14 Cerita Lucu Humor Gus Dur Yang Lucu Banget

Kumpulan Cerita Lucu Tentang Gus Dur Terbaru – Anda penggemar cerita lucu? Ingin membaca cerita pendek paling lucu yang konyol, gokil, dan kocak? riajenaka.com tempatnya. Koleksi cerita humor disini terdiri dari beragam topik yang bisa membuat Anda tertawa lebih ngakak dari sebelumnya. Setiap terbitan artikel cerita lucu humor hanya disajikan dalam satu tema supaya Anda lebih puas dan terhibur.

Posting terbaru kali ini mengupas cerita lucu Gus Dur. Silahkan disimak dengan baik dan siapkan ekstra energi untuk tertawa setengah mati. Kumpulan cerita lucu banget tentang Gus Dur dikumpulkan dari berbagai sumber gokil cerita pendek lucu. Tentunya cerita humor Gus Dur paling lucu yang dipilih sudah lulus uji standar kelayakan ngakak dan konyol minimum yang disyaratkan oleh pemerintah. Akhir kata, selamat menikmati cerita lucu gokil bikin ngakak dibawah ini.

14 Cerita Lucu Humor Gus Dur Yang Lucu Banget

1. Cerita Lucu Gus Dur: Jam Tangan Saya Ilang

Saking udah bosannya keliling dunia, Gus Dur coba cari suasana di pesawat RI-01. Kali ini dia mengundang Presiden AS dan Perancis terbang bersama Gus Dur buat keliling dunia. Boleh dong, emangnya AS dan Perancis aja yang punya pesawat kepresidenan. Seperti biasa
setiap presiden selalu ingin memamerkan apa yang menjadi kebanggaan negerinya.

Tidak lama presiden Amerika, Clinton mengeluarkan tangannya dan sesaat,

Clinton: “Wah kita sedang berada di atas New York!”

Gus Dur: “Lho kok bisa tau sih?”

Clinton: “Itu patung Liberty kepegang!” (Dengan bangganya).

Ngga mau kalah presiden Perancis, Jacques Chirac, ikut menjulurkan tangannya keluar.

Jacques Chirac: “Tau nggak kita sedang berada di atas kota Paris!” (Dengan sombongnya).

Gus Dur: “Wah kok bisa tau juga?”

Jacques Chirac: “Itu menara Eiffel kepegang!”

Karena disombongin sama Clinton dan Chirac, giliran Gus Dur yang menjulurkan tangannya keluar pesawat,

Gus Dur: “Wah kita sedang berada di atas Tanah Abang!” (Teriaknya)

Clinton dan Chirac: “Lho kok bisa tau sih?” (Heran karena tahu Gus Dur itu kan nggak bisa ngeliat).

Gus Dur: “Ini jam tangan saya ilang” (Dengan kalem).


2. Cerita Lucu Gus Dur: Mereka Pasti Kyai

Rombongan jamaah haji NU dari Tegal tiba di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah Arab Saudi. Langsung saja kuli-kuli dari Yaman berebutan untuk mengangkut barang-barang yang mereka bawa. Akibatnya, dua orang di antara kuli-kuli itu terlibat percekcokan serius dalam bahasa Arab.

Melihat itu, rombongan jamaah haji tersebut spontan merubung mereka,

Jamaah Haji: “Amin, Amin, Amin!”

Gus Dur yang sedang berada di bandara itu menghampiri mereka,

Gus Dur: “Lho kenapa Anda berkerumun di sini?”

Jamaah Haji: “Mereka terlihat sangat fasih berdoa, apalagi pakai serban, mereka itu pasti kyai.”


3. Cerita Lucu Gus Dur: Sampeyan Jangan Pengen

Magnet sense of humor Gus Dur yang tinggi membuat kesengsem seorang artis cantik saat hadir dalam suatu acara di rumah salah seorang pengasuh Pondok Kajen, Jawa Tengah. Saking gemesnya, artis itu dengan santai langsung ngesun (Mencium) pipi Gus Dur tanpa pake permisi. Jelas beberapa di antara mereka yang hadir langsung dibikin kaget dan bingung. Siapa yang kuat ngeliat kiai nyentrik cuma diem aja disun (Dicium) artis cantik.

Tak lama kemudian begitu sudah agak sepi, Mukidi yang sedang di antara mereka, langsung numpahin sederet kalimat yang sudah dari tadi cuma bisa disimpan di dalam hati.

Mukidi: “Loh Gus, kok Gus Dur diam saja sih disun sama perempuan?”

Dengan santai dan silakan bayangin sendiri gayanya, Gus Dur malah ngasih jawaban sepele.

