daripada Yang Pernah Anda Lakukan

Dua orang pemungut pajak penghasilan meninggal dan tiba di gerbang Surga. Di depan mereka ada dua pendeta, namun St Petrus memberi isyarat agar mereka ke samping dan menyuruh kedua pemungut pajak tadi langsung masuk surga sekaligus.

St.Petrus: “Mengapa mereka di depan kita?” (Terkejut).

Pemimpin Agama: “Bukankah kita melakukan segala sesuatu yang mungkin untuk menyebarkan firman yang baik?”

St.Petrus: “Ya, tapi dua pemungut pajak tadi telah menakuti lebih banyak orang daripada yang pernah Anda lakukan!”


7. Cerita Lucu Buat Bayar Pajak

Tidak biasanya, Mukidi pagi-pagi sekali sudah bangun lalu nyetarter motor kebanggannya. Emaknya terheran-heran melihat anaknya yang biasanya malas luar biasa.

Emak: “Tumben pagi-pagi sudah nyetarter motor. Mau kemana?”

Mukidi: “Mau kerja Mak. Narik ojek!”

Emak: “Alhamdulliah. Nah gitu dong. Jadi orang mesti kerja. Jadi anak mesti berbakti sama orang tua. Bantu-bantu cari nafkah.”

Mukidi: “Ini bukan buat bantu nyari nafkah Mak. Ini buat bayar pajak!”

Emak: “Hah? Bayar pajak?”

Mukidi: “Yaiyalah. Lagian Mak beliin motor gak ngasih duit. Kemaren suruh ngelaporin harta sama bayar pajaknya. Terpaksa cari kerja deh buat bayar pajak.”


8. Cerita Lucu Nggak Ada Yang Suka Bayar Pajak

Nasib Mukidi emang lagi bagus. Setelah sebulan narik ojek, ia dapat kenalan non-non cantik peranakan yang punya toko kelontong lumayan ramai. Singkat cerita Mukidi direkrut jadi bagian administasi, bagian tulis-tulis hasil penjualan ke komputer. Karena Mukidi pernah kursus computer, ia langsung cepat bisa. Tak lupa komputernya dipasangi password biar data penjualan tidak diintip melulu sama orang pajak. Memang ia agak sedikit sakit hati dengan orang pajak.

Tak disangka pagi-pagi itu, si Non sudah telpon dia.

Nona: “Halo.”

Mukidi: “Ya halo Non.”

Nona: “Ini Komputer kamu password ya?”

Mukidi: “Iya Non. Biar gak diintip orang pajak mulu hehehehe.”

Nona: “Passwordnya apa? Namaku?”

Mukidi: “Bukan?”

Nona: “Ah, pasti tanggal lahirku ya?”

Mukidi: “Ye, Ge er nih ye.”

(Di seberang telepon).

Nona: (Cemberut) “Terus siapa dong? Nama mantan ya?”

Mukidi: “Bayar pajak Non!”

Nona: “Iya tahu, ini juga mau lihat penjualan buat bayar pajak? Passwordnya apa Nyet?”

Mukidi: “Lah? Kok jadi Nyet sih? Bayar Pajak Non! Passwordnya BAYARPAJAK!!”

Nona: “Huahahaha, password kok bayar pajak?”

Mukidi: “Kan itu password yang paling susah ditebak. Gak ada yang suka bayar pajak soalnya hihihi.”


9. Cerita Lucu Pajak: Seandainya Saya Bisa Membantu

Seorang pria, mengirimkan informasi kepada konsultan pajak penghasilannya,

Konsultan: “Berapa banyak tanggungan dia.”

Pria: “Lima belas.”

Konsultan: “Maaf? Maukah Anda mengulangi itu?”

Pria: “Tidak, seandainya saya bisa membantu.”


10. Kisah Lucu Pajak

Ternyata dampak kenaikan BBM beberapa waktu yang lalu membuat harga beberapa barang naik. Untuk mengatasi kepanikan warga masyarakat karena dampak kenaikan BBM, pemerintah memutuskan untuk membagikan BLSM kepada warga yang kurang mampu. Hal ini membuat pemerintah pusing karena ketika didata oleh aparat terkait ternyata 80 persen warganya mengaku miskin. Akhirnya pemerintah memutuskan untuk menaikan pajak dari beberapa sektor. Karena masih belum juga bisa memenuhi kebutuhan untuk dana BLSM yang akan
dibagikan ke warga miskin, pemerintah memutuskan untuk menambah Pajak Pertambahan Panjang khusus untuk pria. Berikut ini daftar pajak pertambahan panjang milik pria untuk panjang,

0-10 cm Bebas Pajak.

