4 Cerita Lucu Humor Undangan Pernikahan Konyol Banget

Cerita Lucu Undangan Pernikahan – Anda penggemar cerita lucu? Ingin membaca cerita pendek lucu terbaru paling konyol, gokil, juga kocak? riajenaka.com tempatnya. Koleksi cerita humor disini terdiri atas beragam topik diharapkan dapat membuat Agan tertawa lebih ngakak daripada sebelumnya. Setiap terbitan artikel cerita humor lucu singkat dibawah ini hanya disajikan dalam satu tema supaya agan-agan tambah puas ketawa serta terhibur.

Humor terbaru kali ini mengupas contoh cerita lucu tentang Undangan. Silahkan disimak dengan baik lalu siapkan ekstra energi untuk tertawa setengah mati. Kumpulan cerita lucu banget Undangan dikumpulkan dari berbagai sumber gokil cerita pendek lucu. Tentunya cerita humor Undangan Pernikahan paling lucu yang dipilih sudah lulus uji standar kelayakan ketawa dan konyol minimum yang disyaratkan oleh pemerintah. Akhir kata, selamat menikmati cerita lucu gokil bikin ngakak berikut. Warning, bisa berisi bacaan sex, jorok atau dewasa.

Cerita Lucu Undangan
1. Cerita Pendek Lucu: Undangan Pernikahan

Hidup ini memang penuh dengan PILIHAN.
Suatu saat saya diundang untuk menghadiri pesta pernikahan di sebuah hotel.
Ketika sampai di lobby hotel, saya melihat ada 2 pintu.

Pintu-1 tertulis: “Untuk keluarga laki-laki”
pintu-2 tertulis: “Untuk keluarga perempuan”

Saya lantas masuk melalui pintu keluarga pengantin laki-laki.
Saya berjalan beberapa langkah dan melihat ada 2 pintu lagi.

Pintu-1 tertulis: “Untuk tamu laki-laki”
Pintu-2 tertulis: “Untuk tamu perempuan”

Kemudian saya masuk melalui pintu untuk tamu laki-laki.
Saya berjalan beberapa langkah melihat ada 2 pintu lagi.

Pintu-1 tertulis: “Untuk yang membawa kado”
Pintu-2 tertulis: “Untuk yang tidak membawa kado”

Saya masuk melalui pintu yang tidak membawa kado.
Setelah itu saya melihat ada 2 pintu lagi.

Pintu-1 tertulis: “Untuk yang membawa amplop”
Pintu-2 tertulis: “Untuk yang tidak membawa amplop”

Saya berkata dalam hati,, “Syukurlah, ternyata ada ruang juga untuk yang datang dengan TANGAN kosong”.
Lalu saya memilih pintu 2 karena tidak membawa amplop.

Kemudian saya berjalan beberapa langkah dan ternyata…

Saya sudah berada di jalan raya di luar hotel.


2. Cerita Lucu Undangan: Pesta Perkawinan Teman Sekolah

Pada suatu hari, seorang teman sekantorku tiba-tiba menggerutu: “Coba kalian katakan kejadian seperti ini lucu nggak, ada seorang teman sekolahku, biasanya telepon pun tidak, kini mau kawin, kemarin ia telah menyampaikan surat undangan, maksudnya kan jelas, minta aku memberinya kado perkawinan, atau cuma mau minta uang saja.”

Aku menasehatinya: “Teman sekolah kawin mengundang dirimu, pertanda ia ingin menjalin dan mempererat hubungan di antara kalian. Ah, jangan hanya memikirkan uang saja donk. Teman sekolahmu ini adalah teman waktu di universitas atau teman waktu masih di SMA?”

“Ia adalah teman kursus SIM-ku, kita telah sama-sama belajar mengemudikan mobil selama 5 hari!” jawab teman sekantorku itu sambil tersenyum.


3. Cerita Lucu Undangan: Surat Undangan Pesta Pernikahan

Kita mungkin sudah terbiasa menerima surat undangan pesta pernikahan di mana tercantum pesan sebagai berikut:

“Tanpa mengurangi rasa hormat, kami akan sangat berterima kasih apabila ungkapan tanda kasih yang akan diberikan tidak berupa cenderamata atau karangan bunga.”

Saya hanya ingin mengingatkan di saat nilai rupiah melorot begitu rupa terhadap dolar, maka pesan yang dicontohkan di atas pun akan mengalami perubahan pula, misalnya akan berbunyi:

“Tanpa mengurangi rasa hormat, kami akan sangat berterima kasih apabila ungkapan tanda kasih yang akan diberikan tidak berupa cenderamata atau karangan bunga atau ..rupiah.”

