7 Cerita Lucu Humor Kernet Yang Ngakak Banget

Kumpulan Cerita Lucu Tentang Kernet Terbaru – Anda penggemar cerita lucu? Ingin membaca cerita pendek paling lucu yang konyol, gokil, dan kocak? riajenaka.com tempatnya. Koleksi cerita humor disini terdiri dari beragam topik yang bisa membuat Anda tertawa lebih ngakak dari sebelumnya. Setiap terbitan artikel cerita lucu humor hanya disajikan dalam satu tema supaya Anda lebih puas dan terhibur.

Posting terbaru kali ini mengupas cerita lucu Kernet. Silahkan disimak dengan baik dan siapkan ekstra energi untuk tertawa setengah mati. Kumpulan cerita lucu banget tentang Kernet dikumpulkan dari berbagai sumber gokil cerita pendek lucu. Tentunya cerita humor Kernet paling lucu yang dipilih sudah lulus uji standar kelayakan ngakak dan konyol minimum yang disyaratkan oleh pemerintah. Akhir kata, selamat menikmati cerita lucu gokil bikin ngakak dibawah ini.

7 Cerita Lucu Humor Kernet Yang Ngakak Banget

1. Cerita Lucu Kernet: Kapan Saya Turun

Mukidi yang asli Madura, sedang berlibur ke Jakarta. Dia ingin keliling Jakarta naik Metromini. Diam-diam dia mengamati segala yang terjadi di dalam Metromini. Termasuk tingkah laku kernet dan penumpang.

(Tak lama kemudian).

Kernet: “Dirman. Dirman. Dirman.”
(Tanda bahwa bus telah sampai di Jalan Sudirman).

Penumpang laki-laki: (Teriak) “Kiri!”

Dan turunlah penumpang tersebut.

(Selang berapa lama).

Kernet: (Teriak) “Kartini. Kartini. Kartini.”
Cewek muda: (Nyeletuk) “Kiri!”

Lalu cewek tersebut pun turun.

(Beberapa lama).

Kernet: (Teriak lagi) “Wahidin. Wahidin. Wahidin.”

Cowok: “Kiri!”

(Tak selang lama).

Kernet: (Teriak lagi) “Gatot Subroto! Gatot Subroto!”

Pemuda ganteng berkumis tebal: “Kiri. kiri!”
Maka turunlah si kumis itu.

Tinggallah seorang diri Mukidi di dalam bus. Dengan hati ngedumel, lama-lama jengkel juga dia. Lalu dicoleklah si kernet,

Mukidi: (Dengan nada marah) “Kurang ajar sampeyan ya. Dari tadi orang-orang sampeyan panggil. Lahh, nama saya ndak sampeyan nggil-panggil! Kalau begini caranya. Kapan saya turun!”

Untung si kernet tanggap.

Kernet: “Siapa nama bapak?”

Mukidi: “Namaku Mukidi.”

Kernet: (Langsung teriak) “Mukidi. Mukidi. Mukidi!”

Mukidi: (Lega) “Nah, begitu! Kiri!”

Maka turunlah Mukidi di jalan tol. Bagi Anda yang menemukan Mukidi harap menghubungi keluarganya di Sumenep.


2. Cerita Lucu Kernet: Bekalnya Nanti Dimakan Kali Sudah Sampai Jombang

Mukidi (8 tahun) cah klaten, mau pergi.  Ditemani ibunya menunggu bus.

Kernet Bus: “Suroboyo. Suroboyo. Bu?”

Simboke Mukidi: “Pak, tulung ya, nanti kalau sampai jombang, anak ini dikasih tau.”

Kernet Bus: “Iyaa buu, tarikk.”

Sampai terminal Solo,

Mukidi: “Dah sampai Jombang belum Om?”

Kernet Bus: “Belum le. Masih lama.”

Kemudian sampai Sragen,

Mukidi: “Dah sampai Jombang belum Om?”

Kernet Bus: “Belum le. Masih jauh.”

Mukidi: (Bosen nggak sampai-sampai).

Akhirnya ketiduran. Bus terus jalan ke arah Surabaya. Gak terasa Bus udah ngelewati Jombang. Kernet lupa pesenannya ibunya Mukidi. Pas inget,

Kernet: “Duh kang, aku dosa sama anak ini.” (Sambil nunjuk Mukidi yang lagi tidur nggelepar).

Sopir: “Lho, kenopo to?”

Kernet: “Tadi ibunya nitip, kalo sampai jombang, anaknya tolong kasih tau.”

Sopir: “Wah, piye sih koe, Jombang dah kelewat jauh.” (Bingung).

Untung Sopirnya baik, mau balik ke Jombang setelah minta persetujuan penumpang lain, karena kasihan sama si Mukidi. Setelah bus sampai Jombang, Mukidi di bangunin.

Kernet: “Le, le, tangi le. Bangun le. Dah sampai Jombang.” (Sambil goyang goyang badannya mukidi).

Mukidi: (Bangun) “Hah dah sampai jombang om?” (Sambil buka buka kantong, ngeluarin sangu bekalnya, nasi sambel lauk ikan asin).

Kernet: “Mau turun sini le?”

Mukidi: “Engga Om. Aku turun Suroboyo. tadi Simbokku pesen, bekalnya nanti dimakan kalo dah sampai Jombang, jawab mukidi sambil makan nasi.

Kernet, Sopir, dan semua penumpang: “Wooo wedhuzz bocah iki.”


3. Cerita Lucu Kernet: Tapi Cium Dulu

Kernet: “Nek, mau stop dimana?”

Nenek: “Hey yang sopan dong kalo jadi Kernet. Bilang Assalamualaikum dulu apa!”