10-13 cm Pajak Retribusi.

13-20 cm Pajak Pertambahan Nilai.

Lebih dari 20 cm Pajak Barang Mewah.

Nah silahkan anda ukur punya masing-masing termasuk dalam pajak yang mana?

6 Cerita Lucu Humor Peti Yang Keren Abis

Kumpulan Cerita Lucu Tentang Peti Terbaru – Anda penggemar cerita lucu? Ingin membaca cerita pendek paling lucu yang konyol, gokil, dan kocak? riajenaka.com tempatnya. Koleksi cerita humor disini terdiri dari beragam topik yang bisa membuat Anda tertawa lebih ngakak dari sebelumnya. Setiap terbitan artikel cerita lucu humor hanya disajikan dalam satu tema supaya Anda lebih puas dan terhibur.

Posting terbaru kali ini mengupas cerita lucu Peti. Silahkan disimak dengan baik dan siapkan ekstra energi untuk tertawa setengah mati. Kumpulan cerita lucu banget tentang Peti dikumpulkan dari berbagai sumber gokil cerita pendek lucu. Tentunya cerita humor Peti paling lucu yang dipilih sudah lulus uji standar kelayakan ngakak dan konyol minimum yang disyaratkan oleh pemerintah. Akhir kata, selamat menikmati cerita lucu gokil bikin ngakak dibawah ini.

6 Cerita Lucu Humor Peti Yang Keren Abis

1. Cerita Lucu Peti: Kalo Dia Mau Kan Tinggal Dicariin

Ada cowok yang rajin kerja. Semua duit hasil kerjanya ditabung. Pokoknya dia cinta banget deh sama duit-duitnya. Sebelum mati,

Suami: (Pesen ke bininya) “Kalo gue mati, masukin semua duit gue ke peti mati gue. Gue pengen ditemenin mereka di alam sana.”

Bininya janji bakal menuhin keinginan lakinya itu. Begitu lakinya meninggal, bininya pake baju item-item ngikutin upacara. Pas upacaranya dah kelar, pas petinya mau dikubur,

Bininya: (Teriak) “Bentar!”

Bininya itu megang kotak yang dia masukin ke peti mati. abis itu lakinya dikubur bareng sepeti2nya.

Temennya: “Lu bego deh, masa duitnya lu masukin semua ke situ buat laki lu yang udah mati?”

Bininya: “Gue kan beriman, gue ga bisa ga nepatin janji gue lah.”

Temennya: “Jadi beneran lu masukin duitnya ke peti mati?”

Bininya: “Iya lah, semuanya gue satuin, gue masukin ke rekening, terus gue bikin cek dah tu buat laki gue. Kalo dia mau kan tinggal dicairin aja!”


2. Cerita Lucu Peti: Kaki Di Luar

Ada kepala suku mati, untuk menghargai beliau saya harus bakar tapi saya mau kubur. Jadi saya cari peti ke tukang mebel.

Saya: “Berapa satu peti?”

Tukang: “1 juta.”

Saya: “Ada yang murah kah.”

Tukang: “Ada 2 ratus ribu tapi kaki di luar.”


3. Cerita Lucu Peti Sebagai Uang Kembalian

Seorang cina totok tua menderita sakit parah. Menyadari bahwa hidupnya tidak lama lagi maka dipanggil ketiga putranya yang masing2 sudah menjadi pengusaha kaya. Kemudian,

Ayah: “Anak2ku selama ini aku sudah mendidik kalian dengan baik sehingga kalian semua menjadi sukses. Hidup papah tidak akan lama lagi & sebelum meninggal papah hanya ada 1 permintaan, yaitu uang 1 milyar dari masing2 kalian. Papah perlukan uang ini supaya tidak sengsara di kehidupan selanjutnya. Jadi nanti letakkan uang 3m ini ke dalam peti mati papah sebelum peti ditutup.”

Ketiga anak pun langsung mengiyakan permintaan terakhir ini. Setelah keluar dari kamar, ketiga anak ini mendiskusikan permintaan sang ayah.

Si sulung: “Saya akan penuhi permintaan papah.” (Tegas).

Si anak 2: “Saya juga.”

