Cerita Lucu Penjual Pepaya Vs Pembeli

Cerita Lucu Pepaya – riajenaka.com. Cerita yang sangat disukai oleh para pembaca ialah cerita humor/konyol. Ini dikarenakan bisa menghibur pembaca dan bisa membuat mood jadi lebih baik. Humor juga dapat menghilangkan penat setelah beraktivitas seharian loh. Penasaran kah? Nah, pada kesempatan kali ini, kami sudah menyuguhkan sebuah cerita lucu Pepaya untuk kalian semua, dan kami jamin deh kalian semua bakal ketawa ngakak setelah membaca cerita ini. cekidoooottttt

Cerita Lucu Penjual Pepaya Vs Pembeli

Suatu hari orang Mandailing yang bernama Oneng ini berjualan pepaya,dan datang lah seorang pembeli yang bernama Yati, yang kebetulan seorang Jawa pembantu rumah tangga yang baru datang di Jakarta, bahasa Indonesia-nya belum lancar. Sesuai instruksi majikan, si Jawa mencoba merasakan apakah pepaya yang dijual sudah masak atau belum.

Oneng: (Dengan halus memperingati) “zangan keras-keras mas, supaya tidak penyok.” (dengan logat Mandailing tentunya yang mirip dengan logat Batak).

Yati:  “Piro siji?”(Setelah yakin bahwa pepaya yang mau dibeli sudah matang)

Oneng :“Tidak keras. lunak kok, coba saja.” (Heran dan tidak mengerti)

(pir-dari piro-dalam bahasa Mandailing artinya keras).

Yati : “IYo, piro siji?” (mulai keheranan).

Oneng : “Tidak keras mas, coba lagi.” (menjelaskan lagi dengan nada mulai meninggi).

Yati: “Lah iyo iki regane piro?” (tambah heran).

Salah paham terus berlanjut, si Mandailing makin marah dan si Jawa makin heran.

Oneng: “Sudah kubilang lunak, maalah kau bilang keras (pir). Lihat ini.” (menonjok pepayanya sampai hancur) “Dasar zawa. sekarang kau mau apa hah?”

Yati : (Lari terbirit-birit). “Oalaaahh wong edaaaaann”