Cerita Lucu Mukidi Yang Bikin Ngakak Abis

Cerita Lucu Mukidi – riajenaka.com. Cerita lucu merupakan cerita yang sangat ditunggu-tunggu oleh pembaca. Mengapa? Karena cerita humor/lucu sangat menghibur pembaca yang sedang kegalauan. Selain itu, cerita lucu juga bisa mengobati stres loh. Penasaran? Mendingan baca deh kumpulan cerita Mukidi yang bikin ngakak dibawah ini. Dijamin kalian bakalan ngakak abis deh bacanya.

1. Untung Bisa Dimasukin

Setiap bangun tidur, Mukidi selalu kentut dengan sangat keras. Hal ini sangat mengganggu istrinya Markonah yang tidur disampingnya. Tak hanya bunyinya yang mengganggu, baunya juga sangat mengganggu. Akhirnya terbesit dalam benak Markonah untuk mengerjain Suaminya, agar tidak kentut lagi.

Markonah : “Mas, kalo kamu masih kentut dengan suara keras seperti tadi, bisa-bisa ususmu ikutan keluar loh”

Mukidi tak menghiraukan omongan sang istri. Suatu hari ketika sedang menyiapkan sarapan yang kebetulan Markonah sedang ingin makan ayam. Diam-diam Markonah mengambil usus ayam dan menyelipkan kedalam knalpot suaminya, Mukidi. Markonah kembali ke dapur dan berekting seolah tidak terjadi apa-apa.

Beberapa saat, benar saja Mukidi bangun tidur dan kentut keras sekali dan langsung lari ke toilet dengan terbirit-birit. Tak lama kemudian, Mukidi keluar dari toilet dengan wajah pucat pasi.

Mukidi : “Apa yang kau katakan ternyata benar!! Tadi pas waktu bangun tidur, aku seperti biasa dan ususku ikutan keluar Mah… Untung saja bisa aku masukan lagi. Udah takut banget tau tadiii”

Markonah : #$%^&*()#$%^&

2. Nginjek Kodok

Suatu hari, dirumah Mukidi sedang diadakan reuni kecil-kecialan yang hadir hanya teman-teman kecil Mukidi. Reuni berjalan lancar dan menyenangkan.

Markonah : “Mas tadi waktu reuninan pada cekikan ngomingin kodok. Emang kodok apan sii Mas?

Mukidi : “Ohhh, dulu tuh Mas, Bagong, Petruk sama Semar sowan ke rumah mbah Joyoputro, buat nanayain maslaah jodoh. Nah pas pulang, kami di peseni agar kita hati-hati dan jangan sampai nginjek kodok. Celakanya lagi, walaupun sudah berhati-hati banget mereka tetep nginjek kodok. Cuma Mas aja yang selamat tanpa nginjek kodok satupun.

Markonah : “Lah emang kenapa kalo nginjek kodok Mas?”

Mukidi : “Kata Mbah Joyoputro siih kalo kita nginjek kodok, jodoh kita kelak akan jelek. Ya tadinya omongannya Si Mbah cuman dianggap takhayul. Ehh 4 tahun kemudian bener. jodoh mereka jelek-jelek dan cerewet.” Ternyata omongan si Mbah bener. Kalo kamu percaya engga Nah sama gituan?”

Markonah : “Ehmm percaya Mas”

Mukidi : “Kamu percaya Nah sama yang gituaan?”

Markonah : “Iya Mas, Onah percaya, soalnya dulu Onah juga nginjek kodok”

Mukidi : @#$%^&*($%^(bini sialann)

3. Dompet Ketinggalan

Seusai berbuka puasa di warung makan padang. Mukidi lalu menghampiri pemiliknya hendak membayar, namun saat ingin membayar, dompetnya engga ada. Mukidi pun menyiapkan alibinya untuk mengelabui pemilik warung.

Mukidi : “Eh Udaa, Uda pernah denger hadist yang mengatakan bahwa memberi makan orang yang berpuasa pahalanya sama dengan pahala orang yang berpuasa?”

Uda : “Iya, dan tanpa mengurangi pahala orang yang sedang berpuasa sedikitpun”

Mukidi : “Syukurlah kalo Uda paham hadist itu, pasti sering ngaji ya dulu”

Uda : “Memangnya kenapa gitu?”

Mukidi : “Anuu gini Udaa,, hehe Anuu …”

Uda : “Kenapa Anumu?”

