10 Cerita Lucu Laptop Yang Bikin Ketawa

Kumpulan Cerita Lucu Tentang Laptop – Cerpen lucu atau cerita pendek lucu berikut ini dijamin membuat Anda tertawa. Silahkan disimak, dibaca lalu kemudian tertawa ngakak. Cerita lucu ini merupakan kumpulan cerpen lucu terbaru bertema Laptop yang disarikan dari berbagai sumber yang sudah diuji kelucuannya.

Artikel cerita humor terbaru ini didalamnya terdiri dari cerita2, kisah2, kalimat2 dan kata2 lucu berkaitan dengan Laptop yang disatukan menjadi sebuah kumpulan humor lucu dan cerita lucu yg bikin ngakak terpingkal-pingkal. Semoga Anda menikmati, terhibur dan menangis tertawa setelah membaca cerita lucu singkat, ataupun cerita lucu panjang yang kami sajikan berikut ini.

10 Kumpulan Cerita Lucu Tentang Laptop Yang Bikin Ketawa

1. Cerita Lucu Lucu Laptop Dan Anggota DPR

Part 1

Anggota DPR: “Mbak, laptopnya salah.”

Customer Service: “Salah gimana pak?”

Anggota DPR: “Laptopnya nggak mau hidup.”

Customer Service: “Sudah tekan tombol power pak?”

Anggota DPR: “Tombol powernya sebelah mana mbak?”

Part 2

Anggota DPR: “Mbak! Numpang tanya, kalo mau muter film di laptop gimana ya caranya!”

Customer Service: “Kan di laptop ada DVD, dan MP3 playernya, Pak!?”

Anggota DPR: “Waaah, saya nggak liat tuh? Di sebelah mananya ya, Mbak?”

Customer Service: “Ada kok, Pak! Letaknya disamping kiri laptonya, Pak! Nah, kan ada tombolnya tuh, dan kalo di tekan tombolnya piringan discnya keluar sendiri, Pak”

Anggota DPR: “Ohh yang keluar itu tooh? Kemarin sih nggak sengaja keluar, kepencet kali ya, Mbak? Tapi, kemaren keliatannya udah patah tuh!”

Customer Service: “Kok bisa sampe patah, Pak?”

Anggota DPR: “Nah itu dia, Mbak! Kemaren waktu piringannya nggak sengaja keluar, saya langsung taruh gelas kopi saya disana, saya kira itu tatakan buat minuman gitu deh!”

Part 3

Anggota DPR: “Komputer saya rasanya kena virus.”

Customer Service: “Virus apa tuh pak?”

Anggota DPR: “Kurang tahu juga, setiap mau cetak ke printer, selalu ada tulisan kennot fain printer.”

Customer Service: “Itu mungkin salah setting pak.”

Anggota DPR: “Settingnya udah bener kok, kemarin aja bisa nyetak, tapi sekarang nggak bisa. Saya sudah tunjukkin printernya di depan laptop, tetap aja dia terus-terusan ‘searchng printer not found’. Kayanya webcamnya rusak, nggak bisa lihat printer.”

Customer Service: “Mendadak laper nih Pak, ingin makan tape.”

Anggota DPR: “Lho, kok begitu?”

Customer Service: “TAPE DEH!!”

Part 4

Anggota DPR: “Mba, saya mau konek ke internet nggak bisa, kenapa ya?”

Customer service: “Nggak bisanya kenapa?”

Anggota DPR: “Saya ketik www.playboy. com, gambarnya nggak keluar.”

Customer service: “Pesan errornya apa pak?”

Anggota DPR: “Nggak ada pesan error, pokoknya saya ketik playboy.com di addressnya, nggak muncul gambar sama sekali.”

Customer service: “Bapak koneksi internetnya pakai apa, dial up, hotspot?”

Anggota DPR: “Pakai gambar yang ada huruf e (maksudnya internet explorer).”

Customer service: “Maksudku, bapak langganan internetnya pakai ISP apa, lalu cara koneksi internetnya pakai dial-up atau hotspot, mungkin settingnya ada yg salah.”

Anggota DPR: “ISP itu apa sih mba?”

