18 Cerita Lucu Baju Yang Lulus SNI

11. Cerita Lucu Nenek Gaul Beli Baju

Siapa bilang nenek zaman sekarang pada katrok. Nih, nenek gaul yang selalu mengikuti mode fashion.

Nenek: “Cucu, tolong anterin nenek shoping.”

Cucu: “Shoping kemana nek.”

Nenek: “Udah, kamu diem aja. Pokoknya ntar kamu tahu sendiri. Nenek mau beli baju yang bagus tapi sangat murah meriah.”

Cucu: “Emang dimana nek.”

Nenek: “Kan udah nenek bilang, kamu nanti tahu sendiri.”

Sesaat kemudian, nenek berangkat dengan diantar mobil oleh cucunya. Setelah mobil parkir di kiri jalan, nenek langsung saja turun takut kehabisan stok. Tanpa basa-basi nenek langsung mengambil baju yang disuka.

Nenek: “Mas, udah mas. Saya beli 5 baju. Berarti totalnya 25 ribu. Kan di banner tulisannya 5 ribuan.”

Pemilik Toko: (Bengong, melongo) “Nek, ini tidak dijual.”

Nenek: “Lho kenapa? Wong saya yang duluan beli kok.”

Pemilik Toko: “Ini bukan dagangan nek. Tapi ini cucian LAUNDRY. Coba lihat lagi bannernya.”

Nenek: “Haaah..”


12. Cerita Lucu Baju Sutra

Suatu siang, Omas menelepon dokter.

Omas: “Dok, Dok! Tolong bantu saya dok.”

Dokter: “Tenang bu Omas, Apa yang bisa saya bantu?”

Omas: “Dokter, saya pengen minta resep untuk mengurangi berat badan saya. Hari ini saya ulang tahun, suami saya memberi kado yang spesial. Kalo berat badan saya tidak turun, saya gak bakalan bisa masuk ke dalamnya. Tolong saya ya dooook!”

Dokter: “Ohh, Oke.. Oke.. Itu persoalan gampang kok bu Omas. Silakan datang ke tempat saya besok pagi, nanti akan saya kasih resep yang manjur, jadi ibu tidak perlu kuatir soal berat badan ibu, saya jamin ibu pasti bisa memakai baju sutra baru dari suami ibu itu.”

Omas: “Lho, dokter tau dari mana soal baju sutra? Saya dari tadi tidak ada bicara soal baju sutra? Saya ini berbicara soal Mobil Baru pemberian suami saya itu!”

Dokter: (Tepok Jidattttt).


13. Cerita Lucu Baju Dari Sop Babi

Kakek Semar sangat senang saat mendapat cucu perempuan dari Ibu Semar yang baru saja melahirkan. Kakekpun berniat untuk membeli baju untuk cucu perempuannya. Kakek meminta Semar yang baru 5 tahun untuk menemani kakek. Setibanya di pasar, kakek kebingungan mencari toko yang khusus menjual baju bayi.

Kakek: “Aduh kakek bingung liat pasar di sini Mar.”

Semar: “Kenapa kek?” (sambil menikmati eskrim pemberian kakek).

Kakek hanya diam lalu mulai lagi berputar-putar di sekitar itu dan tak menemukan toko yang ia cari. Lama kelamaan Semar jadi kesal. Apalagi eskrimnya sudah habis.

Semar: “Kakek, Semar capek daritadi muter-muter terus. Kakek mau cari apa sih?”

Kakek: “Sabar Semar, baru juga 10 x muter. Kakek belum nemu tokonya.”

Semar: “Toko apa kek?”

Kakek: “Kakek mau beli baju buat adek baru Semar.”

Semar: “Ya ampun kakek, itu tu toko tempat Ibu biasa beli bajuku” (sambil menunjuk ke sebuah toko yang terletak di seberang).

