Cerita Lucu Bibir Pecah-Pecah

Cerita Lucu Pelayan – riajenaka.com. Pelayan identik dengan pelayanan yang selalu melayani setiap datangnya pengunjung. Namun apa jadinya kalau ada seorang pengunjung yang sangat lapar dan sudah memesan makanan, Tetapi ia tidak bisa menyantapnya? Aneh bukan? Seperti contohnya Cerita Lucu Bibir Pecah-Pecah yang dapat dijadikan referensi penghibur dikala rasa jenuhmu melanda dan bisa membuatmu tertawa.

Cerita Lucu Bibir Pecah-Pecah

Ada sebuah rumah makan yang terletak di Jalan Merdeka, disana banyak menjual berbagai menu makanan yang super lezat. Datanglah Gareng bersama 2 orang temannya yang terlihat sangat kelaparan setelah lama berjalan-jalan. Mereka langsung mencari meja & kursi untuk makan.

Selang beberapa saat kemudian, seorang pelayan yang bernama Mono menghampiri Gareng dan meminta menu yang hendak mereka pesan.

Mono : “Permisi mas, mau pesan apa?”

Gareng : “Saya pesan untuk 3 porsi nasi goreng terus sama minumnya pake jus mangga yang segar.”

Mono : “Baik mas tunggu sebentar ya….”

Beberapa menit setelah memesan akhirnya pesanan pun datang Mono tersebut langsung menghidangkan didepan muka Gareng dan 2 temannya.

Mono : “Selamat menikmati semua..”

Gareng : “Terimakasih mas.”

Pandangan Mono terahlikan oleh wajah teman Gareng yang bernama Semar. Bukannya makan dia malah bingung sambil menutupi mulut dengan kedua tangannya.

Mono : “Mas, bukannya makan malah bengong? Lagi sakit gigi ya?” (Mono bertanya dengan raut muka keheranan)

Semar : “Engga kok mas,”

Mono :”Apa sakit tenggorokan mas?”

Semar : “Engga juga.”

Mono : “Atau sariawan?”

Semar : “Cuma bibir pecah-pecah kok mas.”

Mono : “Kalo cuma bibir pecah-pecah doang, kan masih bisa makan mas..”

Semar: “Iya, tapi ini pecahnya besar sekali mas” (sambil membuka kedua tangan yang menutupi mulutnya)

Ternyata Semar punya bibir sumbing.