Customer service: “Wah ini sih 50 x 2 pak..”

Anggota DPR: “Apa tuh mba?”

Customer service: ”CAPE ‘DEH!!”


2. Cerita Lucu Laptop: Hemat Pangkal Mati

Ateng: “Jika sekarang Saya tidak makan, Saya pasti dapat mengisi pulsa saya.”

Petruk: “Jika sekarang dan tadi pagi Saya tidak makan, Saya dapat membeli buku kesukaan saya.”

Gareng: “Jika Saya tahu tidak makan sampai saat ini, pasti saya puasa saja.” (sambil tersenyum).

Semar: “Kenapa kalian ngitungin makan?, kalau Saya ngak makan hari ini, Saya dapat beli baju baru.”

Bagong: “Kalau aku beda lagi, jika nggak makan dua hari maka Saya dapat beli HP baru.”

Mono: “Huft!!, kalau Saya nggak makan dua hari ini saya dapat DVD baru.” (sambil menggeluh).

Ateng: “Kalau Saya nggak makan tiga hari, saya dapat beli Laptop.”

Semar: “Kalau Saya nggak makan empat hari juga bisa beli Laptop.”

Gareng: “Saya juga bisa.”

Bagong: “Saya juga!!”

Petruk: “Mono, kenapa kamu diam?” (sambil menatap Mono).

Mono: “Kalian hemat sekali, untuk beli Laptop sanggup nggak makan empat hari, saya nggak bisa beli Laptop pada hari keempat, karena pada hari ketiga saya sudah mati kelaparan.” (sambil menunduk diam).


3. Cerita Lucu Facebook Dan Laptop

Anak: “Bunda, beliin notebook dong.”

Bunda: “Gak boleh!”

Anak: “Loh, kenapa, kan biar gampang bikin tugas?”

Bunda: “Nanti kamu ilang, kaya di TV itu!”

Anak: “Loh, itu kan facebook, bukan notebook!”

Bunda: “Sama aja! Kalo beli notebook kamu nanti buka facebook, ilang juga!”

Anak: “Ya udah deh, kalo beli laptop boleh?”

Bunda: “Ya, kalo itu boleh.”


4. Cerita Lucu Laptop: Sejarah Layar Sentuh

Pada suatu saat seorang Ilmuwan Manca Negara makan di WARTEG. Setiap PENGUNJUNG yang datang ditanya oleh Pelayan Warteg.

Pelayan: “Makan pake apa?”

Pengunjung: (Menempelkan jarinya ke kaca menunjuk makanan di baliknya).

Pelayan: “Makan pake apa lagi?”

Pengunjung: (Menempelkan jarinya ke kaca lagi).

Pelayan: “Apa lagi?”

Pengunjung: (Kembali menempelkan jarinya ke kaca).

Beberapa detik kemudian makananpun sudah siap tersaji. SANG ILMUWAN pun berdecak kagum, ternyata technology di Indonesia luar biasa majunya. Tak ayal lagi merekapun menjiplaknya untuk TV, LAPTOP, PDA Blackberry Torch dan Ipad.


5. Cerita Lucu Laptop: Perjalanan Di Kereta Api

Di Sebuah Kereta Api ada 4 orang di dalam sebuah kereta, ada orang jepang, Amerika, Malaysia dan Indonesia. Di tengah perjalanan si Jepang ngebuka laptop dan main game, lalu tiba2 si Amerika ngambil tuh laptop dan dilempar keluar lewat jendela.

Jepang: “Setan, luu!! Ngapain laptop gw lu buang?”

Amerika: “Huuh, laptop jelek kayak gitu mah, di negara gw itu tuh sampah.”

Jepang: (Ga terima, lalu ngambil rokok yg dimulut orang indonesia lalu di injek2).

Indonesia: “Woyy, monyet! Gw lg asik ngerokok, ngapain lu matiin!”

Jepang: “Di negara gw itu sih sampah!”

Indonesia: (Mukanya merah padam gara2 emosi!! Lalu dia pun menghajar orang malaysia sampe wajahnya ga jelas gara2 babak belur, lalu si indonesia mecahin jendela dan ngelempar orang malaysia keluar kereta).