Kakek: “Oh ya? hebat kamu ingat? kenapa tidak bilang daritadi?” (sambil memperhatikan toko yang dipenuhi kaca dan membaca tulisan yang tertulis di atas pintu masuk gedung itu). “Apa sih bacaannya itu Semar?”

Semar: “Ehmmm apa ya?” (sambil mengeja dalam hati berusaha menerjemahkan bacaan dalam bahasa Inggris yang membuatnya sedikit pusing) ‘KIDS BABY SHOP’.

Kakek: “Kamu gak bisa baca Mar?”

Semar: “Tahu dong kek, itu bacaannya KITS BABI SOP”

Kakek: “Apa? babi sop?” (terkejut) “Itu bukan toko baju Semar. Itu tempat jual sop babi. Ayo kita mutar lagi”

Semar: “Ta, tapi Semar beli baju di situ kek.”

Kakek: “Beli baju endasmu! Kalau kamu beli di situ berarti baju kamu dari sop babi.”


14. Cerita Lucu Baju Kusut

Seorang kakek 70-an pergi ke pertokoan untuk membeli hadiah ulang tahun buat Istrinya tercinta. Si kakek kebingungan karena seingatnya tidak ada satupun barang keperluan wanita yang belum dimiliki Istrinya. Ketika si kakek melewati sebuah toko pakaian dalam, timbul keinginannya untuk membelikan baju tidur kepada sang Istri baju yang transparan dan seksi agar Istrinya senang dan merasa muda kembali. Si kakek kemudian masuk ke toko pakaian tersebut dan disambut baik oleh seorang pramuniaga.

Kakek: “Saya ingin membeli baju tidur yang paling seksi dan paling transparan.”

Pramuniaga: (Mengangguk dan mengambilkan apa yang diinginkan si kakek dan membungkusnya dengan rapi).

Kakek: (Pulang dan memberikan kadonya ke Istrinya) “Selamat ulang tahun. Bukalah di kamar.”

Si Istri membawa kadonya ke kamar dan membukanya. Dengan penuh suka cita dicobanya baju tidur transparan tersebut. Saking transparannya, seolah-olah dia tidak berbaju sama sekali. Tiba-tiba timbul ide di kepalanya untuk memberi kejutan kepada suaminya sang kakek dengan tampil tanpa memakai pakaian apapun.

Nenek: “Sayang ke sini deh.”

Kakek: “Ya ampunnn baju begitu mahal kok nggak disetrika.”


15. Cerita Lucu Baju Dari Spanduk Kolam Renang

Suatu saat ada sebuah percakapan antara Pak lek dan Yati kedua nya sama-sama tidak bisa membaca, Pak lek pengen sekali memberikan sesuatu sama Yati, karena saking inginnya memberikan sesuatu sama Yati maka dia mengambil spanduk di kolam renang dekat rumahnya untuk di jadikan baju sendiri. Pak lekpun menjahit kain spanduk nya sendiri lalu di berikan kepada Yati keponakannya.

Pak Lek: “Kamu cemberut emang ada apa toh Yati.”

Yati: “Pak lek memang nggak perhatian sama Yati.”

Pak Lek: “Lho kok nggak perhatian gimana toh.”

Yati: “Selama ini saya kok nggak pernah dibelikan baju sama Pak Lek sih.”

Pak Lek: “Lho masak kamu lupa.”

Yati: “Lupa apanya toh pak lek.”

Pak Lek: “Itu baju kemaren kan saya yang kasih. bahkan saya menjahitnya sendiri untuk kamu.. masak kamu sudah lupa.”

Yati: “Masa baju Daster kayak gitu sih pak lek.. kalo pake baju itu, temen2 temen saya pada ngetawain saya Pak Lek.”

Pak Lek: “Emang ada apa toh?”

Yati: “Pak lek kok tega banget sih.”

Pak Lek: “Kok tega gimana sih Yati?”

Yati: “Kata temen-temen saya tepat didepan baju saya ada tulisan ‘AWAS KEDALAMAN 3 METER’.”