Mukidi : “Ehhh bukann.. Anuuu… inii dompet saya ketinggalan” (sambil nyengir tanpa dosa)

4. Nyidam Kepiting

Suatu hari istri Mukidi, Si Markonah lagi ngidam kepingin makan kepiting. Akhirnya Mukidi berangkat ke pasar untuk membelikan Kepiting. Tanpa diduga-duga, Mukidi bertemu cewek cantik yang ternyata mantan pacarnya waktu SMA. Akhirnya dia terlena dan melupakan tujuan semula dan menghabiskan waktunya dengan sang mantan.

Ketika sore, Mukidi baru sadar kalau dia harus membeli kepiting. Mukidi pun bergegas ke pasar dan untungnya masih ada kepitingnya. Lalu di membeli 6Kg kepiting.

Dan agar tidak di tanyain macem-macem oleh sang istri, Mukidi pun menyiapkan cara untuk mengelabuih istrinya.

Gara2 isterinya ngidam kepiting, Mukidi rela berangkat ke pasar untuk membelikannya.
Tanpa diduga, di angkot Mukidi ketemu mantan pacarnya saat masih SMP, akhirnya dia lupa tujuan semula dan menghabiskan waktu seharian dengan sang mantan.

Waktu sudah sore ketika dia ingat harus membeli kepiting. Bergegas dia pergi ke pasar lalu membeli 5 kg kepiting.

Untuk mengelabui sang istri. ..

Sesampe di halaman rumah segera kepiting-kepiting itu dilepas ikatannya lalu disebarkan ke tanah.
Dengan sebatang tongkat, Mukidi menggiring kepiting-kepiting itu sambil berteriak-teriak,

Mukidi : “Ayo cepetan jalan, sebentar lagi sudah nyampe rumah.”

Markonah yang mendengar suara Mukidi sontak langsung keluar rumah dan melihat apa yang tengah terjadi.

Markonah : “Oalaaaahhh Mas.. Mas…. Bawa kepiting kok yo digiring, wis koyo giring bebek wae. Pantesan jam segini baru sampe rumah.”

Mukidi : (dalam hati ) AMAAANNN!!!!!!

5. Harus Masuk Tentara

Bu Guru Oneng tengah bertanya kepada anak-anaknya di kelas

Bu Oneng : “Anak- anak… Siapa yg mau masuk surga..?”

Semua siswa serempak menjawab “Sayaaaa..!” Namun tidak dengan Mukidi. Dia hanya diam seribu bahasa.

Bu Oneng : “Siapa yang mau masuk neraka”

Anak-anak serempak mengatakan “Tidak mau”. Namun berbeda dengan Mukidi. Dia tetap diam.

Bu Oneng : “Mukidi, kamu mau masuk surga atau neraka…? (mendekati Mukidi)

Mukidi: “Tidak dua-duanya Bu Guru”

Bu Oneng : “Kenapa..?”

Mukidi: “Soalnya, waktu Ayah saya mau meninggal, Beliau berpesan agar, bagaimanapun keadaannya saya harus masuk TENTARA bu”

Be Oneng : (Tepuk Jidat)

6. Mending Pulang Aja

Mukidi tiba-tiba mendapatkan hidayah dan berinsyaf. Sewaktu subuh Mukidi ingin sekali solat subuh di masjid. Ia pun bertemu dnegan Pak Ustadz Ateng.

Ust. Ateng : “Mau solat subuh ya Mas Mukidi”

Mukidi : “Iya Pak ustadz”

Ust. Ateng : “Mas Mukidi, sholat Subuh ada berapa rakaat?”

Mukidi : “4, ustad!”

Ust. Ateng : “Mas Mukidi pulang dulu deh, cari jawaban yang benar.”

Di tengah jalan Mukidi ketemu Bagong sahabatnya

Mukidi : “Gong, menurut kamu sholat subuh berapa rakaat?”

Bagong : “Ya 2 lah.”

Mukidi: “Wah payah lu, mendingan lu pulang deh. Belajar lagi.”

Bagong : “Loh kenapa emang?”

Mukidi : “Gue bilang 4 aja masih salah disuruh pulang sama pak Ustad. Apa kabar elu yang jawabnya 2 rakaat. Udah pulang…pulang…?”

Bagong : @#$%^&*()_

7. Maluu Mas

Markonah sedang bercerita kepada Mukidi suaminya.

Markonah : “Mas masa tadi pas aku buka BH di depan kaca pinggir jendela itu . Eh ada cowok ganteng mas lihatin aku terus.”

Mukidi: “Terus, kamu ngapain”

Markonah: “Aku malu banget dong mas, yaudah aku tutupin aja mukaku pake BH.. Malu akutuh”

Mukidi: “Dasar Bodooohhh.”

