12 Cerita Lucu Humor Hakim Yang Lucu Gila

Kumpulan Cerita Lucu Tentang Hakim Terbaru – Anda penggemar cerita lucu? Ingin membaca cerita pendek paling lucu yang konyol, gokil, dan kocak? riajenaka.com tempatnya. Koleksi cerita humor disini terdiri dari beragam topik yang bisa membuat Anda tertawa lebih ngakak dari sebelumnya. Setiap terbitan artikel cerita lucu humor hanya disajikan dalam satu tema supaya Anda lebih puas dan terhibur.

Posting terbaru kali ini mengupas cerita lucu Hakim. Silahkan disimak dengan baik dan siapkan ekstra energi untuk tertawa setengah mati. Kumpulan cerita lucu banget tentang Hakim dikumpulkan dari berbagai sumber gokil cerita pendek lucu. Tentunya cerita humor Hakim paling lucu yang dipilih sudah lulus uji standar kelayakan ngakak dan konyol minimum yang disyaratkan oleh pemerintah. Akhir kata, selamat menikmati cerita lucu gokil bikin ngakak dibawah ini.

12 Cerita Lucu Humor Hakim Yang Lucu Gila

1. Cerita Lucu Hakim: Kami Akan Memaafkannya

Seorang hakim di pengadilan membacakan hasil keputusan sidang terhadap kasus kriminal yang dilakukan oleh seorang tersangka yang usianya sudah separuh baya.

Hakim: “Pengadilan memutuskan bahwa tersangka berhak mendapatkan hukuman selama dua puluh tahun penjara.”

Tersangka: “Tapi Pak Hakim, Saya sudah tua. Saya tidak dapat menjamin bahwa saya masih bisa hidup selama itu.”

Hakim: “Tidak usah gelisah, kalau Anda mati ketika menjalani masa hukuman, maka kami akan memaafkan Anda.”


2. Cerita Lucu Hakim Dibuat Pusing

Hakim: “Anda kenal dengan tersangka?”

Saksi: “Tidak pak!”

Hakim: (Mengulang) “Anda tidak kenal dengan orang ini?”

Saksi: “Kalau dia kenal, namanya Ateng, bukan Tersangka.”

Hakim: (Mulai jengkel) “Jadi anda kenal dengan saudara Ateng?”

Saksi: “Tidak Pak.”

Hakim: (Geram) “Lhoo, Tadi katanya kenal!”

Saksi: “Sama Ateng kenal sih pak, tapi sama saudaranya tidak!”


3. Cerita Lucu Hakim: Gara-Gara Melempar Kacang

Tiga orang berdiri di depan hakim atas tuduhan perilaku mabuk dan kacau di taman umum.

Hakim: “Apa yang kamu lakukan?”

Pria 1: “Oh, hanya melempar kacang di kolam.”

Hakim: “Dan apa yang kamu lakukan?”

Pria 2: “Saya melemparkan kacang di kolam juga.”

Hakim: “Kedengarannya tidak berbahaya. Dan kau, kau melempar kacang di kolam juga?”

Pria 3: “Tidak ada, Pak. Sayalah Kacang!”


4. Cerita Lucu Hakim: Hukuman Bagi Si Pencuri Sendal

Seorang pencuri sendal protes keras setelah hakim mengetok vonis tujuh tahun penjara atas kejahatannya.

Terpidana: (Berteriak karena tak puas) “Ini tidak adil! Kenapa saya divonis begitu berat hanya karena mencuri sendal jepit. Sedang koruptor yang mencuri milyaran uang rakyat hanya divonis 5 tahun?”

Hakim: “Anda tahu dari mana kalo koruptor divonis 5 tahun?”

Terpidana: “Dari berita di TV.”

Hakim: “Berarti TV anda yang rusak. Sebab di TV saya, hukum untuk korupsi adalah 2 tahun.” (dengan santainya).


5. Cerita Lucu Hakim: Senjata Ilegal

Bagong di bawa ke pengadilan di karna kan kepemilikan senjata ilegal. Dia di bawa ke pengadilan.
hakim: “Bagong. Lu punya senjata ya.

Bagong: “Ya punya lah pak hakim. Gue kan cowok. Bapak hakim juga punya kan? kok masih tanya punya saya.”

Penonton: “??!!”

Hakim: “Bukan itu. Maksudnya senjata yang sering lu gunakan.”

Bagong: “Kalo yg tu iya nempel di istri saya pak.”

Penonton: “Huuuuu.”

Hakim: (Bingung salah tingkah) “Maksud gue senjata api Gong.”

Bagong: “Ow senjata api pak. Bilang donk. Iya pak. Apa punya snjata api itu melanggar hukum?”

