9 Cerita Lucu Humor Sayur Terong

9 Cerita Lucu Humor Tentang Sayur Terong – riajenaka.com pada edisi hari ini mempersembahkan cerita-cerita lucu dan cerita humor yang bertema back to nature (halah..). Cerpen lucu kali ini bertema ‘Cerita Pendek Lucu Tentang Sayur Cabe’. Mungkin sebagian dari Anda ada yang berpikir, kok bisa ya kumpulan cerita humor itu bertema sayuran dan buah-buahan. Tentu saja bisa,, tema apapun bisa dijadikan bahan untuk cerita lucu gokil.

Kumpulan cerita pendek lucu yang akan Anda baca dibawah ini dikumpulkan dari blog/situs cerita lucu dan disatukan dalam satu tema cerita pendek lucu. Semoga pemirsa terhibur oleh cerita lucu terbaru berikut ini.

9 Cerita Lucu Humor Tentang Sayur Terong

1. Cerita Lucu Terong Ajaib

Ada seorang wanita janda berumur 50 tahun, penampilan masih oke, mengeluh kepada dokter kalau kencing kadang2 ada rasa sakit. Lalu dia disuruh melakukan pemeriksaan urinenya. Besok paginya ibu itu kencing & dimasukan kebotol lalu menyuruh pembantunya untuk membawa botol itu ke laboratorium rumah sakit.

Tapi naas, karena si pembantu itu terpeleset dan jatuh, sehingga menyebabkan botol yg dibawanya terbuka dan isinya tertumpah semua. Karena takut diomelin, lalu si pembantu menggantinya dgn air kencingnya sendiri, dan membawa ke laboratorium. Setelah itu resi tanda terima diserahkan kemajikannya. Keesokan harinya sang ibu dateng berobat lagi sambil bawa hasil laboratorium.

Dokter: “Ibu punya suami?!”

Ibu: “Nggak dok, udah lama jadi janda, suami saya meninggal.”

Dokter: “Maaf bu, apakah ibu punya pacar atau pria yg suka menemani ibu?”

Ibu: “Nggak dok, saya di rmh saja kok, paling2 ikut kegiatan sosial dikit2.”

Dokter: (Bingung) “Ibuuuuuuuuuu.. (dengan nada sehalus mungkin), dari hasil pemeriksaan laboratorium, saya harus mengucapkan selamat pada ibu, karena ibu saat ini sedang mengandung, jadi mungkin rasa sakit kalau kencing itu bisa diakibatkan karena kehamilan ibu dan untuk itu saya kasih resep dan surat pengantar supaya ibu di rujuk ke dokter kandungan untuk merawat kandungan ibu.”

Ekspresi muka si ibu, pucat pasi dan penuh kebingungan, akhirnya dg langkah gontai dia berjalan pulang. sesampainya dirumah ibu itu lari kedapur dan membuka lemari es lalu mengambil TERONG UNGU YG GEDE, lalu dia banting2 tuh terong ke meja sampe hancur.

Ibu: “SIALAN LU TERONG! SIALAN LU TERONG! SEMUA INI GARA2 ELU GUE JADI HAMIL! GIMANA ANAK GUA NANTI RUPANYA? JANGAN2 NANTI MUKANYA UNGU, SIALAN LU! GUA NGGAK MAU LAGI! GUA KAPOK! KAPOK!”

(Tanpa dia ketahui bahwa hasil laboratorium itu adalah milik pembantunya).


2. Cerita Lucu Mau Beli Cabe Rawit

Suatu hari seorang atlet binaraga bernama Ateng Herkules belanja ke sebuah warung. Kebetulan si penjaga warung itu adalah seorang janda muda bertubuh sekseh, tapi menderita gangguan pendengaran dan sering telat mikir.

Ateng: “Ada telor, Mbak?”

Janda: “Apa Kang? Kurang jelas.”

Ateng: “Telor, Mbak.”

Janda: “Gimana, Kang?”

Tak mau bertele-tele, Ateng pun langsung melipat lengan bajunya dan memperagakan otot tangannya
yang menonjol bulat mirip telor.

Janda: “Ooowh.. Telor. Ada, Kang. Silahkan, mau beli apa lagi, Kang?”

Ateng: “Beli tahu deh sekalian.”

Janda: “Apa Kang? Gak kedengeran.”

Ateng: “Tahu, Mbak! Tahuuu..”

Janda: “Gimana Kang?”

Ga sabar Ateng lalu melepaskan kancing baju dan memperlihatkan otot perutnya yang membentuk sixpacks alias kotak-kotak mirip tahu Bandung.

Janda: “Ooo tahu, ada, sebentar ya Kang?” (sambil membungkus beberapa tahu) Lalu mau beli apa lagi, Kang?”

Ateng: “Saya ingin terong juga, Mbak. Kayaknya enak oseng2 tahu dicampur terong.”

Janda: “Apa, Kang?”

Ateng: “Terroooong!!”

Janda: “Apaan, Kang. Kurang jelas!”

Dengan kesal Ateng langsung membuka celana dan mempertontonkan isinya.

Janda: (Tersenyum) “Ooowh.. Cabe rawit.. Bilang dong yang jelas.”

Ateng: “Haduhh..” (nendang kursi).


3. Cerita Lucu Timun, Terong, Dan Titit

Timun, terong dan titit saling bercerita meratapi nasib masing-masing.

Timun: “Tiap gw udah gede dan panjang, gw dipotong-potong trus ditumpuk disamping genangan sambal sama onggokan pecel ayam”.

Terong: “Gw lebih parah, pas gw udah gede dan panjang, gw dibelah dua terus dimasukin minyak panas sampe gw layu, terus disiram cabe giling”.