Gus Dur: “Lha wong saya kan nggak bisa lihat. Ya mbok sampeyan jangan pengen.”


4. Cerita Lucu Gus Dur: Jadi Gethuk

Di ruang perpustakaan pribadinya, sedang terjadi diskusi yang serius antara Gus Dur dengan salah seorang anaknya yang kepingin jadi anggota LKIR.

Gus Dur: “Memangnya apa yang bisa kamu sumbangkan untuk LKIR sekolahmu?”

Anak: “Sebuah penemuan dari penelitian yang saya lakukan sendiri.”

Gus Dur: “Apa itu?”

Anak: “Penggabungan (stek) tiga jenis tumbuhan yang sangat berlainan spesiesnya. Dan ternyata berhasil.”

Gus Dur: “Apa tiga jenis tumbuhan itu?”

Anak: “Kelapa, singkong, dan tebu.”

Gus Dur: (Terdiam, sepertinya tidak percaya) “Lalu apa yang terjadi dengan ketiga tumbuhan itu?”

Anak: “Jadi gethuk.”


5. Cerita Lucu Gus Dur: Sate Babi

Suatu ketika Gus Dur dan ajudannya terlibat percakapan serius.

Ajudan: “Gus, menurut Anda makanan apa yang haram?”

Gus Dur: “Babi.”

Ajudan: “Yang lebih haram lagi.”

Gus Dur: “Mmmm babi mengandung babi!”

Ajudan: “Yang paling haram?”

Gus Dur: “Mmmm, babi mengandung babi tanpa tahu bapaknya dibuat sate babi!”


6. Cerita Lucu Gus Dur: Manggilnya Aja Mesti Pake Menara

Perbedaan dalam berbagai hal termasuk aliran dan agama, kata mantan Presiden RI ini, sebaiknya diterima karena itu bukan sesuatu masalah.

Jika sudah bisa menerima perbedaan maka akan lebih terbuka dalam berdialog, bahkan kata Gus Dur, lahir lelucon seperti yang dilontarkan seorang kyai, bhiksu, dan pendeta.

Pendeta: “Kami dekat sekali dengan Tuhan. Jadi kami memangil Tuhan Anak, Tuhan Bapak.”

Bhiksu: “Kami juga dekat. Bukan manggil Bapak, tapi Om. Lha bagaimana dengan Anda, pak kyai?”

Pak Kyai: “Boro-boro deket, manggil-nya aja mesti pake menara.” (Urai Gus Dur diiringi tawa seisi ruangan).


7. Cerita Ludu Gus Dur: Ngelu

Garin Nugroho: “Saya mau bertanya sama Pak Permadi dan para hadirin.Biasanya, tokoh- tokoh baik itu kalau situasinya susah pada berubah semua. Petruk misalnya, ketika mau jadi raja tiba-tiba berubah wataknya.”

Permadi yang ditanya Gus Dur yang menjawab. Ia membenarkan bahwa watak Petruk berubah ketika ia mau menjadi raja.

Gus Dur: “Makanya, kalau mencari pemimpin mestinya yang tak gampang berubah.”

Hadirin: “Kalau menurut Pak Permadi, Gus Dur itu berubah tidak?” (Celetuknya).

Permadi: “Ya, agak berubah.”

Hadirin: “Misalnya dalam hal apa?”

Permadi: “Misalnya, kalau dulu Gus Dur itu masih suka kumpul-kumpul dengan saya, sekarang hampir tidak pernah lagi.”

Gusdur: “Kalau itu sih sebabnya sederhana.”

Hadirin: “Sederhana bagaimana Gus?”

Gusdur: “Ngelu.” (Pusing).


8. Cerita Lucu Gus Dur: Lagi Sakit Gigi

Sudah beberapa hari ini Gus Dur sakit gigi, cenat cenut. Dibuat duduk sakit, berbicara sakit, mendengarkan musik Beethoven juga masih sakit.

Gus Dur: “Siapa bilang sakit hati lebih berat dari pada sakit gigi.”

Staf: “Lha kan iya lebih baik sakit gigi dari pada sakit hati Gus?”

Gus Dur: “Lebih baik sakit hati saja.”

Staf: “Lha kenapa Gus?”

Gus Dur: “Saya ini lagi sakit gigi!” (Agak berteriak).


9. Cerita Lucu Gus Dur: Tidak Punya Kepentingan Lagi

Mungkinkah Gus Dur benar-benar percaya pada isyarat dari makam-makam leluhur? Kelihatannya dia memang percaya, sebab Gus Dur selalu siap dengan gigih dan sungguh-sungguh membela ideologinya itu. Padahal hal tersebut sering membuat repot para koleganya.