Hakim: “Yaiyalah, masa ya iya dong.”

Bagong: “Keberatan pak hakim.” (szmbil mengancungkan tangan).

Hakim: “Pikul aja, kalo keberatan.”

Bagong: “Maksudnya interupsi pak.”

Hakim: “Bilang donk. Iya apa pendapat lu?”

Bagong: “Kalo saya punya batu terus saya pake buat gosok-gosok badan saat mandi apa juga melanggar hukum.”

Hakim: “Ow tentu tidak. Kan tidak pedih di mata.”

Bagong: “Tapi kalo batu tersebut untuk melukai orang lain bagaimana pak?”

Hakim: “Dari jaman firaun pake rok sampe firaun pake sarung. Kalo batu nya untuk menyakiti orang ya melanggar hukum Gong.”

Bagong: “Nah itu pak. Saya punya senjata api gak saya pake untuk melukai orang. Sama kayak batu tadi pak hakim.”

Hakim: “Iya beda Gong. Kan senjata api nya gak lu pake untuk gosok badan juga.”


6. Cerita Lucu Hakim: Maling Yang Tau Hukum

Di suatu siang pada pengadilan seorang maling kecil-kecilan.

Hakim Semar: “Saudara Terdakwa, bagaimana cara anda membobol rumah Pak RT Ateng bin Doyok?”

Mono Sang Maling: “Saya melakukannya dengan sebuah linggis, tang, dan obeng, Pak Hakim!”

Hakim Semar: (Melirik Ke Arah Jaksa) “Saudara Jaksa Penuntut, bisakah anda memperlihatkan Linggis, Tang dan Obeng yang digunakan Saudara Terdakwa ketika melakukan aksi pencuriannya?”

Jaksa Oneng: “Baik, Pak!”

Setelah Jaksa Oneng memperlihatkan barang bukti kejahatan Mono berupa Linggis, Tang, dan Obeng, Hakim Semar memerintahkan Jaksa Oneng untuk meletakkannya di sebuah meja kecil di dekat Mono duduk.

Hakim Semar: “Saudara terdakwa! Di dekat anda terdapat Linggis, Tang dan Obeng yang anda pergunakan untuk membongkar pintu dan jendela Pak RT Ateng bin Doyok! Apakah anda mengenali benda-benda tersebut?”

Mono Si Maling: (Setelah memperhatikan beberapa saat) “Bbb, benar, Pak Hakim!”

Hakim Semar: “Bisakah anda mempraktekkan atau memperagakan teknik pencurian yang anda lakukan, agar saya dan seluruh hadirin yang hadir di persidangan ini mengetahuinya, Saudara Terdakwa?”

Mono Si Maling: “Maaf beribu-ribu maaf, Pak Hakim! Bukannya saya tidak mau memperagakan apa-apa yang saya lakukan ketika membobol rumah Pak RT Ateng bin Doyok, tapi karena saya punya hak untuk tidak memberitahukannya ke banyak orang di depan pengadilan ini, untuk itu saya menolak melakukannya, Pak Hakim!”

Hakim Semar: “Saudara Terdakwa! Saya perintahkan anda untuk memperagakannya di sini, di dalam sidang pengadilan ini!”

Mono Si Maling: “Maaf, Pak Hakim! Sesuai Undang-Undang Hak Cipta teknik pembobolan rumah yang saya lakukan merupakan sebuah Hak Cipta, yaitu hak eksklusif bagi Pencipta atau Penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak Ciptaannya atau memberikan izin untuk itu!”

Hakim Semar: (Mulai Tidak Sabar) “Saudara Terdakwaaa!”

Mono Si Maling: “Maaf, Pak Hakim! Jika Pak Hakim tetap memaksa dan bersikukuh meminta saya memperagakan kemampuan saya tersebut, maka sesuai dengan Undang-Undang Hak Cipta, barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak melakukan perbuatan tersebut, dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah)!”

Hakim Semar: (Hanya Bisa Bengong) “%$#@&%$#@!!”


7. Cerita Lucu Hakim: Kasus Pemerkosaan

Dalam sebuah sidang pemerkosaan, seorang terdakwa diberi beberapa pertanyaan oleh Pak Hakim.

Terdakwa: “Tidak Pak.”

Hakim: “Saudara memaksanya untuk membuka celananya?”

Terdakwa: “Tidak Pak, dia sendiri yang membuka.”

Hakim: “Saudara jangan main-main dengan jawaban saudara?”

Terdakwa: “Apakah bapak hakim melihat kalau saya yang membuka celananya?”


8. Cerita Lucu Hakim: Gugat Cerai

Gareng pergi kepengadilan dia akan menggugat cerai istrinya Nunung, di pengadilan dia dihadapkan beberapa pertanyaan oleh hakim.

