Cerita Lucu Tukang Kayu Dan Malaikat

Cerita Lucu Tukang Kayu – riajenaka.com. Humor merupakan suatu cerita yang amat sangat digemari oleh para masyarakat Indonesia. Karena selain sebagai penghibur dikala galau, juga sebagai penghilang penat dikala capek melanda dan humor ini dipercaya menjadi obat paling ampuh. Nah pada kesempatan kali kami akan membagikan sebuah cerita lucu tukang kayu untuk menghibur para pembaca. Kami jamin deh kalian akan tertawa ngakak setelah membaca cerita ini. Langsung aja yuk simak ceritanya berikut.

Cerita Lucu Tukang Kayu Dan Malaikat

Suatu hari seorang tukang kayu yang bernama Ateng ingin menebang kayu di hutan, dan tidak sengaja kapak kesayangannya jatuh ke jurang. Ateng pun sedih karena kapak satu-satunya untuk menebang kayu jatuh. Ketika sedang sedih, datang malaikat dan bertanya kepadanya.

Malaikat : “Hei tukang kayu, kenapa kamu sedih?”

Ateng : “Iya malaikat, kapak saya satu-satunya jatuh kejurang, dan saya ga bisa menebang pohon lagi.”

Malaikat : “Hmmm, kalau begitu saya ambilkan”

Kemudian Malaikat tersebut turun ke jurang untuk mengambilkan kapak Ateng. Namun, dia ingin mengetes kejujuran Ateng, dia memberikan kapak emas untuk Ateng.

Malaikat : “Apakah ini kapak kamu?”

Ateng : “Bukan, kapak saya jelek”

Malaikat : “Apakah ini kapakmu” (Malaikat kembali dengan membawa kapak perak)

Ateng : “Bukan, kapak saya lebih jelek”

Malaikat : “Hayy tukang kayu, karena kamu jujur, akan saya kasih 3 kapak baru untuk kamu”

Sesampainya di rumah, Ateng menceritakan kepada istrinya Omas. Besoknya si Ateng  dan Omas ke hutan untuk melihat tempat dia ketemu dengan malaikat tersebut. Saking hebohnya, si istrinya jatuh juga ke jurang, terus si tukang kayu sedih lagi. Datang lagi malaikat yang kemarin untuk membantu.

Malaikat : “Kenapa kamu bersedih lagi tukang kayu?”

Ateng : “Istri saya jatuh ke jurang. Saya sedih sekali karena dia istri satu-satunya yang sangat saya sayangi”

Malaikat pun turun ke jurang untuk membantu mencarikan istri Ateng. Lalu Malaikat ingin mengetes kembali kejujuran si Ateng dengan membawakan Luna Maya kehadapannya.

Malaikat : “Apakah ini istri kamu?”

Ateng : (dengan suara terbata-bata) “I..i.ii ya Malaikat. Itu istri saya. Bener banget.”

Malaikat : (sedih) “Kenapa kamu berbohong? Itu bukan istri kamu kan”

Ateng : “Soalnya, kalo saya jawab jujur, Malaikat akan memberikan saya 3 istri buat saya. Saya sudah tua. Sudah engga kuat melayani mereka semua”

Malaikat : !@#$%^&*($%^%^&*()_