Tapi, ini mungkin jawaban yang benar, ketika ditanya kenapa Gus Dur sering berziarah ke makam para ulama dan leluhur.

Gus Dur: “Saya datang ke makam, karena saya tahu. Mereka yang mati itu sudah tidak punya kepentingan lagi.”


10. Cerita Lucu Gus Dur: Ohh Internet

Suatu kali ada seorang Kyai Madura yang membanggakan pembangunan pesantrennya kepada Gus Dur.

Gus Dur: “Wah pesantren saya sudah jadi. Lengkap, bangunannya luas bertingkat.” (Dengan wajah bangga).

Kyai: “Kapan-kapan Gus Dur harus ke sana. Soalnya sudah lengkap dengan eternit.”

Gus Dur: “Eternit?” (Sambil berpikir setiap bangunan kan memang perlu eternit).

Kyai: “Payah, mosok nggak ngerti. Itu lho yang pakai komputer!”

Gus Dur: “Ohh internet.” (Bersama-sama beberapa orang yang hadir sambil tertawa).


11. Cerita Lucu Gus Dur: Pencak Silat

Suatu ketika Gus Dur lagi jalan-jalan di luar negeri dengan mobilnya, sambil menunggu ajudannya yang belum datang, dia mencoba untuk masuk ke mobil, tapi ternyata ia salah memasukkan nomor alarm mobilnya.

Karena nomor yang dimasukkan salah, maka alarm secara otomatis langsung terhubung ke 911 hingga tak lama kemudian polisi pun berdatangan.

Polisi: (Senapan diarahkan kepada Gus Dur) “Where do you come from, Sir?”

Gus Dur: “Indonesia Sir!”

Kebetulan si polisi waktu dinas di California pernah belajar pencak silat sama orang Indonesia.

Polisi: “Do you know pencak silat?”


12. Cerita Lucu Gus Dur: Besok Saya Bisa Mati

Semasa belajar di Mesir, Gus Dur punya teman asal Aceh, namanya Yas. Kamar mereka bersebelahan. Orang ini, tutur Gus Dur, betul-betul perokok berat. Ke mana pun dia pergi, pasti di kantongnya selalu terselip dua bungkus rokok. Satu sudah dibuka, satu lagi buat cadangan.

Gus Dur: “Bagi dia, ngerokok itu jangan sampai ketelatan. Makanya si Yas selalu bawa dua bungkus.”

Saking sayangnya pada temannya ini,

Gus Dur: (Menasihatinya) “Yas, apa kamu enggak pernah baca tulisan di majalah bahwa tiap satu batang rokok itu bisa memendekkan umur 30 detik? Lho, kamu ini gimana. Sekarang coba kamu itung sudah berapa tahun umurmu diperpendek oleh rokok itu.”

Bung Yas: (Sambil menyulut sebatang lagi) “Ya, tapi kalau saya enggak merokok, besok saya bisa mati.”


13. Cerita Lucu Gus Dur: Dengan Humor Kita Jadi Sehat

Sekalipun pandangan matanya terganggu, Gus Dur dikenal sebagai humoris. Orang yang banyak humor. Saat berbicara, dia selalu menyelipkan joke, cerita lucu, yang membuat pendengarnya tertawa.
Joke-jokenya itu disukai oleh banyak tokoh dunia.

Orang: “Gus, kok suka humor terus sih?” (Seorang yang kagum karena humor Gus Dur selalu berganti-ganti).

Gus Dur: “Di pesantren, humor itu jadi kegiatan sehari-hari.” (Jelasnya) Dengan lelucon, kita bisa sejenak melupakan kesulitan hidup. Dengan humor, pikiran kita jadi sehat.” (Sambungnya).


14. Cerita Lucu Gus Dur: Gali Duluan

Penggalian situs Batu Tulis, Bogor untuk mencari harta karun oleh Menag Sayyid Agil Husein Al Munnawar jadi berita yang paling menghebohkan. Wartawanpun berduyun-duyun menanyakan soal fenomena mistik yang dipercayai Menag Al Munnawar kepada Gus Dur.

Saat kunjungannya ke Serang, Banten (21/8 2002).

Wartawan: “Apakah dia percaya adanya harta karun di Situs Batu Tulis?

Gus Dur: (Dengan ringan) “Kalau saya percaya sudah dari dulu-dulu, saya gali duluan.”

Mendengar jawaban itu kontan wartawan yang mewawancarainya terpingkal-pingkal.