Cerita Lucu penuh hikmah Abu Nawas Dan Telur Unta

Cerita Lucu Abu NawasCerita Abu Nawas merupakan cerita yang sangat melegenda dikalangan kita. Cerita Abu Nawas sangat digemari banyak orang karena kelucuan cerita yang ada didalamnya. Dengan membaca cerita Abu Nawas banyak dari kita yang merasa terhibur dan bisa mengambil hikmah karena kecerdasannya.

Cerita Abu Nawas memiliki banyak sekali versi dan berbagai macam judul cerita. Nah dibawah ini adalah Cerita Lucu Abu Nawas yang berjudul Abu Nawas dan Telur Unta. Penasaran dengan ceitanya ? Yuk baca ceritanya dibawah ini!

cerita lucu abu nawas

Cerita Lucu Abu Nawas dan Telur Unta

Di sebuah kerajaan, ada seorang raja yang bernama Raja Harun Al Rasyid. Suatu ketika, sang raja jatuh sakit. Ia mengeluh jika badannya kaku dan pegal, selain itu suhu tubuhnya sangat panas sehingga tidak kuat berjalan. Berbagai tabib terkenal kerajaan tidak bisa menyembuhkannya. Namun, Sang Raja tidak pernah menyerah untuk sembuh.
Hingga akhirnya, ia memberikan sayemabara. Barang siapa yang bisa menyembuhkan penyakit raja, ia akan diberikan hadiah. Sayembara ini terdengar oleh Abi Nawas, dan dengan akal cerdiknya Abu Nawas mempunyai ide dan segera menemui Raja Harun Al Rasyid. Raja Harun Al Rasyid merasa kaget dengan kedatangan Abu Nawas.

Raja : “Tabib terkenal tidak bisa menyembuhkan penyakitku, kau yang bukan tabib mengapa ikut sayembara ini ? ”
Abu Nawas : “Jangan meremehkanku tuan, walaupun aku bukan tabib tapi aku bisa menyembuhkan orang sakit.“
Raja : “Benarkah begitu ? apakah kau juga akan bisa menyembuhkan penyakitku ini ? ”
Abu Nawas : “Oh tentu bisa tuan, apakah keluhan penyakit anda ? ”
Raja : “Suhu badanku sangat panas, dan badanku terasa lesu sulit untuk bergerak”
Mendengar keluhan raja, Abu Nawas tertawa.
Raja : (memasang muka heran) “Mengapa engkau tertawa ? apakah ada yang lucu ?”
Abu Nawas : “Tidak apa-apa tuan. Tentang penyakit anda , gampang sekali untuk menemukannya. ”
Raja : “Benarkah ? dimana saya bisa mendapatkannya ? apa nama obat itu ?”
Abu Nawas : “Nama obatnya adalah telur unta. Kamu bisa menemukan dengan mudah di kota ini. “

Raja pun sangat senang karena ia mendapatkan solusi atas penyakitnya itu. Dan pada keesokan harinya ia dan pengawalnya berangkat mencari telur onta dan memakai baju biasa agar tidak diketahui bahwa ia adalah raja. Raja Harun Al Rasyid mengunjungi banyak pasar yang ada di kota itu. Namun, tak kunjung mendapatkan telur onta seperti yang dikatakan Abu Nawas.
Namun ia tidak mudah menyerah, keinginan dan keteguahan sang raja sangat kuat sekali. Bahkan ia mencari sampai ke sebuah hutan. Pengawal Raja Harun mulai kelelahan, namun sang raja bersikeras menemukan telur unta itu walaupun sambil menggerutu.

Raja : “Apakah Abu Nawas sedang mengerjaiku ? berani beraninya dia mempermainkanku. Awas kau jika aku tidak menemukan telur unta itu kau akan mendapatkan balasan yang setimpal. Pengawal! Tolong siapkan hukuman untuk menghukum Abu Nawas besok!”
Pengawal : (dengan nada yang kehabisan nafas dan kehilangan tenaga) Baiklah raja, hamba akan menuruti kemaua mu. Akan tetapi, bukankah lebih baik kita pulang dan beristirahat raja ? kamu sudah kelelahan dan tak kunjung mendapatkan telur itu”
Akhirnya sang raja dengan berat hari mempertimbangkan permintaan sang pengawal. Namun tidak lama kemudian, ia melihat seorang kakek-kaek yang sedang membawa ranting banyak.

