9 Cerita Lucu Humor Anak SD Yang Keren Abis

Kumpulan Cerita Lucu Tentang Anak SD Terbaru – Anda penggemar cerita lucu? Ingin membaca cerita pendek paling lucu yang konyol, gokil, dan kocak? riajenaka.com tempatnya. Koleksi cerita humor disini terdiri dari beragam topik yang bisa membuat Anda tertawa lebih ngakak dari sebelumnya. Setiap terbitan artikel cerita lucu humor hanya disajikan dalam satu tema supaya Anda lebih puas dan terhibur.

Posting terbaru kali ini mengupas cerita lucu Anak SD. Silahkan disimak dengan baik dan siapkan ekstra energi untuk tertawa setengah mati. Kumpulan cerita lucu banget tentang Anak SD dikumpulkan dari berbagai sumber gokil cerita pendek lucu. Tentunya cerita humor Anak SD paling lucu yang dipilih sudah lulus uji standar kelayakan ngakak dan konyol minimum yang disyaratkan oleh pemerintah. Akhir kata, selamat menikmati cerita lucu gokil bikin ngakak dibawah ini.

9 Cerita Lucu Humor Anak SD Yang Keren Abis

1. Cerita Lucu Anak SD: Tidak Gosok Gigi

Si Petruk, anak SD kelas 1, selain juara 1 di kelasnya dia juga cukup ganteng.
Walau begitu, si Petruk punya satu kebiasaan buruk yang hanya diketahui oleh teman-teman sekelasnya. Kebiasaan itu adalah bahwa si Petruk sering tidak gosok gigi.

(Suatu hari, ketika sang ibu wali kelasnya sedang mengajar).

Ibu guru: (Berhenti mengajar sejenak) “Petruk, tadi pagi tidak gosok gigi, ya?”

(Alangkah kagetnya si Petruk. Dia berpikir, siapa gerangan di antara kawan-kawan sekelasnya yang bercerita kepada ibu wali kelasnya perihal kebiasaannya ini)

Petruk: “Kok, ibu guru bisa tahu?”

Ibu guru: (Tersenyum) “Coba lihat, ada sisa sayur di gigimu.”

Petruk: (Mendengar jawaban ibu guru, berteriak dengan riang) “Kalau begitu, Ibu salah. Tadi pagi saya sarapan nasi goreng pake telor dadar. Terakhir saya makan sayur tiga hari yang lalu.”


2. Cerita Lucu Anak SD: Alasan Terlambat Sekolah

Dua orang anak SD yang nakalnya bukan main sebut saja Gareng dan Bagong.
Selalu terlambat masuk sekolah. Seribu alasan mereka buat,

(Hari ini mereka terlambat lagi).

Guru: “Gareng! Kenapa hari ini kamu terlambat lagi?”

Gareng: “Anu, anu, bu, semalam saya mimpi jalan jalan naik sepeda sama ayah
saya keliling kota.”

Guru: (Kesal) “Kalau kamu Bagong, kenapa kamu juga terlambat!”

Bagong: “Anu, bu, semalam saya mimpi ketemu Gareng sedang jalan jalan naik sepeda bersama ayahnya, ya udah bu, saya ikutan mereka keliling kota.”

Guru: “#$%^&*”


3. Cerita Lucu Anak SD: Bahasa Inggris

Dalam sebuah kelas Bahasa Inggris di kelas 3 SD tiba-tiba Omas bertanya pada gurunya,

Omas: “Miss, kalau bahasa Indonesianya Tomorrow apa?”

Guru: “Besok.” (Jawabnya singkat sambil memeriksa kertas ulangan murid-muridnya).

Omas: “Sekarang aja Miss.”

Guru: “Enggak bisa dong Mas, jawabannya besok.”

Omas: “Yah Miss, masa saya tanya satu kata aja dijawabnya besok?”


4. Cerita Lucu Anak SD Dengan Guru

Petruk yang duduk dibangku SD ditanya Bu Yati Pesek, Gurunya

Bu Yati Pesek: “Petruk, ada 5 bebek yang lagi mencari makan disawah. Kalo ditembak pemburu, kena satu tinggal berapa?”