Amerika: “BUSEET Dah, tuh anak orang ngapain lu buang keluar jendela?”

Indonesia: “Orang malaysia kayak gitu mah sampah di negara gw!!”


6. Cerita Lucu Membeli Laptop

Suatu hari, si Ateng sedang asyik mencari-cari laptop baru di sebuah Mall terbesar di kota ABC. Karena laptop yang lama sudah rusak dan Ateng sebagai pegawai kantoran membutuhkan laptop dalam setiap pekerjaannya. Akhirnya Ateng masuk ke sebuah toko komputer dan bertanya-tanya dengan SPG yang ada disana.

Ateng: “Mbak, mau nanya dong? ‘ENTER’ itu maksudnya apa?”

SPG dengan sigap menjawab: “Kayaknya untuk mempercepat program deh Mas!”

Ateng: “Mempercepat gimana maksudnya mbak?”

SPG: “Ya biar cepet kerjanya Mas. kalo tulisan nya ENTAR, kan jadinya lamaaa!”

Ateng: “Oww, tanya lagi ya Mbak, ini saya sudah masuk ke Internet Explorer. Kok saya ketik Facebook.com, enggak keluar apa-apa yah?”

SPG: “Lah, di depan nya Mas sudah ngetik www belum Mas?”

Ateng: “Memangnya harus ya Mbak, sebenarnya www itu apa?”

SPG: “Eeeehhmmmm.. Apa yah? Pokoknya kalo mau masuk ke website memang harus ketik www itu Mas, kode permisi gitu loh. Kayaknya kalau enggak salah singkatan dari Wassalammualaikum Warohmatullohi Wabarokaatuh..”


7. Cerita Lucu Laptop Baru

Ayah: “Laptop baru ya nak.”

Anak: “Iya yah, dapet hadiah lomba lari.”

Ayah: “Siapa aja pesertanya.”

Anak: “Saya, polisi, yang punya laptop dan banyak lagi yang lainnya yah..”

Ayah: “Maling itu namanya”


8. Cerita Lucu Maling Laptop

Maling 1: “Mono Alberto, lu tadi ngambil barang apa aja?”

Maling 2: “Gw ambil perhiasan emas dan berlian, serta laptop, kalu lu berhasil ngambil apa aja Gareng rahid?”

Maling 1: “Kalo gw berhasil ngambil sempak ama kutang si pemilik.”

Maling 2: “Jiaaahhh, buat apaan sempak begituan lu colong?”

Maling 1: (sambil bernafsu) “Buat coli braaaaayyyyyy.. Hahaha..”

Maling 2: (sambil pergi) “Otak lu magrib..”


9. Cerita Lucu Laptop: Permintaan Terakhir Kambing Kurban

Di sore hari yg begitu panas, Panitia Kurban yg mengurusi hewan-hewan kurban di salah satu mesjid merasa kasihan melihat kambing-kambing yg akan dijadikan hewan kurban. Lantaran rasa kasihan itulah sang Panitia Kurban kemudian mengumpulkan kambing-kambing itu lantas menanyakan kepada mereka.

Panitia: “Hei, kalian para kambing sebagai hewan kurban, besok kan kalian akan di sembelih, eeh ada nggak yg punya permintaan terakhir? kalau ada coba angkat tangan. eh salah, angkat kaki maksudnya! Lho kok hanya 4 yg angkat kaki? Yang lain tak punya permintaan terakhir ya?”

11 ekor kambing: (serentak) “Tidaaak! kami cuma mau istirahat!”

Panitia: “Oke.. Oke.. Kalian istirahat saja.“ (Lanjut bertanya) Hei, kamu (menunjuk salah satu kambing) memangnya apa permintaan terakhirmu?”

Kambing 1: “Saya minta hetset pak.”

Panitia: “Lho kok minta hetset? buat apa?”

Kambing 1: “Biasalah pak, mau mutar musik, saya kan lagi stress nih, besok mau di sembelih.”

Panitia: “Oke.. oke.. permintaan kamu saya kabulkan, sebentar saya kasi hetset.”

Kambing 1: “Siiip.” (angkat kaki depan).