Hakim: “Apakah anda serius untuk menceraikan isteri Anda?”

Gareng: “Serius Tuan Hakim”

Hakim: “Mengapa?”

Gareng: “Karena ia diperkosa, Tuan Hakim”

Hakim: “Hah? Bukankah Anda harus membelanya. Bukan menceraikannya?”

Gareng: “Seharusnya Pak Hakim. Tapi, saya lihat dia sempat ganti posisi.”

Hakim: (Nelen Palu).


 

9. Cerita Lucu Hakim Bodoh

Seorang Hakim bodoh didatangi seorang warga untuk mengadu.

Warga: “Pak Hakim, ini aparat keamanan telah merugikan saya.”

Hakim: “Apa yang telah diperbuat oleh aparat itu?”

Warga: “Dia naik motor dan menabrak istri saya yang hamil 5 bulan, dan sekarang istri saya telah keguguran, ia juga patah kaki dan tangan. Saya mohon Bapak Hakim sudi menghukumnya.”

Hakim: “Baiklah Pak, dan kamu aparat telah bersalah. Kamu saya hukum yaitu harus merawat istrinya sampai sembuh kaki dan tangannya. Juga harus bisa membuat hamil 5 bulan lagi, baru kamu kembalikan Istri tersebut. kepada si Bapak. Mengerti?”

Bapak dan Aparat: “??!!”


10. Cerita Lucu Putusan Hakim Yang Aneh

Ini hasil putusan dari Pengadilan Negeri seberang, tentang Putusan Hakim untuk terdakwa Petruk dan Ateng, Petruk dihukum dua tahun penjara, sebab membawa lari sapi tetangganya. Ateng dihukum dua bulan penjara sebab membawa lari perempuan tetangganya.

Petruk: “Pak Hakim, saya tidak terima putusan pak hakim, masa si Ateng membawa lari perempuan tetangganya cuma dihukum dua bulan, tetapi saya hanya membawa lari sapi tetangga dihukum dua tahun, saya protes. Saya tidak terima!” Dan saya akan banding pak hakim!”

Hakim: “Begini.. Seperti ini si Ateng divonis dua bulan sebab berani tanggung jawab, terus mau kawin dengan yang dibawa lari, kamu mau kawin sama yang kamu bawa lari tidak? Kalau mau vonisnya diubah jadi dua hari. Nah sekarang mau banding atau bagaimana??”


11. Cerita Lucu Hakim Yang Saling Mengadili

Dua hakim Pengadilan Negeri tertangkap karena menerobos lampu merah pada hari yang sama. Daripada menelepon hakim dari Pengadilan Tinggi untuk mengadili mereka, masing-masing setuju untuk saling mengadili.

Hakim pertama duduk di kursi hakim sedangkan yang kedua berdiri di kursi terdakwa, dan hakim kedua yang terdakwa mengakui kesalahannya. Hakim pertama segera mengetuk palu membebaskan terdakwa dari hukuman dan denda.

Mereka beralih tempat. Hakim pertama yang sekarang duduk di kursi terdakwa mengakui bahwa ia telah menerobos lampu merah. Kemudian hakim kedua segera mendenda dia Rp.500.000 dan memerintahkan dia untuk membayar biaya pengadilan.

Hakim kedua: (Marah) “Saya sudah membebaskanmu dari hukuman dan denda, tetapi anda malah memberikan denda pada saya!”

Hakim pertama: (Menatapnya) “Ini adalah kasus kedua yang kita miliki hari ini di sini. Seseorang harus bersikap tegas tentang kelakuan berulang para penerobos lampu merah ini!”


12. Cerita Lucu Hakim: Hak Asuh Anak

Seorang Suami yang bernama Bagong dan Istrinya yang bernama Oneng tengah menghadiri sidang perceraiannya. Dalam sidang akan memutuskan siapa yang mendapat hak asuh anak.

Oneng: (Sambil berteriak histeris dan melompat–lompat) “Yang Mulia, Saya yang mengandung, melahirkan bayi itu ke dunia dengan kesakitan dan kesabaran saya! Anak itu harus menjadi hak asuh Saya!”

Hakim: (Berkata kepada pihak suami) “Apa pembelaan anda terhadap tuntutan istri Anda?”

Bagong: (Diam sebentar dan dengan nada datar) “Yang mulia. Jika saya memasukkan KOIN ke mesin minuman Coca-Cola, mesinnya BERGOYANG SEBENTAR, dan minumannya keluar, Menurut Pak Hakim, Minumannya milik saya atau mesinnya?”

Seisi pengadilan pun hening seketika.