Petruk: (Setelah berpikir sejenak) “Ga ada sisanya bu.”

Bu Yati Pesek: “Kenapa ga ada sisanya?”

Petruk: “Yang lain terbang semua karena kaget.”

Bu Yati Pesek: (Tersenyum bijak) “Yah, sebetulnya bukan itu jawabannya. tapi saya suka cara berpikir kamu.”

Petruk: (Tidak mau kalah) “Boleh saya yang tanya bu guru?”

Bu Yati Pesek: “Boleh.”

Petruk: “Ada tiga wanita makan eskrim, satu makanya dikunyah2, yang satu digigit2 dan yang terakhir dijilat2. pertanyaannya wanita mana yang sudah menikah?”

Bu Yati Pesek: (Tanpa berpikir panjang) “Sudah pasti yang menjilat2 eskrimnya.”

Petruk: (Senyum2) “Sebetulnya yang sudah menikah yang menggunakan cincin kawin bu, tapi saya suka cara berpikir ibu.”


5. Cerita Lucu Anak SD Patah Hati

Gareng adalah anak SD kelas satu selain juara di kelasnya, dia cukup ganteng juga lah. Dia punya satu teman sekolah namanya Oneng, si Oneng cantik dan manis.

Singkat cerita, Gareng jatuh hati sama si Oneng, ternyata Oneng juga punya hati ama Gareng. Suatu hari, karena kagak tahan lagi

Gareng: “Oneng, kamu tahu aku suka kepadamu. Sayang kita masih kecil, bila nanti kita udah dewasa, kita menikah ya!”

Oneng: (Dengan wajah yang memerah merona) “Reng, bukannya aku menolak, aku sih mau aja. Tapi dalam keluarga kami, kami hanya menikah sesama kerabat saja. Paman menikah dengan bibi, kakek menikah dengan nenek, dan bahkan papa menikah dengan mama. Kamu kan bukan kerabat aku Reng jadi gak bisa menikah kita besok.”

(Mendengar jawaban si Oneng, Gareng tidak masuk satu minggu karena patah hati).


6. Cerita Lucu Anak SD: Panggilan Buat Ibu

Dalam kelas baru murid sekolah dasar kelas 1. Seperti biasa terjadi kenal mengenal antara guru dan murid.

Guru: “Siapa nama kamu?”

Murid: “Nunung.”

Guru: “Kalau ibu kamu siapa?”

Murid: “Mama?”

Guru: “Maksud ibu, nama Ibu kamu?”

Murid: “Iya, Mama.”

Guru: “Okelah, bagaimana Ayah kamu panggil Ibu kamu?”

Murid: “Eh, monyet.”


7. Cerita Lucu Anak SD, Guru dan Kepala Sekolah

Umumnya, murid tidak akan bisa menandingi kecerdasan gurunya, apalagi Kepala Sekolah. Lebih-lebih murid yang masih duduk dibangku sekolah dasar (SD), tentu yang terfikir oleh kita adalah mustahil jika sang pemimpin bisa kalah cerdas dalam menebak dan menjawab sebuah pertanyaan. Namun rupanya tidak ada hal mustahil jika kita menyimak riwayat murid SD bernama Petruk berikut ini.

(Hari pertama masuk sekolah).

Ibu guru: (Memperkenalkan diri kepada semua murid).

Lalu dilanjutkan sang guru meminta semua murid memperkenalkan namanya satu persatu. Usai perkenalan, sebelum ibu guru berbicara lebih banyak tiba-tiba salah satu murid bernama Petruk memotong pembicaraan dan mengajukan pertanyaan tak terduga kepada ibu guru sebagai ajang protes.

Petruk: “Bu, seharusnya saya sudah duduk dibangku kelas 3.”

Ibu Guru: “Kenapa kamu begitu yakin.” (Keheranan).

Petruk: “Karena saya itu lebih pintar dari kakak saya yang saat ini sudah duduk dibangku kelas 3.” (Penuh Percaya diri).

Mendengar pernyataan itu sang guru jadi penasaran dan membawanya keruang Kepsek. Sesampainya dikantor, Pak Kepala Sekolah coba menguji IQ Petruk yang katanya lebih hebat dari kakaknya itu. Dengan bekal satu buah buku pelajaran kelas 3,

Kepsek: “34 dikali 63 berapa?”