Pak Lek: “&^*^$##”


16. Cerita Lucu Beli Baju di Pasar Tanah Abang

Ini cerita di Pasar Tanah Abang menjelang hari raya Idul Fitri.

Pembeli: “Bang, ada baju koko nggak?”

Penjual: “Ooo, ada, mas. Kebetulan lagi laku, kan mo lebaran.”

Pembeli: “Yang paling murah aja, bang.”

Penjual: “Hmm,, kalau paling murah, ini ada, tinggal satu. Tapi warnanya hitam.”

Pembeli: “Ngga papa. saya malah suka yang warna hitam. Polos ato bermotif, bang?”

Penjual: “Ada sulamannya, terus di bagian punggung juga ada gambarnya.”

Pembeli: “Ngga papa. Saya juga suka yang bermotif. Soalnya yang polos udah standar. Emang gambar apa di belakangnya, bang?”

Penjual: “Gambar tengkorak.”

Pembeli: “..!!??”


17. Cerita Lucu Baju: Pesta Pernikahan Sepupu

Malam itu, Omas menerima telefon dari sepupunya, Nunung.

Omas: “Hai, Nunung! Apa kabar? Tumben telfon. Ada apa ni?”

Nunung: “Pas pertengahan November kamu bisa minta cuti untuk pergi ke Jogja ngga, Mas?”

Omas: “Emang ada acara apa di Jogja?”

Nunung: “Tanggal 15 November nanti aku nikah dan resepsinya diadakan di Jogja, Mas. Kamu bisa datang, kan?”

Omas: “Kamu mau nikah? Wah, selamat ya Nung! Dimana acaranya?”

Nunung: “Makasih. Acaranya tidak mewah kok, hanya untuk keluarga dan teman dekat saja. Acaranya di rumah Eyang yang di Jogja. Usahain datang ya?”

Omas: “Sip deh. Aku harus cari gaun dulu nih.”

Nunung: “Ngga perlu cari gaun, Mas. Acaranya nggak terlalu formal kok. Kamu pakai baju apa aja ngga masalah.”

Omas: “Serius, baju apa aja ngga masalah?”

Nunung: “Yang penting kamu pakai baju. Sederhana aja.”

Omas: “Aku pake apa aja ya. Jangan kaget loh pas aku datang.”

(Tibalah di hari resepsi pernikahan Nunung).

Omas: “Nunung! Congratulations ya!”

Nunung: “Omas?! Kamu Omas?”

Omas: “Yup. Selamat ya, Sis. Kan aku bilang kamu jangan kaget pas aku datang.”

Nunung: “Gimana ngga kaget? Aku hampir ngga ngenalin kamu kayak gini. Emang kamu ngga punya baju lain apa?”

Omas: “Katanya boleh pake apa aja yang ada.”

Nunung: “Tapi ini kan nikahan aku, Mas, bukan festival cosplay. Aku tahu kamu suka power ranger pink, tapi ngga gini juga kan?!”


18. Cerita Lucu Baju Merah

Seorang kapten kapal laut barang diperingatkan oleh kru kapalnya bahwa sebuah kapal bajak laut mendekat. Si kapten menyuruh kru kapal tersebut untuk membawakannya baju berwarna merah.

Kru Kapal: “Baju Merah? Buat apa kapten?”

Kapten: “Supaya ketika saya terluka dan berdarah, kalian tidak melihatnya dan tidak putus asa.”

Mereka bertarung habis-habisan melawan bajak laut tersebut. Di keesokan harinya, Kapten kaget ketika kru kapalnya melihat 50 kapal bajak laut mendekat. Kapten pun menyuruh kru kapalnya tersebut untuk membawakannya celana berwarna coklat.

Kru Kapal: “Loh kok celana coklat? Buat apa lagi kapten?”

Kapten: (Dengan kaki gemetar) “Supaya ketika saya kencing di celana, kalian gak pada nglihat. CEPETANNN..”