Panitia: “Tadi teman kamu minta hetset. Nah, sekarang kamu mau minta apa?”

Kambing 2: (Spontan) “Cuaca panas begini kan haus pak, minta es teh dong.”

Panitia: “Oh iya, ya. Oke, oke, sebentar saya buatkan kamu es teh.”

Kambing 2: “Oke ditunggu yaaa.” (sambil nyengir-nyengir).

Panitia: “Nah sekarang giliran kamu, apa permintaan kamu?” (menunjuk Kambing ke-3).

Kambing 3: (Spontan) “Laptop pak!”

Panitia: (Muka heran) “Lho kok kamu minta laptop, untuk apa?”

Kambing 3: “Mau online pak, biasa mau baca artikel-artikel lucu, biar stress saya hilang.”

Panitia: “Ohh gitu ya? Okelah, nanti saya kasi laptop, okey?”

Kambing 3: (Hanya senyum-senyum).

Panitia: “Ketiga temanmu sudah punya permintaan masing-masing, nah sekarang giliran kamu yg terakhir, apa permintaan kamu?”

Kambing 4: “Sama Pak kaya Kambing 3, saya juga minta laptop, mau dipake online.”

Panitia: (Lagi-lagi dengan muka heran) “lho kok minta laptop juga, memangnya kamu mau online untuk apa?”

Kambing 4: (Dengan gaya santai) “nggak pak cuma mau online aja, hilangin bete gitu.”

Panitia: “hmmmm, Oke.. oke.. Permintaan kalian akan saya penuhi. Tunggu ya, bentar saya kerumah dulu, ambil hetset, laptop sekalian buat es teh juga.” (Panitia Kurban kemudian bergegas menuju rumahnya).

Kambing 3: “Eh kamu doyan juga ya online?”

Kambing 4: “Aah tidak kok, saya mau online cuma mau cek tiket pesawat.”

Kambing 3: “Haaaa. mau cek tiket pesawat? mang buat apaan tiket pesawat?”

Kambing 4: “Yaah, kamu ni dasar bego, tiket pesawat mah buat perjalanan lah, masa buat nonton bola?” (sambil senyum-senyum).

Kambing 3: (Juga senyum-senyum) “Iyya, maksudnya aku tuh, kamu mau cek tiket pesawat, emang kamu mau ke mana? Bukannya besok kita sudah mau di sembelih?”

Kambing 4: “Eeh. kan sebentar malam masih ada waktu buat kabur. Saya mau ke Singapura lah mengikuti jejak Koruptor. Dengar-dengar disana kan Koruptor bisa hidup aman dan bebas dari sergapan KPK. Kalau di sana seorang koruptor yg nyata-nyatanya penjahat saja bisa aman kenapa kita tidak?”

Kambing 3: (Cuma ngangguk-ngangguk).


10. Cerita Lucu Pencuri Gaptek

Seorang pencuri senang sekali karena malam itu ia sukses mencuri sebuah laptop seri terbaru. Ia senang bukan karena ia akan memakai laptop itu. Sebab, ia seorang yang gagap teknologi (gaptek). Namun, karena ia tahu bahwa laptop itu pasti harganya masih sangat mahal.

Maka, tak menunggu lama, keesokan harinya anaknya langsung disuruhkan menjual laptop curiannya itu. Si anak ‘pun memasukkan laptop itu ke tas dan membawanya ke salah satu pasar pusat jual-beli barang-barang elektronik. Namun, kata-kata bahwa ‘Apa yang ada pada ayahnya, pasti ada pada anaknya’, tampaknya tak berlaku bagi pasangan ayah dan anak ini.

Si anak tak secermat ayahnya, hingga sebelum anak itu sempat menjual laptop itu, seorang copet menjambretnya. Sungguh malang! Maka, anak itupun pulang dengan tangan kosong. Ia sedikit khawatir untuk pulang, namun apa daya. Kenyataannya, laptop itu telah habis dicopet dan ia harus segera pulang karena ayahnya menunggu di rumah. Sampai di rumah,

Ayah: “Berapa kau jual?”

Anak: (Dengan kalem) “Seharga modalnya!”