Markonah: “Bukan Bodohhh Mas. Tapi aku malu tauu.”

8. Berhenti Merokok

Suatu hari, Mukidi pergi ke Dokter Ateng untuk memeriksakan kesehatannya.

Dokter Ateng : “Hebat. Pak Mukidi sekarang sudah berhenti merokok ya?”

Mukidi: “Iya pak Dokter.. Teman saya mati karena rokok.”

Dokter Ateng : “Dia kena kanker ya?”

Mukidi: “Bukan Dok. Motornya ditabrak mobil Box Gudang Garam”

9.Kolak Biji Salak

Suatu hari Mukidi pergi kerumah temannya, Ateng. Dengan tergesa-gesa dia lari kayak di kejar gajah ngamuk. Sesampainya di rumah Ateng, Mukidi pun langsung mengetuk pintu. Lalu Ateng pun keluar.

Ateng : “Apaan si Teng kaya orang kesetanan lu” (sambil membuka pintu)

Mukidi : “Gawat Teng, gawat banget”

Ateng : “Iya kenapa. duduk sini”

Mukidi : “Markonah Teng (sambil ngos-ngosan) Markonah istri gue mau ngebunuh gue Teng”

Ateng : “Hahhh seriuss lu? Lu di racun sianida?”

Mukidi : “Ya kagakkkk, Dia masak biji salak.. terus gue disuruh makan”

Ateng : “Ah elah Muk Muk… kirain gawat kenapa… Ah elahh,, cuman biji salak, enak tau, istri gue juga sering masak.. Terus masalahnya dmna siii?”

Mukidi : “Masalahnya, yang dia masak biji salak beneran”

Ateng : “Laaah –______________–“

10. Menyembuhkan Anjing

Mukidi adalah seorang Guru di sebuah SMA di Pedalaman Papua. Suatu hari salah satu muridnya menemui Mukidi yang bernama Lukas untuk menyembuhkan Anjingnya yang sekarat. Mukidi pun hanya tersenyum dan mengiyakan karena tidak tega. Mereka berdua menuju rumah Lukas untuk melihat keadaan Anjing.

Sesampainya di rumah Lukas, Mukidi langsung melihat anjing tsb dan benar ternyata anjingnya sedang sekarat. Mukidi yang asli dari Jawa itu lalu menempelkan telapak tangannya ke kepala anjing dan mencoba berbicara dengan bahasa jawa.

Mukidi : “Su, asu ( njing, anjing ), nek kowe arep mati, yo mati-ò. (kalau kamu mau mati, ya mati aja)”.
“Nek arep urip, yo waras-ò (kalau mau hidup, sembuhlah)”.

Lukas yang tidak tahu bahasa Jawa berpikir MUKIDI sedang membaca mantra. Diam-diam Lukas memperhatikannya dan menghafalkan apa yang baru saja diucapkan Mukidi. Setelah itu, Mukidi pulang.

Beberapa hari kemudian, Lukas pergi ke rumah Mukidi ingin melaporkan bahwa ANjingnya sudah sembuh. Dia ingin mengucapkan terima kasih. Namun ternyata Mukidi malah sedang sakit

Lukas terkejut, dan langsung menuju ke kamar Mukidi dan menempelkan telapak tangannya ke dahi Mukidi. Dan Lukas mengingat mantra yang kemarin Mukidi ucapkan.

Lukas : “Su, asu, nek kowe arep mati, yo mati o. Nek arep urip, yo waras o.”

Mukidi : “Healaaaahh dikiro aku Asu…. cuk cuk”(healahh, dikiranya aku anjing)

11. Terlalu Sayang Sama Istri

Suatu hari istri Mukidi, Markonah akan melahirkan anak pertama mereka. Mukidi pun buru-buru ke rumah sakit untuk mendampingi istrinya melahirkan.

Setelah persalinan selesai Mukidi pun lalu mengecup kening Markonah, istrinya tanda sayang.

Mukidi: “Alhamdulillah sayang, anak kita sudah lahircewek. Cantik lagi. makasih yaa, sayaang.”

Markonah: “Iyaa, kang Alhamdulillah.”

Mukidi: “Sakit banget ya Yank ?”

Markonah: “Iyaa kang, sakiit banget!”

Mukidi: “Yank, aku sayaaang banget sama kamu. Aku ga tega. Nanti kalau untuk anak kedua titipin aja ya sama yang lain, jangan dari kamu lagi, aku ga tega, sakit bgt kan kata kamu.

Markonah: #%&$*