Raja : “Bagaimana jika kita menanyakan kepada kakek-kakek itu ? jika masih tidak menemukan kita pulang saja dan menghukum Abu Nawas besok.”
Pengawal : “Baiklah Raja”

Akhirnya sang raja menghampiri kakek tua itu dan menwarkan untuk membantu membawakan ranting-ranting itu karena sang raja sangat kasihan dengan kakek tua itu. Tanpa mengetahui bahwa ia seorang raja, sang kakek menerima tawaran sang raja dan sesampainya di rumah sang kakek mengucapkan banyak terima kasih.

Kakek : “Terima kasih atas bantuannya semoga Allah memberikan balasa kepada kamu.“
Raja : “Sama-sama kek, oh iya kek saya ingin bertanya, apakah kakek mempunyai telur unta ?”
Sang kakek berfikir sejenak dan tak lama kemudian ia tertawa terbahak-bahak. Sang raja pun merasa heran dan bertanya.
Raja : “Apakah ada yang salah dengan pertanyaan saya kek ? bisakah kakek menjelaskannya ?”
Kakek : “Anak muda, apakah kamu mengetahui bahwa hewan yang bertelinga itu melahirkan bukan bertelur ? kamu mencari ke seluruh dunia tidak akan menemukan telur unta. Mana ada telur unta seperti yang kamu bicarakan. ”

Raja dan pengawalnya hanya bisa melongo karena kaget. Benar juga kata kakek, unta kan melahirkan bukan bertelur. Merasa dikerjain, sang raja sangat geram kepada Abu Nawas. Pada keesokan harinya, dengan wajah marah dan kesal ia menunggu Abu Nawas datang sambil mondar-mandir. Dan tak lama kemudian Abu Nawas datang dan memberi senyum. Raja Harun Al Rasyid langsung memarahinya.

Raja : “Abu Nawas! Kurang ajar sekali kamu! Beraninya kamu mengerjaiku. Mana ada telur unta disini ? unta kan hewan melahirkan dan bukan hewan yang bertelur. Beraninya kamu berkata bohong! Hari ini kamu akan saya hokum!”
Abu Nawas : “Wah anda benar sekali tuan, sebenarnya telur unta memang tidak ada. Karena unta adalah hewan melahirkan bukan bertelur. ”
Raja : “Lalu jika sudah tahu mengapa kamu menyuruhku untuk mencari yang tidak ada ? apa kau mempermainkanku ?! kamu harus dihhukum saat ini juga!”
Abu Nawas : “Tunggu dulu tuan, sebelum saya dihukum,ijinkan saya mengajukan satu pertanyaan.”
Raja : “Pertanyaan apa itu ?”
Abu Nawas : “Kondisi tubuh anda saat ini bagaimanakah tuan raja ?”
Raja : “Suhu badanku turun, aku tidak pegal-pegal dan bisa bergerak lagi tanpa kesakitan . ”
Setelah mengatakan itu, raja pun berfikir dan merenung sejenak dan ia teringat akan seseuatu.
Raja : “Abu Nawas!! Aku menyadari bahwa aku telah sembuh, penyakitku sudah hilang Abu Nawas!”
Raja : “Aku menyadari perjalan panjangku kemarin membuat tubuhku bergerak dan melancarkan aliran darahku kembali. Itulah mengapa aku bisa sembuh. Terima kasih banyak Abu Nawas!”
Abu Nawas : “Anda sangat benar tuan, jika tubuh kita tidak biasa digerakkan akan berakibat darah membeku dan akhirnya malah jadi sakit. Oleh karena itu, rajinlah bergerak dan berolahraga tuan.”
Raja : “Betul sekali, aku menyadari akhir-akhir ini aku sangat jarang sekali bergerak. Terima kasih banyak Abu Nawas telah memberiku saran yang sangat baik. Maafkan aku karena telah marah-marah kepadamu. Sebagai gantinya aku akan memberikanmu sebuah hadiah yang sangat istimewa.”
Abu Nawas : (Dengan wajah sumringah) “Terima kasih banyak tuan, kebaikan anda akan dibalas oleh Allah SWT. Dan semoga anda selalu diberi kesehatan agar bisa menjadi raja lebih lama.”