Nah, selamat menafsirkan sendiri.


4. Cerita Lucu Undangan: Batal Menikah Gara-gara Salah Cetak Undangan

Sehari sebelum pernikahan, Nunung terus-menerus menangis. Seluruh keluarga kebingungan.

Ibu: “Kenapa mbak kok malah nangis terus, kan mestinya hari ini mbak bahagia..”
Nunung: “Batal saja Buuuu..,,bataaal..!!”
Ibu: “Lho besok kan hari perkawinan mu, kok minta batal??”
Nunung: “Ini bu, tolong dibaca dulu dengan teliti undangan ini..”

Dalam surat undangan tersebut tertulis:

“TURUT MENUNGGANG”:
1. Pak Camat dan jajarannya
2. Pak Lurah dan jajarannya
3. Pak RW dan jajarannya.
4. Pak RT dan jajarannya

Nunung: “Saya ga akan kuaaaaaat buuu… Bener-bener Nunung ga kuaaaaattt…!!!”

6 Cerita Lucu Humor Tongkat Yang Keren Abis

Kumpulan Cerita Lucu Tentang Tongkat Terbaru – Anda penggemar cerita lucu? Ingin membaca cerita pendek paling lucu yang konyol, gokil, dan kocak? riajenaka.com tempatnya. Koleksi cerita humor disini terdiri dari beragam topik yang bisa membuat Anda tertawa lebih ngakak dari sebelumnya. Setiap terbitan artikel cerita lucu humor hanya disajikan dalam satu tema supaya Anda lebih puas dan terhibur.

Posting terbaru kali ini mengupas cerita lucu Tongkat. Silahkan disimak dengan baik dan siapkan ekstra energi untuk tertawa setengah mati. Kumpulan cerita lucu banget tentang Tongkat dikumpulkan dari berbagai sumber gokil cerita pendek lucu. Tentunya cerita humor Tongkat paling lucu yang dipilih sudah lulus uji standar kelayakan ngakak dan konyol minimum yang disyaratkan oleh pemerintah. Akhir kata, selamat menikmati cerita lucu gokil bikin ngakak dibawah ini.

6 Cerita Lucu Humor Tongkat Yang Keren Abis

1. Cerita Lucu Tongkat: Udah Tau Buta

Pada suatu hari seorang pemuda bernama Mukidi terlihat bercakap cakap dengan seorang yang baru dia kenal,

Mukidi: “Mas, maaf ya Kok pakai sandal warnanya beda, satu biru yang lainnya merah?”

Wakijan: “Sengaja, sekarang kan lagi ngetrend begini. Biasa mau ngapel.”

Mukidi: “Wah, nggak salah mas, ngapel pake kaos kampanye?”

Wakijan: “Sengaja, biar tambah yakin saya tidak beda dengan dia!”

Mukidi: “Tapi kok malam-malam begini pakai kacamata gelap mas, apa nggak takut kesandung?”

Wakijan: “Sengaja! Yang ini jangan saudara tanya deh urusan intern!”

Mukidi: “Pasti kacamata mahal ya mas, tapi apa nggak takut kesandung?”

Wakijan: “Eh bung! Ini apa nih?!”

Mukidi: “Tongkat!”

Wakijan: “Udah pernah ngerasain tongkat mampir di jidat gak?”

Mukidi: “Lho kok marah, saya kan cuma?”

Wakijan: “Nanya melulu. Udah tahu gua buta!”


2. Cerita Lucu Tongkat: Memang Sedang mencuci Piring

Sebuah keluarga dengan seorang anak kecil berumur 5 tahun pindah ke kota lain sehubungan dengan tugas, ternyata lingkungan baru “Not really well educated”. Suatu hari si anak sebut saja namanya Mukiran sedang bermain-main dengan anak-anak lain,

Anak: (Memaki) “K*nt*l lu.”

Mukiran: (Cuma bisa heran karena tidak mengerti apa yang dimaksud anak tadi).

(Sesampai di rumah).

Mukiran: “Bu, K*nt*l apa sih?”

Markonah: (Kaget) “Itu artinya tongkat.”

Keesokan harinya Mukiran main lagi dengan teman-teman barunya, tiba-tiba,

Anak lain: (Memaki) “M*m*k lu.”