Si bungsu: (Terdiam lama sambil merenung. Setelah didesak kedua kakaknya). “Permintaan papah ini kayaknya tidak bijaksana, saya akan pertimbangkan dulu.”

Esoknya si ayah meninggal dan menjelang penutupan peti, si sulung menghampiri peti mati ayahnya. Sejenak dia berdoa, meneteskan air mata, meletakkan uang kontan 1m & mundur. Giliran anak kedua maju ke peti. Sejenak dia berdoa, meneteskan air mata, meletakkan uang kontan 1m & mundur. Giliran si bungsu. Dia berdoa lama sekali, meneteskan air mata banyak sekali & kemudian menoleh ke kedua kakaknya,

Bungsu: “Papah bener cuma minta 3m? Apa tidak kurang?”

Kakak kedua: “Iya bener cuma 3m, itu sudah cukup. Ayo cepetan biar peti bisa segera ditutup.”

Kemudian si bungsu meletakkan selembar cek senilai 5m ke dalam peti & mengambil uang kontan 2m yang ada di dalam peti sebagai uang kembalian.


4. Cerita Lucu Peti: Spesialis Kelamin

Mukidi dan Wakijan adalah dua orang sahabat yang sama2 berprofesi sebagai dokter. Mukidi seorang dokter gigi sedangkan Wakijan dokter tulang. Suatu hari teman mereka yang bekerja sebagai dokter jantung meninggal. Untuk mengenang jasanya, dia dibuatkan peti berbentuk jantung. Setelah upacara pemakaman berlangsung khidmat, lalu akhirnya dikuburkan. Satu minggu kemudian teman mereka yang berprofesi sebagai dokter mata meninggal juga. Untuk mengenang jasanya maka dia dibuatakan peti berbentuk mata. Setelah upacara pemakaman lalau akhirnya peti dikuburkan. Mukidi melihat seseorang yang terus menangis di depan kuburan kedua dokter itu. Mukidi
kemudian mendekati orang itu dan menghiburnya

Mukidi: “Sudah, sabarlah. Ini semua sudah merupakan takdir dari Tuhan. Nggak mungkin bisa kita tolak.”

Dokter: “Saya tidak tahu apa yang harus saya katakan padamu. Sebenarnya saya ini juga merupakan seorang dokter.”

Mukidi: “Oh, betulkah? Memang anda berprofesi sebagai dokter spesialis apa?” (Sambil pergi meninggalkan).

(Dari kejauhan).

Dokter: “Spesialis kelamin.”


5. Cerita Lucu Peti: Tempat Peristirahatan Bapak Selamanya

Di sebuah proyek, Seorang Manajer teknik berdiskusi dengan Manajer administrasi. tahun 2012 umur 55 tahun.

M.Teknik: “Sebentar lagi kita pensiun, mau usaha apa?”

M.Admin: “Susah bikin usaha. Karena kita sudah terbiasa kerja, pola pikir usaha gak ada!”

M.Teknik: “Kan bisa jualan sayur atau beras.”

Tiba-tiba tukang bangunan lewat,

Tukang: “Usul pak! Ini usaha paling manjanjikan. mobil mewah sudah punya 4, rumah besar 3 biji, tanah luas gak terhitung, bagaimana kalau semua dijual buat modal usaha.”

M.Teknik & M.Admin: “Modal usaha jenis apa?”

Tukang: “Pembuatan peti mati emas berhiaskan berlian untuk tempat istirahat bapak selamanya.”


6. Cerita Lucu Peti: Awas Tembok

Kebaktian dukacita untuk mengenang seorang istri yang baru saja meninggal baru saja selesai. Lalu beberapa orang diminta menggotong peti jenazah itu menuju ke perkuburan. Tetapi, saat hendak keluar dari gereja, tanpa disengaja, peti itu menyenggol tembok dan jatuh terbanting dengan keras.

Para tamu terkejut semuanya, karena mereka mendengar erangan dari dalam peti jenazah itu. Ternyata sang wanita masih hidup dan bertahan hingga sepuluh tahun kemudian.

Nah, sepuluh tahun kemudian sang istri meninggal lagi. Kebaktian dukacita berlangsung di tempat yang sama. Saat selesai kebaktian, ketika peti itu hendak digotong ke luar gereja dan menuju pemakaman,

Suami: (Beteriak-teriak) “AWAS TEMBOK!AWAS TEMBOK!”