3 Cerita Lucu Humor DVD Yang Kocak

Kumpulan Cerita Lucu Tentang DVD Terbaru – Anda penggemar cerita lucu? Ingin membaca cerita pendek paling lucu yang konyol, gokil, dan kocak? riajenaka.com tempatnya. Koleksi cerita humor disini terdiri dari beragam topik yang bisa membuat Anda tertawa lebih ngakak dari sebelumnya. Setiap terbitan artikel cerita lucu humor hanya disajikan dalam satu tema supaya Anda lebih puas dan terhibur.

Posting terbaru kali ini mengupas cerita lucu DVD. Silahkan disimak dengan baik dan siapkan ekstra energi untuk tertawa setengah mati. Kumpulan cerita lucu banget tentang DVD dikumpulkan dari berbagai sumber gokil cerita pendek lucu. Tentunya cerita humor DVD paling lucu yang dipilih sudah lulus uji standar kelayakan ngakak dan konyol minimum yang disyaratkan oleh pemerintah. Akhir kata, selamat menikmati cerita lucu gokil bikin ngakak dibawah ini.

3 Cerita Lucu Humor DVD Yang Kocak

1. Cerita Lucu Ngidam DVD Player

Seorang ibu hamil yang berusia 6 bulan sedang mengidam, seperti biasa idaman istri yang hamil kepada suaminya selalu aneh.

Istri: “Mas, Tetangga kita sudah pada punya DVD player kita gimana dong mas? ini juga demi anak kita tersayang.”

(Karena keluarga ini terbilang sederhana jadi kebutuhan seperti ini cukup sulit untuk mereka).

Suami: “Bu, kita inikan, tau sendiri kalo yang begituan tuh sulit, mana harus beli kebutuhan makan juga buat ibu dan nanti si kecil, pake mau beli DVD Player segala! sekarang ini harta yang kita punya cuma Televisi! susah bu! susah!”

Istri: (Dengan santai) “Ya sudah jual aja Televisinya mas! terus beli deh DVD playernya, gitu aja kok repot!!”

Suami : “@#%$!##@..”


2. Cerita Lucu Ngidam DVD Player

Bagong: “Om, Jual Dvd film dewasa ga?”

Pedagang DVD: “Jual, km ga boleh nonton!”

Bagong: “Kenapa om? orang dewasa aja sah-sah aja tuh nonton film anak-anak.

Pedagang DVD: “%&@$&^#@”


3. Cerita Lucu Maling DVD Dan Televisi

Malam itu, Ateng si maling kelas teri bersiap untuk kembali beraksi di tengah kegelapan malam. Dengan seragam serba hitam dan tas kain besar yang juga berwarna hitam, si Ateng segera meninggalkan sarangnya. Mobil butut hitam khusus untuk aksi jahat si Ateng pun melaju menembus kegelapan malam. Sudah beberapa minggu terakhir si Ateng mengawasi sebuah rumah yang cukup terisolasi yang konon ditinggali seorang gila yang kaya.

Walaupun rumah si target tidak tampak megah luar biasa, namun berdasarkan hasil pengamatan si Ateng sang target memiliki banyak barang elektronik berharga. Si Ateng pun sudah mengklaim TV layar datar dan DVD player sang target sebagai tujuan perburuannya malam ini. Maklum, hasil usaha Ateng yang belum seberapa tidak membuat Ateng mampu membeli TV dan DVD player yang selama ini diidam-idamkannya.

Setelah memarkirkan mobil bututnya tidak jauh dari rumah sang target, Ateng mengendap-endap penuh perasaan menuju jendela ruang keluarga si gila, dimana barang incaran berada. Mengintip melalui celah-celah gorden, Ateng melihat situasi sudah aman. Ia pun segera mencongkel daun jendela dengan penuh semangat. Berhasil membuka jendela, Ateng langsung meloncat masuk ke rumah dan menghampiri barang incarannya. Tak lama TV dan DVD player sudah masuk ke dalam tas hitam si Ateng.

Tanpa disadari Ateng, si gila pemilik rumah sangat sensitif dan segera menyadari ada yang tidak beres di ruang keluarga tepat di sebelah kamar tidurnya. Si gila pun segera bangkit dari tempat tidurnya dan mengendap-endap menuju pintu kamarnya. “Kriiieeeet..” Suara pintu kamar si Gila berderik. Si Gila pun melihat orang asing sedang mengepak TV dan DVD player miliknya ke dalam sebuah tas hitam besar. Ia pun berteriak, “Hei!”.

Si Ateng yang terkaget-kaget langsung meloncat keluar jendela sambil menggondol tas hitamnya yang sekarang berbobot lumayan. Ia melihat ke belakang dan menyadari si gila mengejarnya dengan dua benda hitam panjang seperti stik. Saking takutnya, Si Ateng malah berlari ke arah yang berlawanan dari tempat parkir mobilnya.

Setelah dua jam berlari tak tentu arah sambil terus diteriaki si Gila, “Hei! Hei! Tunggu!” Si Ateng pun mulai patah arang. Karena kelelahan yang amat sangat, ia pun berhenti berlari dan terpikir untuk menyerah dan minta ampun sambil merutuki nasibnya yang sial malam itu.

Ateng: “Ampun Pak, saya salah Pak.” (sambil berlutut dan menutup kedua matanya).

Si Gila: “Sudah tidak apa-apa,” (menenangkan sambil memberikan dua stik hitam) “Saya cuma mau ngasih ini. Masa kamu mau pergi tanpa bawa remote TV dan DVD-nya.”