Petruk: “2142.” (Tanpa alat bantu kalkulator).

Kepsek: “Hewan yang memakan daging dan tumbuhan termasuk golongan apa?”

Petruk: “Omnivora.”

Kepsek: “Perang Diponegoro berlangsung tahun berapa?”

Petruk: “1825 -1830.” (Tanpa pikir panjang).

Kepsek: “Siapa penemu bola lampu?”

Petruk: “Thomas Alpha Edison.”

Setelah beberapa pertanyaan dari kepala sekolah bisa dijawab Petruk dengan enteng,

Kepsek: “Kelihatannya Petruk memang cerdas, saya rasa tidak ada salahnya langsung dinaikkan ke kelas 3.”

Ibu Guru: “Baiklah, tapi setelah dia bisa menjawab beberapa pertanyaan dari saya (Belum yakin) Benda apakah yang huruf pertamanya K, huruf tengahnya T, dan huruf terakhirnya L, benda tersebut bisa menjadi tegang, namun juga bisa lemas?”

Mendengar pertanyaan bu guru,

Pak Kepsek: (Melongo kaget).

Petruk: “KeTapeL.”

Ibu Guru: “Jawaban bagus, lanjut pertanyaan kedua. Huruf pertamanya M, huruf terakhirnya K, bagian tengahnya sedikit becek dan ada kacangnya?”

Pak Kepsek: (Semakin kaget dan menjadi salah tingkah dengan pertanyaan Ibu Guru tersebut).

(Namun tidak dengan Petruk).

Petruk: (Dengan santia) “MartabaK.”

Ibu Guru: “Tepat sekali, coba pertanyaan ketiga. Kegiatan apakah yang biasa dilakukan anak remaja di kamar mandi dengan gerakan tangan berulang-ulang, huruf pertamanya M, huruf terakhirnya I?”

Pak Kepsek: (Makin salah tingkah mendengar pertanyaan Ibu guru).

Petruk: “Menggosok gigi.”

Bu Guru: “Oke, lanjut pertanyaan keempat. Kegiatan apakah yang biasa dilakukan pria dan wanita yang lagi pacaran di malam hari, huruf pertamanya N, huruf terakhirnya T?”

Pak Kepsek: (Nyaris pingsan mendengar pertanyaan Ibu Guru yang terakhir).

Petruk: (Dengan mudah dan cepat) “Nonton LateNighT.”

Sebelum Ibu Guru melanjutkan pertanyaannya,

Pak Kepsek: (Memotong dengan cepat) STOP! Ibu Guru yang terhormat, menurut saya Petruk langsung dimasukin ke universitas saja, saya aja dari tadi salah terus jawabnya.”


8. Cerita Lucu Anak SD: Berhitung

Bu Guru: “Siapa yang bisa berhitung?”

Semar: (Mengangkat tangan).

Bu Guru: “Benar kamu bisa berhitung?”

Semar: “Bisa Bu. Ayah yang mengajari.”

Bu Guru: “Baik, coba kita lihat. Setelah tiga, berapa?”

Semar: “Empat.”

Bu Guru: “Bagus. Setelah enam?”

Semar: “Tujuh.”

Bu Guru: “Setelah sembilan?”

Semar: “Sepuluh.”

Bu Guru: “Bagus sekali. Rupanya ayahmu benar-benar tau bagaimana mengajar
berhitung. Lalu setelah sepuluh?”

Semar: (Dengan senyum penuh keyakinan) “Jack, Queen, King & AS! bu.”

Bu Guru: “!@#$%^&*+”

9. Cerita Lucu SD: Surat

Guru: “Kenapa kemarin kamu tidak masuk sekolah Reng?”

Bagong: “Sakit Bu.”

Guru: “Kenapa kamu tidak mengirim surat?”

Bagong: “Percuma bu guru.”

Guru: “Kenapa kamu bilang seperti itu?”

Bagong: “karena setiap saya mengirim surat, saya tak pernah mendapatkan surat
balasannya.” (Dengan lugunya).