Kernet: “Iya udah nek. Assalamualaikum nenek mau stop di mana!”

Nenek: “Di Rumah gue lah, masak di rumah Lo.”

Nenek: “Iya tahu nek, rumah nenek dimana?” (Sabar).

Nenek: “Kurang ajar lo ya. Ngapain mau nanya nanya rumah gue. Emang lo mau datang apa ke rumah gue.” (Muka brimob).

Kernet: “Ya gak lah nek.” (Masih sabar).

Nenek: “Eh, eh, eh jangan bohong lo. Gue udah punya laki tau gak!”

Kernet: “Idih siapa juga yang mau kerumah nenek.” (Sabar ketiga, hati malaikat).

Nenek: “Lo jangan jual mahal deh. Mentang mentang yang Gadis lo gak dapat, yang Nenek nenek lo pilih juga.”

Kernet: “Aduh nek, mendingan gue sama monyet daripada sama lo? (Dalam hati) Kampret lo nek.”

Nenek: “Astagfirullah ternyata lo pecinta binatang. Mau masuk TV apa pacaran sama monyet!” (Peragain gaya monyet).

Kernet: “Kampreet lo nek.” (Ternyata gak dipendem lagi. Langsung dikeluarin tu kata kampret).

Nenek: “Dasar kurang ajar. Gue sumpahin lo jadi batu.” (Kebanyakan nonton Tv).

Kernet: “Sumpahin aja. Emang lo ibu gue.” (Santai).

Nenek: “Emang ibu lo sapa namanya?” (Curhat si nenek).

Kernet: “Kartini nek! Emang kenapa nek tanyain mak gue.”

Nenek: “Hah Kartini bukannye dia anak gue.” (Kaget setengah-setengah).

Kernet: “Nenek gue kan udah mati nek.”

Nenek: “Sialan lo nenek sendiri lo bilang mati.”

Kernet: “Iibu gue ngomong sendiri nek. Kalau nenekku udah mati.”

Nenek: “Sialan ibu lo. Ibu dan anak sama-sama ngeselin. Ntar gue sumpahin masuk neraka, baru tau rasa. Sialan lo kartini. Gue jadi kanget sama annakku Kartini Oneng.” (Mau nangis).

Kernet: “Hah. Anak nenek kartini Oneng. Salah orang nek. Mak gue namanya Kartini Omas.” (Kaget).

Nenek: “Maaf, maaf nak. Nenek salah sangka. Maafin nenek.”

Kernet: “Iya nenek gak apa apa. Tapi ada syaratnya, cium dulu nek!”

Nenek: “Kampreet lo nak.”

Kernet: “Kabur.”


4. Kisah Lucu Kernet: Salah Alamat

Karena kerinduan seorang nenek kepada cucu nya yang ada dikota, si nenek nekat untuk mengunjunginya meski si nenek sudah lima tahun tidak kesana.

Dengan bermodalkan selembar alamat si nenek berangkat ke kota. Si nenek bertanya pada kernet bus yang ia tumpangi dimana alamat yang ada di selembar kertas tersebut sambil menunjukkan alamat yang dia bawa.

Sang kernet bus menghentikan bus tepat di alamat si nenek tadi tapi si nenek bersikeras bahwa alamat itu salah, tapi

Si kernet: (Telah menjelaskan bahwa alamat yang ada di kertas itu sudah sampai).

Si nenek: (Marah-marah pada si kernet) “Ada pohon nangka didepan rumah anak saya.”

Padahal alamat itu sudah benar tapi karena nangkanya sudah ditebang tiga tahun yang lalu si nenek jadi kebingungan dan merasa dia salah alamat dan merasa ditipu si kernet.


5. Cerita Lucu Kernet: Kan Udah Ku Kasih

Suatu hari di dalam angkot yang penuh sesak dan panas, para penumpang dikagetkan oleh bau kentut yang baunya minta ampun. Semuanya pun menutup hidung dan mulai ribut. Kernet angkot yang nggak senang angkotnya tercemar radiasi,

Kernet: “Siapa yang kentut?”

Tentu saja nggak ada yang ngaku. Si tukang kentut misterius tidak ditemukan.

Nggak lama, kernet pun menarik ongkos. Para penumpang bergegas membayar.

Kernet: (Dengan cuek) “Yang kentut belum bayar!”

Tiba-tiba seorang pemuda kurus yang duduk paling belakang,

Pemuda: (Berteriak dengan nyaring) “Enak aja! Kan udah kukasih tadi!”


6. Cerita Lucu Kernet: Ganjel Ban

Sopir dari sunda
Kernet dari jawa

Pada saat mobil melaju kencang di tanjakan sang sopir memperlambat mobilnya karna merasa ada yang aneh pada mobilnya akhir nya sang sopir menghentikan mobil itu karna berhenti nya di tanjakan sang sopir menyuruh kernet nya!

Sopir: “Semar, eta cokot ken ganjel ban.”

Kernet: “Gih mang. (Dalam pikirannya) Ganjel kok di suruh gigit?”

Sopir: “Atas Mar?”

Kernet: “Ya atos mang namanya juga ganjel ban!”


7. Cerita Lucu Kernet: Mahal Amat

Bagong: “Bang, satu kali naik berapaan?”

Kernet bus: “3000 dek.”

Bagong: “Mahal amat bang, Paling Kurang berapa?”

Kernet bus: “Mendingan Lu cari angkutan lain yang lebih murah sono!”

Bagong: “Lu kira dengan bus kota ini udah hebat loe usir usir gue! Lu gatau Bapak gue siapa?”

Kernet Bus: “Sorry gue gak mau tau.”

Bagong: “Gue Aduin Betulan Lu.”

Kernet Bus: “Peduli amat.”

Bagong: @#*$&%