Titit: “Lu pada gak ngerasain apa yang gw alamin klo gw gede dan panjang, gw dibekap ama kantong, dimasukin ruang sempit dan gelap, kepala gw dijeduk2in sampe gw muntah dan tak sadarkan diri.”


4. Cerita Lucu Terong: Kesalahan Yang Di Sengaja

Sebuah toko kelontong memasang tanda yang berbunyi “Terong, Rp 2.500 dapat 1 buah – Rp 10.000 dapat 3 buah.”

Sepanjang hari, setiap pelanggan yang datang berseru: “Jangan konyol! Saya harus mendapatkan empat buah untuk Rp.10.000!”

Dengan patuh pemilik toko kelontong itu membungkus empat terong. Tukang Kios sebelah penasaran melihat kelucuan ini dan akhirnya diapun menghampiri pemilik toko kelontong,

Pemilik Kios: “Apakah kau tidak akan memperbaiki kesalahan pada tandamu?”

Pemilik Kelontong: “Kesalahan apa?” tanya pemilik toko kelontong. “Sebelum saya memasang tanda ini, tak seorang pun pernah membeli lebih dari satu terong.”


5. Cerita Lucu Terong: Sehabis Jum’atan

Ayah: “Nak, tadi dengerin khotbahnya?”

Anak: “Dengerin donk Yah.”

Ayah: “Sekarang Ayah tes, sebagai Anak harus berbakti pada siapa?”

Anak: “Ibu.”

Ayah: “Kemudian siapa lagi?”

Anak: “Ibu.”

Ayah: “OK, selanjutnya siapa?”

Anak: “Ibu.”

Ayah: “Bagus, abis itu siapa?”

Anak: “Ayah.”

Ayah: “Pinter, jadi Ibunya ada berapa tadi?”

Anak: “Ada 3.”

Ayah: “Ayahnya berapa?”

Anak: “1.”

Ayah: “Ibu kamu berapa?”

Anak: “1.”

Ayah: “Berarti kurang berapa?”

Anak: “2.”

Ayah: “Sip, nanti sampe rumah bilang sama Ibu ya.”

Sesampainya di rumah sang anak langsung menghampiri ibunya yg sedang memasak di dapur.

Anak: “Ibu, tadi kata Bapak, seharusnya aku tambah 2 ibu, karena karena waktu ceramah jumatan katanya harus berbakti 3X sama ibu.”

Ibu: “Nak, kamu tau ini sayur apa?”

Anak: “Terong, Bu.”

Ibu: “Bagaimana caranya agar satu terong ini bisa dinikmati oleh tiga orang?”

Anak: “Dipotong 3 Bu.”

Ibu: “Anak pintar. Nanti kamu bilang Bapakmu ya.”


6. Cerita Lucu Terong: Mirip Sesuatu

Suatu hari 4 Tanaman dikebun tengah bercakap-cakap.

Jamur: “Aku mirip Payung.”

Brokoli: “Aku mirip Pohon.”

Bunga Matahari: “Aku mirip Matahari.”

Terong: “Teman-teman , bisa ga Ganti topik bicaranya?”


7. Cerita Lucu Terong: Ditraktir Bos

Bos: “Kamu pingin makan apa?”

Karyawan: “Terong rebus kecap.”

Bos: “Kamu boleh memilih masakan yang enak-enak.”

Karyawan: “Terong rebus kecap dengan racikan daging.”

Bos: “Kamu tak usah menghemat uang untuk diriku, kepingin makan masakan apa, ya tunjuk saja.”

Karyawan: (Setelah dipikirkan baik-baik) “Kalau begitu, aku minta 2 porsi terong rebus kecap dengan racikan daging.”


8. Cerita Lucu Terong: Bercinta Di Tempat Gelap

Waktu itu Nunung sudah frustasi karena kebiasaan Suaminya yang suka bercinta di tempat gelap, Berharap untuk membebaskannya dari masalah ini, dia menyalakan lampu, dan pada saat malam yang bergairah itu, dia terkejut saat menemukan sebuah Terong di tangannya.

Nunung: “Apa ini? (sambil mengeluarkan terong) Apa yang telah kau lakukan kepadaku selama 5 Tahun terkhir?”

Suami: “Sayang, biar aku jelaskan!”

Nunung: “Kenapa, Kau licik? kau IMPOTEN!”

Suami: (Menyela dengan nada lembut) “Mungkin kamu ingin menjelaskan darimana tiga anak-anak kita ITU.


9. Kata-kata Lucu Terong: Surat Cinta Penjual Buah vs Penjual Sayur

Wajahmu memang Manggis.

Watakmu juga Melon_kolis.

Tapi hatiku Nanas karena cemburu.

Sirsak napasku.

Hatiku Anggur lebur.

Kini Delima dalam hidupku.

Memang ini juga Salakku.

Jarang Apel di malam minggu.

Ya Tuhan,

Mohon Belimbing-mu.

Kalau memang per-Pisang-an ini yang terbaik untukku,

Semangka kau bahagia dengan pria lain.

Sawo-nara.

Dari: Durianto.

Jawab si perempuan penjual sayur:

Membalas Kentang suratmu itu,

Brokoli-koli sudah kubilang.

Jangan tiap datang rambutmu selalu Kucai.

Jagungmu tidak pernah dicukur.

Disuruh datang malam minggu, ehh nongolnya hari Labu.

Ditambah kondisi keuanganmu makin hari makin Pare.

Mau nelpon aku saja mesti ke Wortel.

Terus Terong, cintaku padamu sudah lama Tomat.

Jangan Kangkung aku lagi.

Aku mau hidup Seledri.

Cabe deh..

Salam: Sawitri