Mukiran: (Semakin heran)

Banyak kata-kata yang selama ini dia tidak mengerti. Di rumah,

Mukiran: “Bu, bu, m*m*k apa sih artinya?”

Markonah: (Kembali mengusap dada) “Itu artinya piring.”

Suatu hari Mukiran sedang bermain di depan rumah, seorang pendeta lewat memakai tongkat, di depan Mukiran tongkat pak pendeta jatuh,

Mukiran: (Dengan spontan teriak) “Hati-hati pak pendeta, K*nt*lnya jatuh!”

Sang pendeta: (Kaget setengah mati dan marah) “Mana ibumu, kamu harus diajar baik-baik!”

Mukiran: “Ibu ada pak pendeta, ibu saya sedang cuci m*m*k!”

Ibu Mukiran memang sedang cuci piring di belakang, pak pendeta pun pingsan seketika mendengar jawaban Mukiran.


3. Cerita Lucu Tongkat Madura Kok Dimakan

Seorang ibu sibuk mencuci di dapur. Halah, mencuci kok di dapur.  Maksudnya, biasanya kan sebelah dapur ada kamar mandi, nah di sanalah dia mencuci gitu. Sementara dia tinggalkan anak balitanya sendirian di dalam kamar. Namanya juga balita, diapun bebas bermain-main di dalam kamar. Dilihat olehnya benda bulat panjang kecoklat-coklatan tergeletak di atas meja. Dia ambil dan langsung dimasukan ke dalam mulutnya. Karena rasanya yang aneh, tak berapa lama dikeluarkan lagi. Tapi tetap dipegangnya, mungkin suka dengan bentuknya. Walaupun dia tetap bermain tapi tak ada lagi suara-suara berisik.

Ibunya: (Senang dibuatnya). “Wah anak pintar nih, ditinggal nyuci tak nangis dan tidak berisik.” (Dalam hati).

Selesai mencuci, si ibu bermaksud memberi makan.

Ibu: “Nak, sini nak. Makan dulu.”

(Si anak pun langsung mendatangi ibunya).

Ibu: “Aaa, aa.” (Mencoba menyuapi anaknya).

(Si anak diam saja. Tak mau membuka mulutnya).

Ibu: “Sekali lagi. Aaa, aa.”

Coba menyuapi anaknya. Si anak diam saja . Tak mau membuka mulutnya.

Ibu: “Sekali lagi. Aaa, aa.”

(Si anak tetap diam saja.  Tak bisa membuka mulutnya.)

Ibu: (Jadi bingung dibuatnya) “Kenapa anak nih?” (Pikirnya).

Selidik punya selidik, dilihatnya anaknya memegang Tongkat Madura.

Ibu: (Kaget dibuatnya). “Oalah Nak, nak. Tongkat Madura kok dimakan.”


4. Cerita Lucu Tongkat: Saat Ini Kita Sudah Naik Bus

Sepasang suami istri dan 9 anak mereka sedang berdiri antri menunggu bus kota di halte. Beberapa saat kemudian seorang buta datang & ikut mengantri di belakangnya. Ketika bus tiba, ternyata hanya muat untuk sang istri dan 9 orang anaknya.

Jadi si suami dan orang buta itu terpaksa berjalan kaki. Setelah beberapa saat, sang suami jadi kesal oleh ketokan tongkat orang buta itu yang membentur-bentur trotoar,

Suami: “Mengapa Anda tidak memasang karet di ujung tongkat Anda? Suara ketokan tongkat itu membuatku gila.”

Orang buta: “Jika dulu, Anda juga memasang KARET di ujung TONGKAT ANDA, saat ini kita sudah naik bus. Jadi tutup mulut!”


5. Cerita Lucu Tongkat: Manusia Biasa Yang Doyan Nasi Juga

Bung Karno tidak pernah lupa membawa tongkat kebesaran. Salah satu tongkat komandonya merupakan hadiah dari Presiden Filipina Quirino. Tongkat ini yang sering dia bawa ke mana-mana dalam acara resmi di Jakarta maupun ke luar kota, ke daerah-daerah, bahkan ke luar negeri. Belakangan ini,

Orang: “Tongkat BK mempunyai kekuatan gaib.”

Berita buruk itu sampai ke telinganya.

Bung Karno: “Lo, ini kan cuma dibuat dari kayu biasa, dan juga dibuat oleh manusia biasa yang doyan nasi juga.”


6. Teka Teki Lucu Tongkat

Mengapa Polisi memakai pistol?
Jawab: “Kalalu pakai tongkat dikira Hansip.”